logoblog

Cari

Memulung Untuk Kepentingan Masyarakat

Memulung Untuk Kepentingan Masyarakat

Mendengar kata ‘pemulung’ tentu terbayang di benak kita tentang sampah dan sosok manusia yang berpakaian kotor. Hal ini tentu wajar saja,

Sosok Inspiratif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
02 April, 2019 21:31:05
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 1598 Kali

Mendengar kata ‘pemulung’ tentu terbayang di benak kita tentang sampah dan sosok manusia yang berpakaian kotor. Hal ini tentu wajar saja, karena seringnya kita jumpai sosok pemulung yang sedang beraksi di pinggir jalan atau di berbagai titik pembuangan sampah dengan mengenakan pakaian kotor dan dilengkapi sebuah karung yang menempel pada puggungnya. Namun itu hanya pandangan secara umum, kali ini saya akan memperkenalkan seorang mahasiswa yang kini mengabdikan diri kepada masyarakat dengan cara bekerja sebagai pemulung.

Baiq Tania Saputri adalah seorang mahasiswa program studi sosiologi semester dua di Universitas Nashdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Terlepas dari dunia kampus, sejak tahun 2017, ia banyak mengabdikan diri di desanya, khususnya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Namun, semenjak ia melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di desanya, ia sering dipertemukan suatu kendala. Kendala yang sering ditemukan ketika ia bersama dengan teman atau warga lain adalah masalah pendanaan tehadap suatu kegiatan. Dari sinilah ia bersama dengan teman-teman segenerasinya berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan berusaha mencari dana atau anggaran agar semua kegiatan di desanya dapat berjalan dengan lancar.

Ide kreatif yang muncul pada diri Baiq Tania bersama dengan teman-teman segenerasinya dalam menyelesaikan suatu kendala terhadap kelancaran kegiatan di desanya. Pada awal Januari 2019, ia bersama dengan teman-teman segenerasinya mendirikan sebuah lembaga atau usaha pencarian dana masyarakat di desanya yaitu di Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Lombok barat dengan nama Usaha Sedekah Sampah Baitil Huda.

Tujuan dari Usaha Sedekah Sampah Baitil Huda yang telah dirintis oleh Baiq Tania bersama dengan teman-teman segenerasinya adalah untuk membiayai kegiatan masyarakat dan remaja yang ada di Desa Jeringo. Usaha ini pun mendapat respon dan dukungan baik dari berbagai pihak di Desa Jeringo, termasuk kepala desa setempat. Atas respon dan dukungan baik tersebut, Baiq Tania pun bersama dengan teman-teman segenerasinya menjalankan usaha sedekah sampah yang telah dirintisnya.

Modal awal dari Usaha Sedekah Sampah Baitil Huda adalah berawal dari pencarian dana lewat memulung. “Saya dan teman-teman yang bergabung di Usaha Sedekah Sampah Baitil Huda masing-masing bekerja atau aktif memulung demi untuk mencari modal awal dalam pengoperasian usaha ini,” ujar Baiq Tania di saat ditemui mencari barang-barang bekas di kampus Univesitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat.

Sistem pengoperasian kerja dari Usaha Sedekah Sampah Baitil Huda yaitu masing-asing anggota bekerja sebagai pemulung. Mereka pun tidak perlu malu untuk berhubungan langsung dengan tempat sampah atau memungut barang-barang bekas di berbagai titik sampah.

Baiq Tania mengatakan bahwa pada satu bulan terkhir yaitu pada akhir Januari 2019, kami berhasil mengumpulkan modal sebanyak 500.000 rupiah. Dan sampai sekarang pun kami masih tetap bekerja sebagai pemulung,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, berkat modal awal yang terkumpul dengan melalui pemulungan, sistem operasional kerja dari usaha yang dirintis oleh BaiqTania bersama dengan teman-teman segenerasinya yaitu melakukan usaha kerja sama dengan berbagai pihak sekolah dasar yang ada di Desa Jeringo dan sekitarnya. Mereka pun kini sudah mampu membeli barang-barang bekas atau sampah yang telah dipesan kepada sekolah.

 

Baca Juga :


Menurut Baiq Tania “Khusus sampah atau barang bekas yang dibeli di sekolah-sekolah, itu semuanya berasal dari anak sekolah, artinya setiap siswa diperintahkan oleh gurunya untuk membawa sampah atau barang bekas setiap hari. Kemudian kami membelinya, dan hasil jualan mereka itu nanti dipakai untuk keperluan sekolah,”ujar Baiq Tania dengan nada yang penuh semangat.

Mengenai jenis barang bekas serta harganya, Baiq Tania menyampaikan, “Jenis barang bekas atau sampah yang kami beli adalah botol atau gelas plastik, kertas atau buku-buku bekas. Mengenai harga, ketas kami hargai barang 1200 rupiah per kilo gram, sedangkan plastik seharga 2200 rupiah per kilo gram.”Ujar Baiq Tania sembari membenahi barang-barang bekas yang telah didaptkan di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat.

Menurut Lalu Candra Prayuda, selaku Ketua Usaha Sedekah Sampah Baitil Huda mengatakan, “Agar usaha pencarian dana yang telah dirintis oleh kami atau generasi muda dari Desa Jeringo, maka selain kami membeli sampah di berbagai sekolah, kami pun juga masih tetap mencari sampah atau barang-barang bekas secara langsung di berbagai titik sampah yang ada, “ujarnya disaat menemani Baiq Tania mencari barang bekas di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Sejurus itu, ia pun juga menceritakan bahwa mereka telah berhasil membantu beberapa kegiatan masyarakat di desanya, atas berkat usaha pencarian dana dari lembaga yang mereka telah rintis.

Selain itu, anggapan orang-orang bahwa pekerjaan pemulung adalah suatu jenis pekerjaan yang termarginalkan. Mengingat pekerjaan ini bersentuhan langsung dengan sampah, terlebih ketika jenis pekerjaan ini kebanyakan digeluti oleh orang-orang yang tingkat pendidikannya rendah dan tidak memiliki modal untuk berusaha. Namun bagi Baiq Tania tetap saja mengabaikan anggapan seperti itu, bahkan ia pun tetap aktif menjalani profesinya sebagai pemulung di saat ia pulang dari kampus.

“Pemulung adalah suatu profesi yang banyak ditekuni oleh orang-orang yang pendidikannya rendah dan tidak memiliki keterampilan tertentu, serta memiliki tingkat perekonomian yang sangat rendah. Tapi bagi saya, apapun jenis pekerjaannya, yang penting itu adalah halal dan kita tetap percaya diri dan mampu mencintai pekerjaan itu, apalagi pekerjaan ini saya lakukan demi untuk kepentingan masyarakat, saya tetapjalankan” ujar Baiq Tania.

Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa ketika kita diperhadapkan pada suatu kendala, kendala itu dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Seperti kendala yang ditemukan oleh Baiq Tani bersama dengan teman-teman segenerasinya dalam melancarkan suatu kegiatan di desanya, mereka pun mengawalinya dengan melibatkan diri pada sektor pekerjaan yang dimarginalkan oleh kebanyakan orang, namun karena demi untuk mencapai suatu tujuan, mereka pun melakukan hal itu dengan menanamkan rasa kepercayaan diri pada diri mereka masing-masing.



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan