Mengenal Pandu Dan Egi Pemenang Terune Dedare Musim Kembalit 2019

Aroma Gawe Musim Kembalit belum usai, masyarakat masih bercerita tentang apa yang disaksikan pada acara teraebut, berbagai macam kostum tradisional dan arakan Dulang beaq yang memenuhi jalan raya. Namun ada satu hal yang jadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat adalah Grand Final Terune Dedare Musim Kembalit 2019 yang digelar pada malam minggu yang lalu di Lapangan Umum Gora Kecamatan Sakra.

Menariknya masyarakat bertanya-tanya darimana asal Terune dan Dedare yang menawan rupawan tersebut, pertanyaan itu masih sampai saat ini jadi perbincangan hangat terutama dikalangan kaum muda.

Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang (bukan berarti menyangi dalam arti lain ya), dari 14 Pasangan yang ikut masuk ke grand final hanya satu pasang yang masuk menjadi champion mereka adalah Terune Pandu dan Dedare Egi. Terune Pandu dan Dedare Egi dinobatkan sebagai pemenang pemilihan terune dedare musim kembalit 2019 oleh Dewan juri dengan berbagai macam pertimbangan. 

Arya Andu Sedjati yang akrab dipanggil Pandu adalah terune kelahiran Tanah Lumpur Desa Rumbuk Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Teruna yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Negeri 1 Selong ini berhasil menjadi terune terbaik musim kembalit 2019 setelah melalui proses panjang, Pandu saat dihubungi via WA mengungkapkan kebahagiannya sebagai pemenng dan bersyukur mengikuti seleksi terune musim kembalit 2019.

"Dari Awal sleksi terune musim kembalit saya bertemu dengan keluarga baru dan teman-teman yang mengikuti sleksi terune musim kembalit, sangat singakat namun kekeluargaan selalu membuat rindu"

Leih jauh lagi mengungkapkan "Melalui pemilihan TDMK (Terun dedare Musim Kembalid, Red) 2019, saya lebih mengenal budaya yang ada dilombok timur khususnya di Kecamatan Sakra".

Pandu berharap pada pemilihan Terune selanjutnya akan muncul generasi baru dan unggul "Semoga akan lahir bibit-bibit baru yang akan lebih dan semakin unggul pada pemilihan terune Dedare Musim Kembalit tahun mendatang melalui pemilihan yang lebih slektif sehingga menghasilkan pemenanh yang berkualitas, mumpuni dan dapat bersaing di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional, sehingga kecamatan Sakra bisa menjadi tujuan wisata karena keanekaragaman tradisi dan Budayanya".

Lain lagi dari pemenang Dedare Musim Kembalit 2019, Egi Aprianti Dedare kelahiran Masbagik 2002 ini mengungkapkan "Gelar Dedare Musim Kembalit 2019 ini merupakan langkah awal bagi saya untuk mencapai langkah selanjutnya, karena seperti tujuan acara ini menjaga, melestarikan dan mempromosikan Budaya khas Lombok"

Dedare 17 tahun yang akrab dipanggil Egi ini adalah salah satu siswa di SMA Negeri 2 Masbagik mengungkapkan kecintaannya kepada budaya lokal, Dedare Egi ingin berkontribusi pada daerahnya sendiri melauli kebudayaan. 

"Saya akan peraktikan teori-teori yang akan dibenak saya sebagai salah satu wujud kontribusi saya pada Budaya khususnya Daerah Lombok yang kita miliki, karena dengan tetap berkontribusi sekecil apa pun budaya kita akan tetap eksis dan tidak tenggelam ditelan zaman".

"Saya berharap akan ada pemilihan Terune Dedare Musim Kembalit pada tahun-tahun selanjutnya, karena acara ini penting sebagai jalan untuk memperkenalkan Budaya kita, karena dengan acara ini pemuda pemudi lebih kenal kebudayaannya karena anak muda mudi yang kenal budayanya akan sanggup memajukan Daerahnya jadi lebih baik, selain memperkenalkan Budaya kita juga menjadi ajang penjaringan bakat luar biasa untuk anak muda yang ada dilombok timur khususnya dikecamatan Sakra" Pungkas Pandu dan Egi. 

Dalam waktu dekat Pandu dan Egi akan mengikuti pemilihan terune Dedrae Kabupaten Lombok Timur dan Pesona Gumi Selaparang pada september mendatang.

_Efoel Avicena_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru