Kakek Penyelamat Air, Menerima Anugerah Kampung Media 2017


Idris Sahidu (63) penyelamat mata air, yang mendapat anugerah sebagai sosok inspiratis dalam kegiatan anugerah kampung media yang diselenggarakan oleh diskominfotik Provensi NTB.

Ayah panggilan akrapnya, tak henti-henti mengucapkan syukur atas penghargaan yang ia dapatkan, bahkan ia sempat tidak percaya akan hal tesebut. “Saya tidak menyangka dapat penghargaan dan mendapat uang,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya.

Rencananya uang yang ia dapatkan akan dipergunakan untuk keperluan sosial lainnya seperti penambahan jumlah budidaya pohon beringin dan pohon yang lainya.


Idris yang tinggal di Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut berencana pada tahun 2018 nanti ada sekitar tujuh titik sumber mata air yang akan diselamatkan. “Semoga tahun depan masi diberi kesehatan dan umur panjang,” tuturnya.

Pohon beringin yang ditanampun sudah tinggi sekitar dua meter, agar potensi hidupnya lebih besar, karena tidak mudah di rusak oleh binatang.

Pada awal kegiatan menanam pohon beringin di beberapa titik mata air, sempat dicurigai sebagai penebang pohon dihutan oleh polisi kehutanan. “Saya sempat kucing-kucingan dengan polisi hutan, karena dianggap penebang pohon,” ceritanya.  

Kegiatan menyelamatkan mata air menurutnya sangat perlu dilakukan, apalagi di Kecamatan Maluk mengingat akan dibangun pabrik smelter dan tentunya membutukan banyak air.

“Sekali lagi terimah kasih,” tutupnya. (by Ali)   

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru