Berjuang Untuk Makam

KM Sambang Kampung- Situs bersejarah semestinya mendapatkan perhatian dari semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah. Situs yang menyimpan banyak cerita tentang sebuah peradaban besar dimasa lalu yang menjadi sumber belajar dari generasi muda masa kini dan masa yang akan datang. Situs yang berupa makam Datu dan Patih Anggaraksa yang terletak di atas bukit Anggaraksa yang indah  ini bahkan kini mulai terancam keberadaannya.

Keserakahan manusia yang berorientasi pada uang tidak memperdulikan keberadaan dari situs yang sangat bersejarah tersebut bahkan pemandangan indah bukit Anggaraksa inipun terancam karena adanya penggalian tanah, pasir dan batu ditempat itu.

Rusli adalah tokoh yang mengetahui banyak tentang sejarah Datu dan Patih Anggaraksa ini terus berupaya untuk melindungi keberadaan makam ini. berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan penggalian pasir, tanah dan batu tersebut.

Mantan anggota BPD Desa Anggaraksa ini menceritakan bahwa untuk melindungi makam Datu dan Patih Anggaraksa ini kita sudah berupaya mendesak Kepala Desa untuk menghentikan atau tidak memberikan izin operasi kepada perusahaan penambang, namun usaha ini gagal, perusahaan penambangan terus melakukan operasi penambangan.

Kegagalannya menghentikan penambangan ini tidak menyurutkan semangat Ustad Rusli untuk menjaga makam, diapun menghubungi pihak terkat dengan hal tersebut yaitu Dinas Pariwisata, oleh Dinas Pariwisata disarankan untuk membuat Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Anggaraksa.

Kekhawatiran Ustad Rusli terhadap makam seorang yang menjadi nama desanya itu yaitu Anggaraksa membuatnya mendatangi KM. Sambang Kampung untuk dimediasi dengan Kepala Desa. Akhirnya KM. Sambang Kampungpun berkomunikasi dengan Kepala Desa dan akhirnya Kepala Desa mendukung pemanfaatan lokasi makam sebagai tempat wisata religi.

Setelah mendapatkan restu dari Kepala Desa untuk memelihara makam Datu dan Patih Anggaraksa sekaligus sebagai tempat wisata religi sekarang ini Ustad Rusli mengharapkan keturunan dari Datu dan Patih Anggaraksa yang berasal dari Sumbawa khususnya dari Kabupaten Sumbawa Barat agar segera melakukan tindakan untuk menjaga dan merawat makam tersebut.

Semoga makam yang menyimpan kisah kesatria di zamannya dulu mendapat perhatian dari semua pihak dan segera diadakannya pemugaran sehingga makam tersebut terawatt dan terpelihara sebagai asset masyarakat. (Uyik)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru