Pak Adi, Tuna Daksa Relawan Demokrasi KPU

Persaiangan didunia memang semakin hari semakin keras, menjujung diri sendiri dengan mencari sebuah nama yang baik terlihat. mencari arti hidup tanpa sebuah rasa lelah untuk menjadikan dirinya dikenal orang tanpa memikirkan beban atau kesakitan pada dirinya. Apalagi orang yang memang sudah termasuk dalam penyandang Disabilitas yang susah untuk mencari sebuah arti hidup dengan penyakit yang di Alami. Namun berbeda dengan bapak Adi ini. 

Pak adi merupakan seorang yang termasuk penyandang Disabilitas Tuna Daksa, iya selalu di temani dengan tongkat kuatnya untuk menopang perjalanannya, tapi beliau adalah orang yang kuat yang selalu ingin disamakan dengan orang Normal yang tanpa penyakit. Dia bersama tongkat dan motor 3 rodanya itu selalu membawanya pergi kemana yang ingin di laluinya, dan Alhamdulillah hingga saat ini beliau termasuk menjadi seorang relawan demokrasi KPU yang basis Disabilitas. 

Siapa yang tidak kenal dengan beliau ini. Beliau juga mengenal banyak pemerintah daerah,  anggota legislati,  pemerintah kabupaten pun juga dikenalnya.  Beliau juga sering berbincang bincang dengan petinggi petinggi. Bukan masalah tentang memperkenalkan bahwa dia termasuk sebagia penyandang disabilitas, Namun beliau berjuang untuk bagaimana menjadikan dirinya untuk tidak dikucilkan gara gara penyakitnya.  Dia bersama komunitasnya juga sangat luar biasa loo.  
Komunitas penyandang disabilitas ini sudah banyak yang mengenalnya, bahkan mereka sering melakukan acara bulanan untuk tetep menjaga tali silaturrahim antara sesama.  Acara bulanan ini adalah acara yasinan bersama penyandang disabilitas termasuk juga Pak adi ini selalu eksis dalam komunitasnya. 

Setelah KPU melakukan rekrutmen relawan Demokrasi kemarin 11 basis yang termasuk didalam relawan demokrasi ini harus melakukan sosialisasi di setiap tiap tempat, basis Disabilitas juga tergolongkan kedalam basis tersebut,  dan alhamdulillah juga Pak adi ini merupakan salah satu orang kelompok di Basis disabilitas.  Setiap basis yang tergolong memiliki 5 orang dalam satu basis, berarti 55 orang relawan demokrasi akan mensosialisasikan pentingnya pemilu serentak 2019 ini. 

Basis Disabilitas dengan 5 orang ini yaitu Ardi, yusuf azami,  firman,  dan salah satunya adalah Pak adi ini.  Bayangkan saja bahwa dalam 3 bulan ini akan mensosialisasikan pentingnya pemilu di setiap daerah Lombok Tengah.  

Ardi yang sebagai ketua kelompok basis disabilitas ini pernah menayakan tentang capek atau tidaknya berjalan kepada pak adi, "kalau masalah jalan ya tentunya pasti capek,  namun kita harus berjuang demi keluarga",ujar pak adi.  Seolah olah kami tidak rela membiarkan pak adi bekerja namun karena beliau juga termasuk dalam relawan harus berani ambil resiko. 

Selama satu bulan berjalan mensosialisakan pentingnya pemilu 2019 ini, pak adi kelihatannya tidak pernah lelah, namun kami yang sebagai temannya juga tidak ingin melihatnya terlalu kelelahan, karena kita juga tahu bahwa apa yang beliau rasakan ketika berjalan dengan tongkatnya.  

Memang yang namanya perjuangan harus sungguh sungguh,  apalagi memperjuangkan dengan melihat seorang keluarga atau orang tua pekerjaan apapun pasti terasa ringan kita kerjakan. Sama halnya dengan pak adi yang harus menafkahi seorang istri dan satu orang anak yang kini duduk di bangku kelas 6 SD.  

untungnya juga iya tuhan itu adil,  yang namanya orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.  Saya lihat juga pak Adi termasuk orang pintar, dia selalu eksis dalam segala hal Pemilhan Umun,  baik tingkat Dusun hingga paling tinggi, Beliau selalu ikut nimbrung sebagai anggota kpps untuk memberikannya pengalaman.  Memang patut kita contohi orang seperti ini, jangan gara gara memiliki penyakit terus merasa hidupnya tidak baikk.  Percayalah bahwa tuhan itu selalu adil dalam hal apapun. 

Hidup memang harus diperjuangkan, jangan sampai kita dipencundangi oleh dunia kita sendiri. Perlu kita belajar dari sosok pak adi ini, meskipun beliau tidak normal seperti kitaa namun perjuangannya jauh lebih besar dari kita yang tidak memiliki kesakitan seperti beliau.  Masa kita yang sebagai orang normal harus kalah dengan orang yang terkena penyandang disabilitas.  Kita juga harus berjuang demi masa depan kita, agar hidup kita lebih cerah kedepannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru