Bripka Sofyan “si Polisi Sosial”


Hakekatnya manusia adalah mahluk sosial yang setiap harinya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya. Dalam agama islam, hubungan manusia dengan manusia lain, sudah digambarkan dengan jelas bagaimana alur dan prosesnya seperti yang dikenal dengan sebutan Hablul Minannas.

Disitu, manusai tidak hanya dituntut untuk saling berkesinambungan dengan sesama manusia agar bisa mendapatkan ridho dari Allah SWT, atau tidak hanya sebagai pelengkap agar kita bisa semporna dalam berhubungan dengan Allah (Hablul Minallah), akan tetapi juga diajarkan agar setiap manusia bisa saling membantu baik saat kesusahaan, bahkan dalam keadaan darurat sekalipun. 

Apa yang dilakukan oleh aparat Negara yang bertugas di jajaran Kepolisian Resor Dompu ini, kemungkinan dilatarbelakangi oleh kesadarannya sebagai manusia yang marwahnya sebagai mahluk sosial. Karena tidak banyak orang yang melakukan seperti apa yang dilkukannya. Dia terekam sebagai seorang polisi yang setiap harinya selalu membantu orang yang sangat membutuhkan bantuan orang lain. 


Disela-sela kesibukan sebagai Kepala Unit Pengawas Orang Asing (POA) di Satuan Intelkam Polres Dompu, BRIPKA Sofyan, yang akrab disapa Om Phian ini, tidak langsung pulang ke rumah. Dia menyempatkan waktunya untuk mengunjungi kediaman orang-orang yang membutuhkan bantuan. Bantuan yang diberikan diakuinya tidaklah dapat merubah nasib orang, namun setidaknya bisa meringankan beban. Sentuhan yang diberikannya itu tidaklah didapatkan dari orang lain atau para dermawan, melainkan dia sisipkan dari gajinya sebagai anggota Polisi.

“Paling tidak bisa meringkan beban mereka, saya kadang suka resah hati, resah karena masih saja ada orang yang tidak disentuh oleh pemerintah” utar Om Phian sambil menyeruput kopi bersama penulis di Taman Kota Dompu. 

Apa yang dilakukannya itu, dia tidak pernah berharap balasan apa-apa. Namun dia justru berharap ada orang yang satu misi dengan dia. Karena  dengan begitu, akan banyak orang yang membutuhkan bisa terbantu.
Seiring berjalannya waktu, jejak yang ditorehkan oleh Om Phian rupanya diikuti oleh orang lain.  Terhitung sejak
pertengahan tahun 2017 lalu, aksi Om Phian mendapat respon positif dari masyarakat, terlebih para warga net (netizen). Sehingga  banyak yang ingin nimbrung dan bergabung dengannya untuk melakukan aksi sosial.

Atas dedikasinya kepada masyarakat tidak mampu, Om Phian mendapatkan penghargaan sebagai polisi yang peduli sosial dari Kapolres Dompu dan juga dari Kapolda NTB. Penghargaan yang didapatkannya itu dia dedikasinya untuk orang yang tidak mampu, apa yang didapatkannnya itu dia langsung meembagikannya kepada orang yang tidak mampu. “Sebernya saya tidak mengharapkan apa-apa. Tapi karena dikasih oleh atasan, maka dengan alasan apapun saya harus menerimanya” ujarnya seraya tersenyum. 

Sampai hari ini dia masih terus menjalankan tanggungjawabnya sebagai mahluk sosial, bahkan saat ini dia tengah sibuk membantu salah satu komunitas di Kabupaten Dompu yang bergerak pada bidang sosial. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru