Ketua Komisi V Dprd Ntb, Menjadi Ikon Pelajar Putri Nu Mataram.

Bertepatan dengan agenda formal pengkaderan MAKESTA RAYA (Masa Kesetiaan Anggota) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Mataram 2017, yang betempat di Pondok Pesantren Nurul Madinah, Kuripan Utara, Lombok Barat, dengan tema “RESOLUSI GERAKAN” yang salah satu interik poinnya adalah perubahan gerakan terhadap perempuan yang selama ini dinilai lemah dalam posisi – posisi tertentu, apa lagi berbicara tentang kepentingan politik.

Di depan kader – kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Mataram berjumlah 127 peserta yang hadir pada saat itu, Ketua Komisi V DPRD NTB (Dra. Hj. Wartiah, M.Pd) menyampaikan materi SEMINAR “POWER OF WOMAN” sebagai salah satu konsep membentuk Mind sett Pelajar Putri NU agar tidak perlu takut untuk “bersaing” dalam bidang apapun selama itu tidak diluar batas – batasan sebagai perempuan yang taat beragama.

Memang, pada kenyataannya (Dra. Hj. Wartiah, M.Pd) merupakan salah satu ikon aktivis perumpuan di Nusa Tenggara Barat, hingga sampai saat ini terus berkhidmat dalam membangun dan mengembang pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Salah satu bentuk kemuliaan Rasulullah SAW, adalah beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak, salah satunya mengangkat derajat perempuan pada zama jahiliyyah dahulu”, Tegas beliau.

Selain beliau menjadi ketua Komisi V DPRD NTB, peran dan kiprah beliau begitu menonjol sebagai aktivis perempuan Nahdlatul Ulama dengan posisinya sebagai Ketua Pimpinan Wilayah FATAYAT NU Nusa Tenggara Barat hingga sampai sekarang. Meskipun demikian beliau tidak pernah luput dari sejarah hidup beliau, bahwasanya beliau dilahirkan dari keluarga yang taat beragama, yakni ayahanda beliau ialah seorang Tuan Guru yang mendirikan Pondok Pesantren Nurul Islam, Sekarbela Kota Mataram, itu sebabnya beliau selain menjadi Khadim (Pelayan) masyarakat Nusa Tenggara Barat ditingkat DPRD Prov NTB, aktivis perempuan NU, beliau juga adalah Pimpinan sekaligus Pembina PONPES NU Nurul Islam, Sekarbela, Kota Mataram. Maka patutlah, kader – kader NU wabilkhusus kader putri NU menjadi beliau sebagai ikon dimata mereka.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru