Sampah, Ladang Hidup

Tak selamanya kehidupan seseorang berada di bawah. Ada kalanya di bawah, namun tak disangka-sangka berada di atas. Olehnya itu, jikalau anda melihat seseorang yang penampilannya biasa-biasa atau tidak mewah, jangan terlalu cepat meremehkannya. Apalagi jika dia hanya berprofesi sebagai pemulung jalanan yang sibuk mencari barang-barang bekas di tempat yang kotor. Baju memang compang camping, wajah yang begitu lusuh dengan penuh keringat yang bercucuran di sekujub tubuhnya. Begitu pun juga dilengkapi dengan sebuah karung bekas yang menggembol di punggungnya, atau pun kantong kresek besar yang berisi sampah-sampah yang baunya kurang menyedapkan.

Saya rasa anda akan heran dan termangu-mangu jika mendengarkan kisah hidup dari pemulung-pemulung, yang dulunya sangat dianggap rendah, dimarginalkan, dihina-hina, atau istilahnya dipandang sebelah mata. Akan tetapi, pada akhirnya, dibalik perjuangannya dalam mempertahankan hidup lewat pekerjaan yang terhina itu, mereka dapat sukses, bahkan menjadi orang penting di tengah masyarakat.

Atas etos kerja yang baik, walau pun harus bergelut dengan sampah-sampah demi memperjuangkan hidup, mereka pun dapat menjelma menjadi manusia yang kaya dan dihargai. Betapa teriknya sinar matahari yang jatuh di atas kepalanya, kerasnya hujan yang membasahi seluruh tubuhnya, namun tetap bekerja di selah-selah sampah, demi untuk menyambung hidup.

Kali ini, saya akan menghadirkan sebuah kisah inspiratif dari seorang pemulung, yang mana dengan suatu niat yaitu agar kita bias sadar semua, terkhusus dalam menyikapi berbagai kehidupan yang sangat menderita dalam perjuangan hidup. Selain itu, juga sebagai motivasi kita semua dalam menghadapi kehidupan dalam alam nyata.

Ia menyebut namanya di depan saya ketika berada didepan sebuah masjid besar Kelayu. Ardi namanya. Ia termasuk salah satu pengumpul sampah di wilayah di Lombok Tengah. Namun, ia selalu bersama dengan temannya di Lombok Timur untuk membeli barang-barang bekas. Ia membentuk kelompok pemulung dengan menggunakan sebuah mobil. Ketika tiba di Lombok Timur, Ia pun menyebar bersama teman-temannya di berbagai sudut-sudut perkampungan. Seperti perkampungan yang ada di Kelayu Selong.

Pria ini mengaku kalau tinggal di Kopang Lombok Tengah. Ia telah berhasil menjadi pengumpul sampah dengan omzet 10 juta per minggu. Sangat berbeda jauh dengan penghasilannya 5 tahun silam. 

Saat itu, hasil memulung hanya cukup untuk makan sehari-hari. Bertahun-tahun Ardi hanya mampu mengumpulkan Rp. 25.000 untuk makan nya setiap minggu. 

“pahit hidup saya dan sangat menderita, dan hamper saya putus asa dalam hidup”, ujarnya lirih di saat penulis mewawancarainya embari mengenang masa lalunya. 

Sebelum pindah ke Kopang, bersama istrinya yang di nikahinya, ia berjuang mengais rejeki di TPA (tempat pembuangan akhir) sampah yang ada di banyumulek Kediri, Lombok Barat. Tempat ini merupakan tempat yang menjijikkan menurut sebagian orang. Akan tetapi, bagi Ardi adalah ladang hidup untuk mendapatkan uang dalam tiap harinya. Ia menganggapnya juga sebagai sumber uang untuk biaya makan dan minum sehari-hari. 

Suatu perjuangan dan doa di sela-sela tumpukan sampah yang menggunung, akhirnya ia mengumpulkan modal untuk membeli alat timbangan. Setelah itu, modal yang tersisa , mereka pun pergunakan untuk membeli barang-barang bekas pada sesama pemulung. Artinya Ardi tidak langsung ke tempat sampah, namun dirinya hanya jadi pembeli.

Kini 5 tahun sudah, Ardi memperluas wilayah kerjanya, yaitu dengan membentuk kelompok pemulung. Strategi mereka adalah dengan mempergunakan sebuah mobil open cup untuk mencari barang-barang bekas di daerah lain. Pencarian di sini dalam arti mereka mencari barang-barang bekas, seperti kertas, besi, aluminium, dll di rumah-rumah penduduk dengan sistem bayar.

Ardi mengatakan bahwa pada saat ini, kelompoknya mampu mengeluarkan uang sebanyak 50.juta perminggunya. Uang yang senilai 50 juta tersebut adalah khusus sebagai modal untuk membeli barang-barang bekas. Mereka bekerja dalam 5 personil. Hasil pembelian nantinya akan dibagi lima. Untuk Ardi sendiri, ia mampu meraih 5 juta perminggu. [] - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru