Curi Inspirasi Marlinda, Awardee LPDP Asal Lotim

"Kamu boleh pesimis, tapi kalau Allah mau kamu lulus, kamu bisa apa?" Tutur Marlinda Ramdhani, (28/6).

Sering gagal dalam mengajukan beasiswa semasa kuliah S1, gadis manis kelahiran Lombok Timur, 26 February 1994 ini sempat pesimis saat mengajukan aplikasi beasiswa LPDP di tahun 2017 yang lalu. Keseringan tidak lulus membuat Linda, panggilan akrabnya, mengaku merasa menjadi tidak percaya diri saat mengajukan lagi.

"Tapi ya saya iseng-iseng aja ikutan daftar, toh kalaupun gagal lagi rasanya saya sudah kebal," imbuhnya.

Selain karena tidak pernah lulus, nilai TOEFLnya sangat paspasan saat mendaftar, menjadi alasan lain Linda merasa tidak percaya diri.

"Jujur, kendala bahasa asing menjadi batu sandungan besar buat saya saat itu. Tapi untung batunya besar, jadi saya gak jatuh hehe" jelas Linda.

Namun siapa sangka, setelah melewati berbagai tes, dari tes TOEFL ITP, pengajuan aplikasi, tes tulis, hingga sunstansi, ia akhirnya menerima pemberitahuan melalui emailnya, bahwa ia akhirnya terpilih sebagai penerima beasiswa LPDP tahuh 2017 dan mengantarkannya menjadi mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang pada Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Saat ditanya apa faktor kelulusannya, gadis 24 tahun menjawab yang juga seorang cerpenis muda NTB ini mengaku, do'a ibunya memiliki andil yang sangat besar dalam kelulusannya tersebut.

"Setiap sebelum ikut tes, saya selalu meminta do'a dari ibu saya. Saya rasa itu yang buat setiap tes saya selalu diberi kemudahan," cerita Linda.

Selain itu, alumni Universitas Mataram yang dulu pernah menjabat sebagai Pimpinan Redaksi UKPKM MEDIA UNRAM ini, memberikan tips saat mengikuti seleksi wawancara beasiswa LPDP.

"Sebisa mungkin saat wawancara, saya mencoba profesional dengan tidak menangis, tertawa, menjawab dengan terlalu menggebu-gebu, dan panik. Kalau kiat-kiat saat interview, teman-teman bisa shearching sendiri, hampir di semua tulisan blog kiatnya sama aja hehe. Saat seperti itu kuncinya mungkin kita harus tenang dan ingat tujuan awal," jelas Linda.

Cerita perjuangan Linda mendapatkan besiswa LPDP yang lengkap dapat juga dibaca di blog pribadinya biangkata.blogspot.com. Terakhir, Linda berharap ceritanya dapat menginspirasi banyak orang dalam memperjuangkan beasiswa. (tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru