logoblog

Cari

Kisah Heroik Taufik Bocah Penyandang Disabilitas

Kisah Heroik Taufik Bocah Penyandang Disabilitas

Dibalik bencana yang terjadi ada saja kisah heroik yang muncul. Salah satunya adalah saat terjadinya gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok

Sosok Inspiratif

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
24 Maret, 2019 21:33:10
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 6545 Kali

Dibalik bencana yang terjadi ada saja kisah heroik yang muncul. Salah satunya adalah saat terjadinya gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok pada Ahad Sore 17 Maret lalu. Kisah heroik ini datang dari Taufik, seorang bocah penyandang disabilitas asal desa Senaru kabupaten Lombok timur.

Nama Taufik sontak menjadi buah bibir tidak hanya dikalangan masyarakat desa Senaru, namun juga para Warga Negara Asing (WNA) asal negeri jiran Malaysia. Keberaniannya menyelamatkan para WNA yang terjebak longsor di air terjun tiu kelep saat gempa berkekuatan Magnitudo 5,8 mengguncang destinasi wisata itu, mendapat apresiasi dan penghargaan yang begitu tinggi dari para wisatawan tersebut khususnya Pemerintah Kerajaan Malaysia.

Berkat keberaniannya meski ditengah keterbatasan. Jiwa pahlawan dalam diri bocah usia enam tahun tersebut begitu menggelora. Saat itu, Putra pasangan Jayanom dan Mistranep ini dengan gagah berani turun membantu para wisatawan keluar dari lokasi air terjun."Kita baru setengah jam sampai air terjun tiba- tiba gempa dan longsor. Lalu taufik ini datang menuntun kami dan menunjukkan jalan keluar hingga akhirnya kami bisa selamat, dia adalah penyelamat yang paling kecil," ujar Wong siew lim salah satu korban gempa yang selamat, Ahad (24/03).

Taufik sudah menjadi pemandu wisata di kawasan air terjun tiu kelep sejak usia 4 tahun. Bersama dengan bocah seusianya. Taufik yang memiliki keterbatasan mendengar dan berbicara ini setiap hari sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 06.00 sore  bekerja membantu ekonomi keluarga memandu para wisatawan keluar masuk air terjun.

"Kesehariannya ya nganter tamu turun naik air terjun," ujar Nawari tetangga taufik.

Anak kedua dari dua bersaudara ini sudah memiliki keterbatasan sejak lahir. Kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Karena keterbatasan ekonomi taufik harus ikut bekerja mengumpulkan pundi - pundi rupiah membantu orangtuanya.

"Kalau uang yang di dapat sekali nganter tamu itu paling sedikit 25 sampai 30 ribu rupiah sehari," tambah Nawari. 

*WNA MALAYSIA SEBUT TAUFIK PAHLAWAN*

Kini, kisah kepahlawanan taufik tersohor hingga ke negara tetangga yakni Malaysia. Bahkan Pemerintah Kerajaan Malaysia berniat untuk menjadikan taufik sebagai simbol pahlawan, karena semangatnya menyelamatkan nyawa manusia lainnya.

"Kita akan mengusulkan kepada kerajaan Malaysia untuk membiayai pengobatan taufik hingga normal dan membiayai pendidikannya juga hingga jenjang universitas. Ini sebagai upaya menghargai semangat keberanian taufik menyelamatkan rakyat Malaysia. Juga sebagai tanda eratnya hubungan negara Indonesia dan Malaysia nanti," ujar Syahrir Azfar bin Saleh Koordinator Organisasi Global Peace Mission Malaysia.

Selain itu, Pemerintah Malaysia juga berencana untuk mengadopsi Taufik untuk dibawa ke negara Malaysia. "Ini yang masih akan kita bicarakan dengan orangtua Taufik nanti. Kemarin baru berbicara dengan pamannya saja. Akan kita usahakan, semoga mendapat persetujuan. Demi kebaikan taufik," imbuh Syahrir.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengamini niat baik Pemerintah Malaysia untuk mengadopsi Taufik dan membantu biaya pengobatan serta pendidikannya hingga jenjang Universitas. "Kalau demi kebaikan dan masa depan Taufik kami ikhlas. Karena akan dipulihkan melalui operasi. Hari ini seperti ini, mungkin nanti bisa jadi diluar ekspektasi kita," ujarnya.

Hal tersebut juga bisa dijadikan sebagai simbol persaudaraan antara Malaysia dengan Indonesia serta jadi perantara hubungan antara Malaysia dan Indonesia khususnya NTB dan Lombok Utara. "Kemarin sudah ada tiga kerajaan dari Malaysia datang berkunjung ke KLU untuk melakukan kerjasama di bidang ekspor dan impor," terangnya.

Taufik menjadi simbol bahwa keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk membantu saudara yang membutuhkan pertolongan meski orang asing sekalipun. (Luk- tim media).

 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan