Sosok Inspirator dan Motivator Kampung Media

KM. MASBAGIK. Desa Kesik, Kecamatan Masbagik. Setiap orang pasti mempunyai orang yang sangat dikagumi. Hal yang dikagumi dari seseorang tersebut membuat pengagum itu akan meniru semua hal yang dilakukan oleh “sosok” tersebut. Baik cara bertingkah laku, sikap, tutur kata dan banyak lagi yang lainnya.

Hal itu terjadi pula pada sebagian besar masyarakat era modern saat ini. Mulai dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa pasti memiliki sosok idola. Oke sekarang kita lebih focus lagi membahas tentang sosok idola dalam proses belajar mengajar atau tidak. Dan jika ada sampai sebagaimana besar pengaruhnya dalam membangkitkan gairah semangat siswa dalam belajar. Check it out semeton.

Awalnya penulis ingin berterus terang terlebih dahulu,jreng jreng jreng. Maaf sudah mulai tegang sepertinya. Oke kita mulai serius lagi. Penulis awalnya tertarik dan akhirnya gabung dengan portal berita “Kampung Media” karena sering membuka dan membaca beberapa artikel di laman tersebut. Dan lama kelamaan penulis semakin tertarik dengan sosok “KM. SUKAMULIA” yang hampir setiap hari selalu menyajikan karya-karya terbaiknya. Baik itu berupa berita, puisi, cerpen dan banyak lagi yang lainnya. Ketertarikan terhadap karya beliau pun semakin bertambah semenjak Pak Dian Apriadi, S.Pd mengajak beliau  (Pak Asri S.Pd) untuk datang ke rumah untuk mengadakan survey lokasi di makam purba di Lendang Nangka. Dan singkat cerita penulis akhirnya bergabung dan ketika membuat puisi penulis selalu mengikuti trend penulisan puisi ala Pak Asri D’Gila.

Hal itu kemudian penulis sebarkan lagi kepada peserta didik, untuk menggali informasi yang berasal dari Kampung Media. Penggunaan puisi karya-karya Pak Asri dalam setiap kegiatan awal dalam pembelajaran membuat siswa DI SMK Al-Majidiyah NW Kesik semakin termotivasi dalam belajar. Bahkan sejak saat itu, siswa pun langsung tertarik juga dengan sosok inspirasi ini. Hingga beberapa siswa sengaja menunjukan penampilannya membacakan puisi karya Pak Asri di depan kelas.

Ketertarikan para siswa yang tinggi dengan karya Pak Asri membuat siswa ingin mengenal lebih jauh lagi dengannya. Hingga akhirnya setelah beberapa bulan menunggu hari minggu kemarin tepatnya tanggal 15 Nopember 2015, penulis mempertemukan para siswa dengan sosok yang dikagumi tersebut. Walaupun pada awalnya penulis menjanjikan beliau akan datang pada pukul 10.00 WITA namun karena beliau ada urusan sehingga beliau pun datang pukul 11.30 WITA. Tujuan awal datangnya beliau ke rumah adalah untuk mensurvei lokasi bungker peninggalan Jepang yang berada di Tete Batu. Tibanya di rumah penulis menyuguhkan ala kadarnya ditemani dengan sebuah mangga untuk meredakan keletihan beliau setelah beberapa waktu berada di perjalanan. Disela bersantai kemudian penulis memberi tahukan tentang keinginan menggebu siswa yang ingin bertemu dan berdiskusi tentang sejarah yang ada di Pulau Lombok.

Dan setelah beberapa menit bersantai ria, Pak Asri pun menyyanggupi untuk bertemu dengan para siswa sambil berdiskusi tentang sejarah lokal. Berlokasi di salah satu rumah siswa pertemuan yang sangat sederhana dan penuh makna itu berlangsung. Dan hingga tak terasa hampir dua jam kami berdua berada di sana sambil bertukar pikiran tentang berbagai hal yang ada di Pulau Lombok, mulai dari asal usul nama Lombok, sejarah masuknya agama Islam di Lombok, Seputar Gunung Baru Jari hingga sejarah nama desa-desa yang ada di Lombok.

Menurut pengakuan salah satu siswa yaitu Hasmiyatul Haryani sosok Pak Asri adalah orang yang santai, bisa diajak bercanda, selalu apa adaya, murah berbagi ilmu dan orangnya berisi. Sedangkan menurut Eni Wulandari, ia mengira bahwa Pak Asri adalah orang cukup dewasa dan senior karena selalu dipanggil Pak ketika penulis menceritakan tentang beliau. Intinya hampir semua siswa sangat dikagumi dan bahkan menjadi inspirator dan sekaligus motivator mereka untuk terus lebih giat belajar.

Salam dari kampung.

By_Andre D’Jails () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru