Hidup, Berani Mencoba

Menjadi Manusia rasanya tidak mudah, kalo hanya sekedar hidup kemudian tua itu hal yang biasa, namun yang bermanfaat tidak semua bisa.

Dibutuhkan semangat baja, keras kerja, kenapa?? (begitulah kaum pria Keras dulu baru bisa kerja).

Kenal dengan Ali Imran diakun Facebook sekitar empat tahun silam, wajahnya sederhana namun obsesinya luar biasa.

Saya pikir dia tinggal di wilayah sakra tempat orang orang sibuk kebanyakan. Namun dia tinggal didesa tetangga tempat tinggal saya. "Mengkuru" Namanya.

Ada keyakinan yang hinggap, bila menyebut desa yang baru dan masih sangat remaja itu, usianya mungkin dibawah sepuluh tahun. Mengkuru itu beguru begitu pikirku.

Imran akrab dipanggil "Yang" Begitu lidah sasak di mengkuru itu.

Tidak berlebihan pula bila "yangnya" juga semakna dengan inginnya, dia sangat inovatif dan suka mencoba, hasilnya perfect dan tokcer.

Awal dulunya ia mencoba membuat moll siput berhasil dengan itu maka semua dicobanya hingga bertani hidro pun jelas di fikirnya. Dari pestisida, moll, kerupuk, telur asin, dan entah lagi banyak yang di lakui.

Dia unik disamping jadi professor non kampus di juga pulitis jabatannya kepala lingkungan setingkat kadus di desa desa. Dibawahnya banyak ketua RT.

Dengan saya dia mengabdi di LKS alfurqon Montong Beter meski hanya menjabat perangkat tekhnis dadakan.

Saat acara pernikahan misan saya kemarin di KL_JERMAN (Kebon Lauk Jerua Manis) dia hemat sekali bicara hanya nanya berapa anak saya.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru