Kades Dorokobo Bakal Dilantik Presiden Jokowi

KM Manggelewa - Hasil seleksi Kementerian Desa di Yogyakarta baru-baru ini, memilih, Taufik, Kepala Desa Dorokobo Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu Sebagai Ketua Forum BumDes Indonesia (FBI) NTB. Kades yang sebelumnya berprofesi sebagai pegiat Jurnalisme Warga ini mengungkapkan bahwa pada kesempatan tersebut koordinator FBI seluruh provinsi telah dibentuk dan selanjutnya dijadwalkan akan dilantik dan dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo pada Musyawarah Nasional (Munas) FBI tanggal 10-12 Agustus 2018 di Padang-Sumatera Barat. "Pelantikannya akan dilakukan oleh bapak Presiden di Padang tanggal 10 Agustus," kata pria yang familiar disapa Opick ini.

Dijelaskannya terbentuknya Forum Bumdes Indonesia (FBI ) dimaksudkan untuk menjembatani berbagai pihak yang ingin memajukan Bumdes. Meskipun berbeda-beda, namun tetap bisa bekerjasama karena FBI adalah rumah besar yang terdiri dari Kompartemen Praktisi Bumdes (Pengurus dan Pengelola Bumdes); Kompartemen Akademisi Bumdes (Peneliti, Trainer dan Konsultan Bumdes); Kompartemen Bisnis Bumdes (BUMN dan Swasta yang siap bekerjasama dengan Bumdes); Kompartemen Komunitas Bumdes ( Lembaga Swadaya Masyarakat, Komunitas dan Kelompok Masyarakat yang peduli dengan Bumdes); dan Kompartemen Media Bumdes (Komunitas Media yang peduli Bumdes).

"Alhamdulillah kepengurusan AdHoc FBI NTB juga sudah dibentuk. Jumlahnya ada 5 orang," ungkapnya. Kelima orang pengurus AdHoc FBI NTB tersebut berasal dari kabupaten/kota yang ada di NTB. Yakni  Taufik sendiri sebagai Ketua Forum, Alimuddin (Pengurus Bumdes Banete Sumbawa), Rr. Sri Pancawati Martaningsih, SE,. M.Sc,. Ak,. CA wakil ketua (Kota Mataram), Syahril. S.pd (Kades Lanci Jaya) dan Kades Boke kecamatan Wera Kabupaten Bima.
Kepada media ini, Taufik mengaku bangga telah dipercaya sebagai Ketua FBI NTB. Namun di balik itu, ia juga merasa bahwa ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. "Mudah-mudahan setelah saya terpilih sebagai Ketua Forum Bumdes ini bisa merubah Bumdes yang ada di Dompu dari mati suri menjadi hidup segar kembali dan mudah-mudahan bantuan dari pusat bisa kita tarik untuk peningkatan Bumdes kita bersama," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap kepada pengurus Bumdes yang ada di tingkat desa agar mengoptimalisasikan peran Bumdes untuk membangun desa dalam rangka memberdayakan seluruh elemen masyarakat. "Bapak Presiden menghendaki membantu masyarakat bawah melalui Bumdes ini," urainya.

Penetapan Kades Dorokobo sebagai Ketua FBI NTB salah satu indikatornya adalah berkat keberhasilannya di dalam pengelolaan Bumdes. Anggaran Bumdes yang dikelola desa Dorokobo senilai Rp. 150 juta bergerak untuk penyediaan kebutuhan para petani yakni Sarana Produksi (Saprodi) berupa brnih, pupuk, obat-obatan, terpal dan karung. Diyakininya bila Bumdes dapat dikelola secara baik, maka masyarakat tidak lagi melakukan peminjaman ke rentenir seperti yang terjadi selama ini. "Keberadaan Bumdes dapat mengurangi beban masyarakat. Mereka tidak perlu lagi ke rentenir," pungkasnya (Deor)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru