Guru Hamzanwadi

Setiap orang Punya cara sendiri-sendiri mengungkapkan kekagumannya kepada guru, mumpung masih hangat tulisan ini mengingatkan kita pada ketokohannya,

Tentang Guru Masyarakat Lombok secara Khusus Memiliki Pandangan yang berbeda dengan gelar dan terminologi yang satu ini, ada nilai lebih secara Personil dan essensial karena sejarah perjuangan Guru adalah Barometer dari Keikhlasan Guru sebagai seorang pejuang tanpa tanda Jasa.

Menganalogikan Maulana Syeikh dengan Mbullan (Mata air yang memuncratkan air terus menerus) sangat sederhana bila diparalelkan dengan hitorisitas perjuangan beliau yang sangat panjang semenjak tahun 1935 -1997 lebih dari setengah abad pengabdiannya sebagai guru bangsa, akar sejarahnya bisa dilacak secara jelas dengan prasasti mutiara hikmah yang ditinggalkan beliau seperti

....................................

Saktui jati taokte beguru ngaji/ tempat berguru ilmu agama yang sejati adalah

Sak bedoe silsilah ilmu sampai nabi/ yang silsilah keilmuannya bersambung sampai nabi

....................................

(karya beliau dalam bentuk lagu perjuangan)...

Peringatan hari guru yang diperingati setiap 25 November setiap tahunnya menemukan momen yang sangat tepat dengan anugrah gelar kepahlawanannya pada 10 November 2017 oleh Presiden Jokowidodo, sebagai Murid, siapapun orangnya patut berbangga dengan gelar kepahlawanannya karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawannya.

Kepahlawanan maulana telah terbukti secara yuridis dengan datangnyanya tim Pengkaji gelar kepahlawanan dari jakarta beberapa minggu sebelum penganugrahan gelar pahlawan, banyak pelaku sejarah yang mengabadikan kisah perjuangan beliau salah satu diantaranya murid beliau yang mengabadikan sejarah perjuangannya adalah TGH Muh Yusuf Makmun Berikut Penuturannya dari Mushalla Al Abror sepanjang tahun 2004-2009.

Sepulangnya dari saulatiyah maulana syeikh mendirikan lembaga pendidikan pertama bernama Pesantren Almujahidin, inilah kepeloporan Maulana, waktu masyarakat sasak belum nengenal methode klasikal. masyarakat sasak sebelum beliau memiliki lembaga-lembaga pendidikan ilmu agama dan methodenyapun masih sangat Kaku dan ortodok, yaitu masyarakat sasak yang hendak Menuntut ilmu agama Harus Mendatangi tempat pengajian sedangkan maulana memberikan methode yang berbeda dan baru dengan mendirikan NWDI sebagai induk Madrasah untuk anak usia didik dan menjadi cikal bakal madrasah yang ada di seluruh Indonesia. Kesuksesan ini, sempat menuai kritik pedas dari masyarakat yang memposisikan beliau pada sisi Dilematis Antara melepas jabatannya sebagai Imam dan Khatib Masjid Besar Attaqwa Kala itu, dan pilihan beliau jatuh kepada madrasah

Maulana Syeikh mendirikan Majlis taklim dengan jalan mengutus santri yang tamat dari NWDI Untuk membuka Majlis Taklim di Kampung Masing-masing, kepeloporan Beliau yang Kedua ini,dilaksanakan oleh santri yang menamatkan pendidikan dengan Penuh semangat bersama segenap tokoh masyarakat sasak yang sangat antusias menyambut rencana majlis taklim tersebut dan hasilnya beliau dapat gelar masyarakat yaitu Abul-masaajid (Pemakmur Majlis taklim masjid disetiap dusun dan desa di seantero penjuru Lombok).

Perjalanan Pahit Maulana Setelah Memilih madrasah sebagai wadah perjuangan belum sampai titik kulminasi tetapi membutuhkan modal dan perjuangan yang besar, disinilah Maulana Mengambil peran sebagai Motor penggerak perjuangan melawan penjajah belanda dan jepang sebagai bukti dan prasasti sejarah adalah Makam Pahlawan Selong.

Keluar dari Mulut singa Masuk kemulut buaya adalah representasi dari Qasidhah Mumfarijah yang Populis dan dibaca oleh hampir 87% penduduk Lombok terutama kalangan santri dan jamaah wirid khusus Nahdlatul wathan sebagai Hizib. Disinah kesejatian beliau sebagai seorang yang sangat mencintai Sufisme dan Lahirnya Hizib Nahdlatul wathan adalah bentuk Produktifitas beliau sebagai penulis sekaligus sebagai ulama' yang memiliki nilai estetika yang mumpuni. perjuangan harus disertai dengan do'a

Besar Kapal Besar Gelombang, Penggalan kalimat ini diabadikan maulana dalam bait Wasiat Renungan Masa, wasiat renungan masa adalah karya Monumental yang murni dari hasil pengamatan maulana dalam setiap masa dan tahun, karya ini telah berkali-kali di kaji dan diseminarkan, dua sisi intrinsik dari karya maulana ini yang pertama adalah bentuk sajaknya yang sangat apik sesuai dengan masanya sebagai Sastra lama, yang kedua adalah makna dari Wasiat Renungan Masa yang sangat Kontekstual sesuai dengan perkembangan, Itulah Wasiat Yang Menjadi Renungan Setiap Masa

...................

Nahdlatul wathan dimana dan kapan

sesuai dengan perkembangan zaman

......................

Karya beliau dalam Bait lagu perjuangan Nahdlatul wathan.

 

 

Tentunya Sebagai Manusia Biasa Penulis memiliki banyak Kekurangan, Saran dan Kritik amat sangat saya Harapkan

 

 

Pantjor,25 November 2017 Pada Peringatan Hari Guru Nasional,

Ditulis oleh Sekretris Persatuan Guru Nahdlatul Wathan Kecamatan Sakra Barat

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru