Pemuda Hebat, Berjuang Untuk Hidup

Banyak orang yang iri terhadap orang orang sukses di dunia, banyak yang menilai orang yang kaya dan sukses hanyalah orang yang beruntung dan terlahir menjadi orang yang kaya. Tapi tidak semua orang tau perjuangan para tokoh sukses tersebut sebelum mereka menjadi orang sukses yang dikenal banyak orang.

Mempunyai impian besar atau cita-cita yang tinggi adalah bagian yang paling mudah. Karena bagian yang tersulit adalah, harus terus berjuang dari hari ke-hari sambil terus menjaga agar impian tersebut tetap hidup.

Jadi, apakah Anda pernah memiliki sebuah impian besar-tetapi karena sesuatu dan lain hal-sekarang impian itu Anda tinggalkan? Atau, apakah pada saat ini Anda bahkan sudah sangat ingin sekali menyerah? Nah, sebelum Anda membuat keputusan yang akan membuat diri Anda menyesal seumur hidup - tundalah beberapa menit keputusan itu - untuk menyimak kisah seseorang yang kokoh, pantang menyerah, bermental baja, dan terus berusaha bangkit untuk "berkelahi," sampai menang atau meraih impian yang didambakan.

Seseorang yang bernama Ongki Soekarno, nama ini yang diberikan oleh ayahnya sebelum meninggal. Sebenarnya nama aslinya adalah Ongki Alexadrea. Siapa yang tidak mengenal sosok Ongki dirumahnya. seorang yang tinggal berdua bersama adeknya dirumahnya. Ibunya yang  pergi ke luar negeri untuk menjadi TKI hanya untuk menapkahi anak anaknya. Dan ayahnya sudah wafat sekitaran Ongki masih berumur 9 tahun. “Siapa sangka hidup ini seperti ini”. Ujar si ongki. Setelah di tinggal ayahnya dan umurnya sekitar 16 tahun.

Setelah beranjak dewasa ongki mulai bingung bagaimana mengurus adeknya. Lalu kemuadian ia berpikir untuk mencari pekerjaan untuk hidupnya, selama di tinggal ibunya. Setelah berbagai tempat mencari pekerjaan, akhirnya ia pun diterima di sebuah bengkel di Desa Kawo Lombok tengah. Sungguh senang Nampak terlihat setelah ia mendapatkannya. Akan tetapi yang namanya pekerjaan pasti tetap keras bukan. Nahh.. namun dengan tekad kuatnya ia  tetap menghadapi kesulitan yang dilaluinya.

Kita pasti tahu keadaannya. Yang menjadi beban beratnya saat bekerja adalah transportasi.jangan kan transportasi yang ia punya jika keadan seperti ini. Uangpun ia susah untuk mencarinya dengan bekerja.

Setiap hari pergi bekerja ia pergi kerumah rumah tetangga hanya untuk meminjam sebuah transportasi untuk bekerja. Apa yang tidak pernah ia dengar setiap harinya. Dari ucapan kotor penghinaan hujatan dan yang lainnya, namun tetap saja ia kebal hatinya.  Coba kita pikirkan, Jika lau kita yang berada di posisinya sekarang, apakah kita akan mampu untuk sama dengannya. Mungkin tidak jika saya pikirkan.

"Ya akhirnya satu-satunya cara ya saya harus tampil sama seperti teman temanya. Kan jadinya saya tak perlu malu lagi untuk berteman sama siapapun. Ungkap Ongki Soekarno.

Seiring berjalannya waktu, nama Ongki Soekarno ini didengar di Desa Batunyala. Untuk diketahui, sejak masih di Batunyala, Ongki  sudah malang melintang dari tempat ke tempat untuk mencari rizki. Bahkan dia pernah beberapa kali mengikuti pelatihan pelatihan bekerja.

Tidak kita sadari beberapa bulan bekerja di bengkel, perlahan demi perlahan sedikit demi sedikit ia sisihkan uangnya akhirnya rumahnya tampak beda warnanya, transportasipun tidak menjadi beban, karena menyewa di teman kerjanya.

“hidup ini keras kawan” ucap Ongki. Kata inilah yang sering saya dengar darinya. Meskipun ia hidup bersama adeknya namun perjuangannya tetap saja kuat. Adeknyapun tetap pergi sekolah untuk mencari ilmu. Sampai ia sukses.

Kisah ini perlu menjadikan kita inspirasi. Karena hidup itu butuh perjuangan. Jika kita tetap malu untuk bekerja, lalu bagaimana kita akan hidup di dunia ini.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru