Guruku Seorang Sutradara

Mengapa saya membuat film? Ini adalah sebagai salah satu alternative kegiatan positif bagi remaja. Karena itu, saya mengandeng beberapa teater sekolah juga beberapa organisasi pemuda untuk menjadi tim kreatif ataupun pemain film – film saya. _ Akhi Dirman Al-Amin

pemuda kelahiran Desa Rato Dorowila Kabupaten Bima - NTB pada tanggal 3 Oktober 1982, dari pasangan M.Amin Bakar dengan Siti Salmah.

Mulai menulis sejak SD, namun mempublikasikan naskahnya baru pada saat menduduki bangku SMA.  Beberapa kali diundang dalam acara budaya terutama untuk membacakan puisi – puisinya, mementaskan drama/teater, juga untuk menjadi pembicara dan juri lomba. Tahun 2006, bersama bersama 14 novelis muda se-Asia Tenggara bergabung dalam MASTERA (Majelis sastra Asia Tenggara : Novel) sebagai wakil Indonesia.

Beberapa kali mendapat penghargaan dalam lomba kepenulisan tingkat nasional, diantaranya Juara 3 dua tahun berturut – turut lomba essay Helvy Tiana Rosa untuk naskah Helvy Itu Cinta dan Helvy Bicara Cinta, Perang dan Kemanusiaan (2008 dan 2009), nominasi AKU BISA 2009 untuk naskah Kupanggil Saja Dia Cinta (2009), The Most Inspiring notes (Pemenang Utama)  AKU BISA! International Publick Figure untuk naskah Helvy Tiana Rosa (2010), Antologi Problem Solving FLP (2008, dibukukan oleh INDIVA Press).

Selain di bidang kepenulisan, Atas dedikasinya dalam pembuatan film indie dan kepenulisan, tahun  2007 meraih penghargaan berupa Beasiswa Unggulan dari Biro perencanaan dan kerja sama luar negeri Depdiknas Pusat, film Biarkan Sepi Menari sbg salah satu film pendek yg dinominasikan sebagai film favorit (sekalipun tidak menang. Hehehehe) di kontes film pendek NU Green Tea, menjadi salah satu peserta utusan NTB di Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan BPAP (Bakti Pemuda antar Propinsi) ke Aceh (2008).

Karya-karyanya tersebar di berbagai media massa Nasional dan Lokal Seperti; Majalah sastra Horison, Annida, Sabilli , Al – Izzah, Deep Smile File dan hampir di semua media lokal di NTB.

Menulis beberapa lakon Theater yang dipentaskan bersama Theater Al-Amin (Remaja Masjid Al-Amin), Sanggar Pasapu Monca, dan Sanggar SMAN 1 Madapangga, antara lain; “Aceh itu, Sunyi itu, Luka itu”(2001), “Dongeng Kelabu Tentang Ayah”(2002), “Topeng Kaca”(2003), “Balada Lima Orang Muda” (2003), “Meniti Jejak Rasulullah” (2003), ”Taubat” (2003), “Jejak-jejak Darah” (2003), “Tak Ada Cinta Untuknya di Dunia” (2003), “Manusia Batu Yang Mencari Bening Cahaya” (2004),  “Wadu Ntada Rahi (Drama Kolosal Bima)” (2004), “Menggapai Hidayah” (2004), “Dukaku, Dukamu, Duka Indonesia (Do’a Buat Aceh dan Sumut)” (2005), “Kami Rindu Baginda Rasul (2005) dan Surat Cinta Buat Pohon – Pohon Meranggas (2006), Renungan Kermatian (2007), Ngena Ura (2007), Cermin (2007), Dalam Cinta, Ijinkan Kami Mengenangmu (2007), Safi’i dan Fatimah (2008). Sebagian besar disutradainya sendiri, sekaligus turut bermain.

Bukunya yang telah terbit antara lain “Negeri Air Mata” (Kumpulan cerpen, 2005), “Ketika kata Menjelma Cahaya” (Antologi puisi, 2005), “Kisah Laut, Jibril dan Presiden” (Kumpulan Cerpen, 2005), Dzikir – Dzikir Sunyi (Kumpulan Cerpen, 2006) Bima…, Cinta Ini Untukmu (Kumpulan Puisi, 2006), Lingi (Novel, 2006), Biarkan Sepi Menari (Novel, 2008) dan Bicara Cinta (Kumpulan puisi, 2008), Selaksa Makna Cinta (2010), Antologi Puisi Majapahit (2010), Sketsa (2010), Munajat Sesayat Do’a (2010), Hapuslah Air Matamu (2010), Cinta Jangan Kau Pergi (2011), Pengantin-pengantin Al-Quds (2011), Selaksa Makna Ramadhan (2011), Blogger Berbagi Kisah (2011), Cerita Cinta Ibunda (2011), Mangga Golek Impian (2011), Pohon Keberuntungan (2011), Dalam Kasih Ibu (2011), Rumah Air (2011),  Insya Allah beberapa  lainnya dalam proses penerbitan.

Saat ini, selain menulis lagu-lagu nasyid. Lagu-lagu ciptaannya terdapat dalam album soundtrack Lingi, Album Al-Ikhwan “Renungan (Nasyid dan Puisi) dan soundtrack drama radio Wadu Ntanda Rahi, juga telah membuat 3  film indie, Lingi (2005, kerja sama FLP NTB dengan Foscoom Multimedia), Seperti Penyair (2006, Kerjasama FLP NTB dengan Yayasan Taawun), Surat Cinta Berwarna Merah (Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Depdiknas Pusat, 2007), 45 Hari di Aceh (2008) dan Biarkan Sepi Menari (2010). Lakon dramanya Wadu Ntada Rahi awal 2008, disandiwara radiokan di RRI Mataram.

Kini, selain beraktifitas sebagai  Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah NTB, Pengurus Masjid Al-Amin, Pj. Dakwah Remaja Masjid Al - Amin, Pemred Majalah Cahaya (FLP NTB & Remas Al-Amin), juga adalah Pengurus BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kecamatan Bolo, bergabung dengan sanggar Pasapu Monca pada divisi sastra dan Theater, penyiar Q-Rana RBC FM,  lead vokal Tim Nasyid Al – Ikhwan, Pimpinan Sanggar SMAN 1 Madapangga, Pembina Olimpiade Komputer dan tentu saja, tetap menulis!

“La Ni Ringu” (Juara 3 nasional), “anak-anak merah putih” (10 besar nasional), “Gw anti rokok” (10 besar nasional), “Saksi” (juara 3 propinsi). Sosok guru ini juga merupakan penulis dari buku “Jangan Bercerai Bunda (Catatan Hati Seorang Istri) yang ditulisnya bersama Asma Nadia, kakak tingkatnya di MASTERA, “Cinta Bumi Gora”, “Di Tanahku Tak Ada Air mata” dan “Catatan Gokil Ramadhan”. [] - 03

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru