logoblog

Cari

Wanita Lansia Penangkap Sampah

Wanita Lansia Penangkap Sampah

KM. Sukamulia - Papuk Ucih, demikianlah nama seorang Wanita Lansia yang kerap terlihat menghabiskan waktunya duduk di atas bok sambil memegang

Sosok Inspiratif

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
11 Juni, 2019 21:53:03
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 1394 Kali

KM. Sukamulia - Papuk Ucih, demikianlah nama seorang Wanita Lansia yang kerap terlihat menghabiskan waktunya duduk di atas bok sambil memegang jaring bergagang kayu (sorok: bahasa Sasak). Dengan sorok itu si nenek menangkap sampah yang melintas di depannya.

Empat bulan terahir, saya memperhatikan aktifitas seorang wanita lansia yang selalu saya lihat duduk di atas bok yang di bawahnya terdapat parit saluran irigasi pertanian para petani di Subak Batu Gentong Desa Pohgading Kecamatan Pringgabaya.

Parit itu berada di pinggir jalan lintas Dedalpak-Pohgading. Setiap melintas di jalan itu (di sekitaran Dusun Kebon Montor Desa Pohgading), saya selalu melihat si nenek duduk di bok yang berada di atas parit itu, kecuali jika parit sedang tidak berair.

Saya penasaran melihat si nenek dengan sorok yang selalu menemaninya. Atas rasa penasaran itu, tadi sore saya meluangkan waktu memantau kegiatannya dan mencoba mewawancarainya. Sayangnya beliau sudah tidak begitu nyambung diajak berkomunikasi, ya maklum saja usia si nenek sudah mencapai 70-an tahun yang menyebabkan fungsi indera pendengarannya menurun derastis.

Selama hampir 15 menit berkomunikasi, si nenek hanya menjawab beberapa pertanyaan yang saya lontarkan berulang kali di dekat liang telinganya.

Papuk Ucih mengaku sudah cukup lama melakukan kegiatan itu (nyorok ronggo: bahasa Pohgading = menangkap sampah menggunakan sorok) untuk mengisi waktunya supaya beliau bisa mengumpulkan uang belanja.

"Saya sudah lama melakukan hal ini. Dengan menangkap sampah plastik, saya dapat mengumpulkan uang belanja", kata Papuk Ucih.

"Sehari saya bisa mengumpulkan 6 hingga 10 kilo gram sampah plastik. Sati kilo gram saya jual dengan harga Rp. 1.000", sambung si nenek dengan suara terbata-bata.

Papuk Ucih juga menceritakan bagwa ia melakukan pekerjaan itu bukan semata-mata karena tidak punya uang belanja. Hatta pun ia tidak melakukan kegiatan itu, beliau tetap diberi makan dan belanja oleh anak-anaknya. Hanya saja, ia bosan menghabiskan hari-harinya jika ia tidak melakukan suatu aktifitas/pekerjaan.

Wanita Lansia yang sehari-harinya duduk sambil menangkap sampah plastik dan kaleng yang hanyut dalam aliran air parit itu tinggal di rumah anak nya yang berlokasi di Dusun Kebon Montor Desa Pohgading. Kegiatan menangkap sampah juga ia lakukan di depan tempat tinggalnya.

 

Baca Juga :


Beliau terlihat sangat tangkas menangkap sampah. Sambil duduk santai, indra pengelihatannya mengawasi air yang mengalir. Saat ia melihat sampah plastik atau kaleng yang di bawa aliran air mendekati tempatnya, ia langsung mengayunkan sorok dan menangkap sampah itu. Ketika setengah jaringnya berisi, ia menumpah hasil tangkapannya ke dalam bakul yang telah ia siapkan.

Hal itu membuktikan bahwa Papuk Ucih melakukan pekerjaan itu sebab beliau memiliki motivasi kerja yang tinggi. Ia memilih menangkap sampah dari pada berdiam diri tanpa aktifitas. Alhasil, dengan semangat kerja itu ia dapat menghasilkan uang sendiri. Rata-ratakan saja perhari ia mendapat 7 kg sampah, maka dalam seminggu ia mendapatkan 49 kg dan jika per kilo gram dijual dengan harga Rp. 1.000 maka dalam seminggu si nenek memperoleh uang Rp. 49.000.

Penghasilan itu lumayan loch bagi kalangan lansia yang umumnya tidak memiliki pendapatan sendiri. Atau bahkan itu sangat luar biasa jika dibandingkan dengan pemuda yang tidak memiliki pendapatan sendiri sebab ia hari-garinya diisi dengan menganggur dan gengsi melakukan pekerjaan sebagaimana pekerjaan yang dilakukan oleh Papuk Ucih.

Hal yang menarik dari Papuk Ucih adalah kegiatan yang dilakukannya itu menginspirasi beberapa orang lansia yang tinggal bertetanggaan dengannya. Yaa beberapa kali kami melihat di sekitar tempat Papuk Ucih, terdapat juga lansia lain yang melakukan pekerjaan menangkap sampah di sekitaran aliran parit yang ada di sekitar Kebon Montor.

Dari beberapa orang lansia penangkap sampah itu, ternyata Papuk Ucih-lah yang pertama melakukan pekerjaan itu dan hanya beliau yang setia melakukan pekerjaan tersebut.

Pekerjaan yang dilakukan oleh Papuk Ucih berdanpak positif bagi para petani di wilayah Subak Batu Gentong. Kegiatan si nenek setidaknya dapat mengurangi sampah pkastik dan kaleng yang sampai ke lahan pertanian mereka.

Warga dan Pencinta Kampung Media yang kami banggakan, demikianlah cerita inspirasi yang dapat kami sajikan kali ini. Semoga cerita ini dapat menjadi sumber inspirasi kita dalam memelihara dan meningkatkan semangat kerja. Masak ia semangat kerja kita kalah oleh semangat kerja seorang lansia. Mohon maaf atas segala kekurangan, terimakasih atas kunjungannya dan Salam dari Kampung.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan