logoblog

Cari

Penggerak Kebangkitan Sosial Budaya Kesik

Penggerak Kebangkitan Sosial Budaya Kesik

KM. Sukamulia – Pada era sekarang ini, tidak sedikit masyarakat yang dada di seputaran Pulau Lombok yang mengalami degradasi moral sehingga

Sosok Inspiratif

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
01 Juni, 2019 00:08:38
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 4522 Kali

KM. Sukamulia – Pada era sekarang ini, tidak sedikit masyarakat yang dada di seputaran Pulau Lombok yang mengalami degradasi moral sehingga budaya tradional masyarakat mengalami degradasi yang cukup parah, termasuk dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Kesik Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Melihat hal tersebut, Andre Kurniawan mencoba melakukan pergerakan dengan tujuan untuk memulihkan keadaan sosial masyarakat sekitarnya dengan aktif dalam berbagai organisasi sosial sejak tahun 2011 dan kini gerakannya itu membawa perubahan yang cukup bagus bagi kehidupan sosial masyarakat Desa Kesik sehingga ia mendapatkan penghargaan sebagai Juara Satu Pemuda Pelopor Bidang Sosial Budaya Lombok Timur 2019.

Rendahnya kualitas SDM masyarakat dan jauh dari pembinaan. Efek dari hal tersebut menyebabkan terjadinya beberapa permasalahan sosial dalam kehidupan masyarakat, diantaranya maraknya pengguna miras pada golongan muda mudi, fenomena tawuran, hilangnya penghargaan terhadap nilai-nilai lokal, hilangnya keperdulian masyarakat akan pentingnya mempertahankan budaya lokal dan lainnya. 

Melihat hal tersebut, pemuda yang saat ini aktif sebagai Guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Desa Kesik Kecamatan Mabagik itu berpikir untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan sosial yang terjadi pada kalangan masyarakat sekitarnya, khusunya di Desa Kesik. Hal pertama yang dilakukannya adalah mencoba mengubang pola pikir dan pola kebiasaan masyarakat, khusunya golongan remaja dan pemuda dengan melaksanakan berbagai kegiatan sosial di lingkup Desa Kesik.

Mengubah pola piker dan kebiasaan merupakan hal yang lumayan sulit, lebih-lebih pada era globalisasi ini. Namun demikian, Andre Kurnawan tidak putus semangat untuk mewujudkan tujuannya mengubah kehidupan sosial budaya masyarakatnya agar menjadi lebih baik. Pemuda ini melakukan pergerakan secara bertahap dengan mempengaruhi beberapa remaja dan pemuda Desa Kesik ikut bersamanya di Karang Taruna Gerantim Desa Kesik.

Sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Gerantim Desa Kesik, sejak tahun 2016 Andre memulai gerakannya dari pengenalan tentang lokasi wisata sejarah, dimana ia mengajak remaja dan pemuda Desa Kesik melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, seperti Makam Putra Mahkota Selaparang di Lendang Nangka, Makam Selaparang, Masjid Kuno Bayan, Masjid Kuno Songak, Makam Anggaraksa dan tempat-tempat bersejarah lainnya yang ada di seputaran Lombok Timur.

Pemuda yang juga aktif sebagai Ketua Ikrar Toes sejak tahun 2011 ini, senantiasa aktif ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di desanya, seperti siskamling, gotong royong) dan kegiatan keagamaan (serakalan, kegiatan hari besar islam dan hiziban). Sejak tahun 2016, ia aktif mencari penjelasan tentang budaya lokal di berbagai wilayah Lombok Timur dan memperkenalkan budaya tersebut melalui jalur pendidikan seperti di TPQ Al-Munawwarah, SDN 1 Kesik dan SMK Al-Majidiyah NW Kesik. 

Sekitar pertengahan 2016, melalui Organisasi Ikrar Toes ia menjadwalkan latihan bermain gamelan untuk anggota Ikrar dan pemuda Desa Kesik yang berkeinginan memperdalam pengetahuan mengenai permainan seni Gamelan. Dalam seminggu, ia menjadwalkan kegiatan latihan gamelan sebanyak dua kali yaitu pada hari Rabu dan hari Sabtu. Hal ini dilakukan untuk menghidupkan sanggar seni gamelan Desa Kesik yang sudah cukup lama pakum.

Ide untuk melakukan kegiatan penggalian dan pelestarian budaya tradisional ini didapatkan dari pengamatan dan pengamatan yang dilakukan sejak tahun 2010. Dari pengamatan itu, ia melihat semakin semaraknya bentuk kesenian modern seperti berbagai mode di kalangan remaja yang merujuk kepada budaya kebarat-baratan. Hal ini menyebabkan para remaja lebih mengikuti pola trend barat hingga tidak jarang ditemukan banyak yang melakukan kegiatan yang menyimpang seperti konsumsi minuman keras dan tawuran. Disamping itu, semakin memudarnya bentuk kesenian tradisional dalam masyarakat, sangat menggugahnya untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional.

Pada awal pergerakannya, ia sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Bahkan, kegiatan yang ia kembangkan itu kerap kali dipandang sebagai kegiatan yang sia-sia, kolot dan tidak menjanjikan. Bahkan organisasi bentukannya (Ikrar Toes) dipandang sebagai kelompok yang sia-sia saja oleh masyarakat setempat.

Namun demikian, Andre sadar bahwa mengangkat dan melestarikan kesenian tradisional tentunya tidak akan dapat dilakukan tanpa dukungan dari orang lain. Berangkat dari hal itu, ia memutuskan untuk mengajak para pemuda Desa Kesik melakukan diskusi budaya dan turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan budaya dengan harapan akan dapat membuat para remaja dan masyarakat lainnya tergugah untuk ikut mengembangkan  kembali budaya tradisional.

Sejak aktif sebagai ketua Ikrar Toes, ia mulai berpikir untuk melakukan kegiatan penggalian, pelestarian dan pengembangan krestivitas seni dan budaya tradisional. Disamping itu, perbaikan sistem organisasi yang dikelola secara bertahap dan berkesinambungan. Sehingga ia melakukan berbagai pendekatan untuk dapat merubah pola pikir anggota Ikrar agar terbangun kesadaran pemuda untuk peduli dan mencintai seni budaya tradisional.

 

Baca Juga :


Mengintensifkan kegiatan Serakalan dan Gamelan Toqol yang dilakukan secara terjadwal dan bergilir,  bersama-sama masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, ikut secara aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat baik kegiatan hari-hari besar agama maupun kegiatan budaya masyarakat membuat ia mendapatkan perhatian dari masyarakat Desa Kesik.

Sejak tahun 2017, kegiatan mereka medapatkan dukungan dari masyarakat dan bahkan dari kalangan pemerintah desa sehingga ia semakin giat melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat membangkitkan berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat Desa Kesik. Berkembangnya kegiatan dalam aspek pengembangan kebudayaan tradisional yang ia rintis, tampak memiliki dampak yang cukup besar bagi masyarakat seperti fungsi kesenian tradisional (gamelan) yang ia bangun kembali (hidupkan kembali) sering digunakan oleh masyarakat untuk mengisi kegiatan-kegiatan budaya masyarakat, acara-acara pemerintah dan juga acara-acara pariwisata. Dengan demikian, masyarakat telah sangat berperan dengan ikut memberikan ruang gerak yang luas dalam mengembangkan dan melestarikan kembali bentuk-bentuk  kesenian tradisional di Desa Kesik.

Kegiatan menghidupkan sosial budaya masyarakat yang ia kembangkan, ternyata memiliki danpak yang positif bagi masyarakat sekitar, dimana kegiatan tersebut dapat mengangkat kesejahtraan hidup masyarakat khususnya para seniman (pemain gamelan). Tidak hanya itu, kegiatan yang dilaksanakannya juga dapat mengurangi tingkat penggunaan miras dan narkotika pada golongan remaja dan pemuda Desa Kesik, mengurangi tingkat terjadinya tauran antar pemuda, serta menghidupkan berbagai kegiatan religius di sekitaran Desa Kesik, seperti kegiatan Selakaran, Pengajian dan lain-lain.

“Untuk saat ini para seniman dapat sedikit lega karena ternyata seni tradisional bukan hanya dapat dijadikan sebagai media penyaluran hobi dan bakat seni  saja akan tetapi dapat pula menjadi salah satu sumber tambahan mata pencaharian dalam membantu ekonomi mereka. Sehingga saat ini beberapa hal telah mampu kami punya sendiri seperri mixer sound, becak konvoi sound. Selain itu sebagai bentuk pengembangannya dibuka usaha counter dimana dana awal berasal dari diri pribadi namun sekarang semua anggota remaja telah menanamkan modal dari hasil berkaryanya di gamelan”, ujar Andre.

Setelah melalui proses yang cukup panjang (dari tahun 2011 hingga 2019), Andre dapat merubah berbagai aspek kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Kesik, khusunya golongan remaja dan pemudanya. Berkat keteguhan dan tingginya kreatifitas dalam diri pemuda ini maka sejak tahun 2018 gerakannya mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, seperti dari Kuri Dalem Selaparang, Pemerintah Desa Kesik, Balai Arkeologi Nasional dan berbagai komunitas pemerhati sejarah dan budaya lokal di sekitar wilayah Lombok Timur.

Kegiatan yang digagas oleh Andre dan dilaksanakan berseta segenap anggota Ikrar Toes tidak hanya dilaksanakan di seputaran wilayah Desa Kesik Saja. Untuk kegiatan pengkajian sejarah dan budaya lokal di laksanakan diberbagai tempat, seperti ikut terlibat dalam pemugaran Makam Tua Lendang Nangka (Komplek Makam Panji Tilar Negara), pengkajian nilai-nilai historis Makam Selaparang, ikut serta dalam kegiatan pemugaran Situs Makam dan Goa Anggaraksa, ikut serta dalam kegiatan Maulid Adat Bayan dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya guna meningkatkan pengetahuan sejarah dan budaya lokal pemuda Desa Kesik agar mereka menghargai sejarah dan budaya lokal mereka.

Dengan demikian, tidak salah jika Andre Kurniawan diberikan penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Lombok Timur 2019 yang memperoleh Juara Satu Bidang Sosial Budaya. Perlu juga diketahui, bahwa Andre kerap mempublikasikan kegiatan-kegiatan sosial yang ia laksanakan bersama Ikrar melalui halaman Kampung Media NTB sebab Andre merupakan salah seorang anggota Kampung Media NTB yang cukup aktif mengelola halaman KM. Masbagik.

Semoga saja apa yang dilaksanakan oleh pemuda Lombok Timur yang satu ini mendapatkan ridho dari Allah SWT dan ia senantiasa termotivasi untuk terus melanjutkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan sosial budaya guna terciptanya kehidupan sosial yang baik pada kalangan masyarakat Desa Kesik pada khusunya dan masyarakat Kecamatan Masbagik serta Lombok Timur pada umumnya. Semoga pula ia dapat mewakili NTB sebagai salah seorang Pemuda Pelopor Nasional di tahun 2019 ini.

_By. Asri The Gila_



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan