Bawa Tari Tapel Cupak ke Malaysia

Aldi Anggara siswa SMAN 2 Mataram ini adalah seorang penari tradisional berprestasi. Lahir di Mataram 25 Agustus 1999, dari pansangan Ir. Wirdan dan Zainib ini telah menari di berbagai festival, baik di tingkat lokal maupun di tinggkat nasional, dan bahkan ia sampai pernah menari di KBBRI Malaysia saat perayaan hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2016 lalu. Ia membawakan tari Tapel Cupak.  

“Saya ingin melestarikan budaya kita di tengah era globalisasi,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Aldi mengaku telah menyukai tari tradisional sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia mengaku sangat mencintai dunia tari bahkan ia rela hijrah dari yang dulunya seorang atlit volley hingga menjadi seorang penari.

“Di sela-sela latihan volley, saya gunakan juga untuk berlatih menari dan jadi keterusan. Soalnya saya cinta sama budaya saya. Darah seni saya telah mengalir. Ibu saya seorang penari tradisional juga, dan paman saya Lalu Nasib dalang yang terkenal di Gerung itu,” lebih lanjut Aldi 

Aldi juga meneceritakan pengalamannya menjadi salah satu penari kolosal dari 300 penari yang memeriahkan acara MTQ Nasional beberapa waktu yang lalu di Islamic Center. Ia mengaku sedikit kesal karena panitia acara tidak mendukung para penari yang terlibat dengan baik.

“Kita itu latihan 3 bulan, dari pagi sampai sore dan hanya dikasi makan sekali sehari tanpa snack. Kita bahkan gak sekolah selama dua minggu demi mendukung acara itu,” keluh Aldi.

Meski begitu, Aldi tidak larut dengan kekesalannya, ia tetap menampilkan penampilan terbaiknya. Bahkan ia ditarik masuk ke sanggar Saksak Dance Production oleh Best Asian Choreographer asal Lombok, Lalu Surya Mulawarwan untuk mengembangkan bakatnya. Ia pun kemudian bisa tampil di berbagai festival seperti festival Moyo, Festival Tambora, Festival Lombok Sumbawa, bahkan menjadi penyaji terbaik dalam festival Pesona Senggigi. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru