Mantan TKI Yang Berhasil

KM Sambang kampung- Perjalanan saya kali ini adalah menyambangi kampung  di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji. Perjalanan ini terinspirasi oleh cerita isteri saya yang telah membeli jamur merang di Puskesmas Korleko. Isteri saya bercerita bahwa tadi pagi ada seorang penjual jamur datang berjualan di Puskesmas namanya Pihirudin dari Dusun Tirpas Desa Tirtanadi, dia membudidayakan jamur ini di sawahnya.

Mendengar cerita itu sayapun langsung mengajak isteri saya mencari lokasi budidaya jamur ini. Saya dan isteri menuju dusun Tirpas sekitar pukul 14.00 Wita. sesampainya disana saya mampir kerumah keluarga dan menanyakan dimana lokasi budidaya jamur yang dikelola oleh Pihirudin. Akhirnya kami pun mendapatkan petunjuk bahwa tempat budidaya itu di sawah dekat SD Negeri 1 Tirpas tepatnya di samping penggalian tanah dekat bukit yang ada di Tirpas, tanpa berlama-lama kami langsung menuju lokasi diantar oleh seorang kerabat.

Sesampainya dilokasi budidaya kami disambut hangat oleh keluarga Pihirudin, sambil mengobrol ringan saya bertanya tentang budidaya jamur yang dijalankan oleh Pihirudin, dengan sangat senang Pihirudin bercerita banyak tentang awal mula membudidayakan jamur ini. Awalnya Pihirudin adalah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sering sekali keluar masuk Malaysia. Sudah hampir 15 tahun dia keluar masuk Malaysia, sejak tamat SMA tahun 1999 dia berangkat ke Malaysia mengirim uang untuk keluarga dan dapat membangun rumah, kemudia pulang, namun berangkat lagi karena tidak ada penghasilan di desanya, tiga tahun kemudia di pulang namun ketika sudah di rumah sekitar 3 bulan dia merasa risau karena tidak mempunyai penghasilan akhirnya balik lagi ke Malaysia, begitu seterusnya akhirnya Pihirudin merasa capek seperti ini. Melihat keadaan seperti ini terus menerus akhirnya di Malaysia dia mendapatkan inspirasi untuk membudidayakan jamur sepulangnya nanti.

Pihirudin mulai menyisihkan penghasilannya untuk dijadikan modal usaha. Sepulangnya dari Malaysia dia langsung membuat tempat budidaya di sawahnya . luas tempat budidaya jamur tersebut sekitar 10 x 8 meter. Lokasinya cukup luas, dengan suasana pedesaan yang sangat sejuk. Bibit didatangkan dari Narmada Lombok Barat diperoleh dari temannya sesama mantan TKI. Harga bibit Rp. 3000 per buah. Pihirudin menghabiskan dana sekitar Rp 10.000.000 untuk membeli bibit saja, sedangkan untuk membuat tempat budidaya menghabiskan Rp. 3.000.000.

Budiadaya Jamur membutuhkan ketelitian dan perawatan yang intensif, yaitu mengatur tata letaknya dalam rak, menyemprot dan panen harus segera mungkin agar jamur yang dipanen benar-benar segar. Panen jamur dilakukan setiap hari, setiap panen mendapatkan 10 kg jamur setiap 1 Kg nya di hargai Rp 30.000. setiap hari Pihirudin memasarkan jamurnya di Pasar Selong, selebihnya dijual eceran di beberapa tempat termasuk di kantor-kantor.

Setelah budidaya jamurnya berhasil Pihirudin tidak lagi tertarik bekerja di Malaysia, menurutnya bahwa  pekerjaan di Malaysia jauh lebih berat dari pada di negeri sendiri akan tetapi syaratnya  kita harus berwirausaha seperti ini . setelah banyak mendapatkan informasi tentang budidaya jamur ini saya pun langsung diajak kerjasama dalam pemasaran jamur dan saya langsung menyetujuinya. Sebagai langkah awal kerjasama itu Pihirudin membawakan saya jamur dan langsung saya pasarkan dan ternyata sangat laku, kepada semua warga kampung yang ingin memesan jamur hubungi nomor saya ( Masyhuri, Hp. ). Semoga ini langkah awal untuk mengembangkan usaha Kampung Media di Lombok Timur. () -01

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru