logoblog

Cari

Meramu Luka Menjadi Karya

Meramu Luka Menjadi Karya

Ditinggal menikah oleh kekasih hati memang bukan perkara mudah bagi banyak orang. Move on, prosesnya memang tak secepat pengucapannya. Semua itu

Sosok Inspiratif

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
16 September, 2019 10:17:56
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 1904 Kali

Ditinggal menikah oleh kekasih hati memang bukan perkara mudah bagi banyak orang. Move on, prosesnya memang tak secepat pengucapannya. Semua itu telah dirasakan sendiri oleh Abdul Hanan Marwan, pemuda kelahiran Senyiur Lombok Timur, 28 Oktober 1991. Namun bedanya, laki-laki yang memilih nama panggung Tjerita Coeklat ini tak ingin larut dalam duka. Ia meramu segala lukanya menjadi karya.

Musik adalah wadah yang dipilih Hanan untuk menumpahkan segala perasaannya. Pengalaman ditingal menikah oleh perempuan yang amat disayanginya melahirkan sebuah lagu berjudul “Purnama Kelima”. Single pertamanya yang berkolaborasi dengan Dina Glistan ini sekaligus menjadi debut pertama Tjerita Coeklat di dunia permusikan. Kini lagunya ini bisa di dengarkan di aneka platform music yang ada, seperti, Itunes, spotify, joox, dan deezer.

Deras hujan di Telaga Warna

Badai rindu meninggalkan sendu

Hati ini keras, tak terbekas laras

Meski hujan deras mendera

Purnama kelima tak lagi terang

Kini telah hilang diterjang lebat

Pekat terbenam menghujat malam

Purnamaku hilang sudah

Deras hujan di segara warna

Teriakkan sendu, tinggalkan rindu

 

Baca Juga :


Hati ini keras, tak terbekas laras

Meski hujan deras mendera (https://www.youtube.com/watch?v=eV5k_c695ss)

Melalui proses pembuatan lagu ini sekaligus menjadi proses penyembuhan Hanan dari patah hati yang dirasakannya. Luka dituangkannya dalam setiap nada yang digubahnya. Semakin mendalami musiknya sendiri Hanan merasa dunianya semakin terbuka. Ia semakin banyak merenungi kehidupan, dan move on melupakan lukanya.

Laki-laki lulusan Universitas Pembangunan Nasional Jogjakarta ini sebenearnya sudah bermusik sejak duduk di bangku SMP. Ia mulai mahir memainkan gitar saat duduk di bangku sekolah menengah. Lusinan lagu telah diciptakannya sejak tahun 2016. Setelah lagu Purnama Kelima ini, Tjerita Cokelat dan teman duetnya Gina Glistan akan lanjut merilis lagu-lagu ciptaannya yang lain.

Dalam berkarya, Hanan mengaku tidak pernah menunggu moment-moment tertentu. Ia menulis lagu kapanpun inspirasi datang menghampirinya. Tak melulu soal cinta, Hanan juga banyak menulis soal filosofi kehidupan.

“Bagi saya kenapa karya mengena di hati? Itu karena karyanya tidak memaksa. Harus ngalir. Sama kayak angin berhembus sendiri dan menjatuhkan daun-daun kering,” tuturnya.

Yang unik dari nama panggung yang dipilihnya, Tjerita konon terinspirasi dari tanggal lahirnya yang merujuk pada surat ke-28 dalam AL-Quran yang berisi cerita-cerita. Sementara Coeklat berasal dari warna cokelat kesukaannya.

“Cokelat itu warna debu hal yang paling mendasar dalam hidup,” jelasnya. (novita)

 



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan