Dulu Ngemis Sekarang Dagang

KEPAQ, itulah sapaan akrabnya, berusia 40 tahun. Terlahir sebagai seorang yang cacat kedua kakinya, dan menjadi yatim piatu setelah berusia 6 tahun. Saat ini tinggal sebatangkara disebuah rumah kecil berukuran 16 m2 di dusun Puspalaya desa Arjangka kecamatan Pringgarata-Lombok Tengah. Rumah yang ditinggalinya merupakan hasil dari kerja kerasnya mengemis bertahun-tahun.Kesengsaraan masa kecilnya telah membuatnya banyak belajar tentang kehidupan, dia berprinsip bahwa “ jika aku banngkit aku hidup, jika aku menunggu belas kasihan keluarga dan orang disekitarku maka aku mati”. Prinsip tersebut telah membuahkan hasil dan membalik pandangan orang sekaligus menjadi motivasi bagi para pemuda dikampungnya untuk berjuang memperbaiki taraf hidup mereka.

Dulu, orang banyak menghina dan meremehkannya ketika pertama kali mengemis di wilayah narmada, tetapi dia tetap teguh dengan prinsipnya, sampai akhirnya dengan hasil yang ditabungnya dia mampu membeli motor Honda Merk Grand yang di gunakan sebagai transportasinya menuju lokasi ngemis dengan menyewa orang yang bersedia menjadi drivernya.

Kehidupannya saat ini tergolong cukup mapan, tidak hanya mampu membuat rumah, membeli motor baru, dia juga mempunyai cukup banyak simpanan yang dititip kepada adiknya yang baru mulai memperhatikannya sejak Kepaq mulai menggapai harapannya. Karena modalnya yang sudah lumayan, saat ini intensitas kerja mengemisnya sudah mulai dikurangi disamping kesehatannya yang sering terganggu. Dengan bantuan adiknya Kepak dibuatkan usaha kecil-kecilan di rumahnya seperti jual ban motor, bensin, tambal ban, dan barang kebutuhan lain yang dibutuhkan masyarakat pengguna motor.

Dengan kondisinya yang sudah cukup mapan, Kepaq berencana menikah dengan gadis idamannya. Dia berharap akan ada kelak dikemudian hari gadis yang tulus menerima kondisinya apa adanya. Bq.Siti Martina [] - 05

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru