Berkembang dari Usaha Ternak

KM Wadupa’a: Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak selamanya mampu menyokong kebutuhan hidup. Untuk itu diperlukan kreativitas lain untuk menyambung hidup. Hal itu setidaknya dirasakan Mulyadin, PNS di Kantor Kecamatan Soromandi.

Bagi bapak tiga anak ini, gaji PNS tak selamanya mampu menutupi kebutuhan rumah tangga. Apalagi jika memiliki pinjaman di bank atau lembaga pembiayaan lain. Namun kini bisa tenang sejak usaha ternak bebek berkembang. “Alhamdulillah mampu menutupi kebutuhan rumah tangga. Untuk kebutuhan anak dan istri. Karena terus terang kalau PNS hanya bisa mengandalkan gaji saja, itu nggak cukup. Apalagi kalau ada pinjaman di bank,” ujarnya di Soromandi, Kamis.

Dari usaha ternak bebek itu, Mulyadin mampu meraih hasil panen antara Rp1 juta- Rp 2juta. Dari hasil usaha itu, sebagian ia tabung kemudian digunakan untuk membuat tambahan kandang dan membeli mesin penetas telur. “Syukur juga ada adik-adik yang kuliah di Makasar. Jadi saya titip uang agar membeli mesin penetas harga satu juta di sana, bisa isi 50 butir. Saya semakin optimis,” ujar pria yang juga aktif dalam komunitas Wadupa’a ini.

Sekarang selain ternak bebek, ia juga mengembangkan usaha lele. Ribuan bibit lele diperoleh dari bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang diperuntukan untuk kelompok Samaweki komunitas KM Wadupa’a. (FS) - 05

Photo Caption: Ilustrasi

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru