logoblog

Cari

Pak Adi, Tuna Daksa Relawan Demokrasi KPU

Pak Adi, Tuna Daksa Relawan Demokrasi KPU

Persaiangan didunia memang semakin hari semakin keras, menjujung diri sendiri dengan mencari sebuah nama yang baik terlihat. mencari arti hidup tanpa

Sosok Inspiratif

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
24 Februari, 2019 13:34:38
Sosok Inspiratif
Komentar: 3
Dibaca: 6868 Kali

Persaiangan didunia memang semakin hari semakin keras, menjujung diri sendiri dengan mencari sebuah nama yang baik terlihat. mencari arti hidup tanpa sebuah rasa lelah untuk menjadikan dirinya dikenal orang tanpa memikirkan beban atau kesakitan pada dirinya. Apalagi orang yang memang sudah termasuk dalam penyandang Disabilitas yang susah untuk mencari sebuah arti hidup dengan penyakit yang di Alami. Namun berbeda dengan bapak Adi ini. 

Pak adi merupakan seorang yang termasuk penyandang Disabilitas Tuna Daksa, iya selalu di temani dengan tongkat kuatnya untuk menopang perjalanannya, tapi beliau adalah orang yang kuat yang selalu ingin disamakan dengan orang Normal yang tanpa penyakit. Dia bersama tongkat dan motor 3 rodanya itu selalu membawanya pergi kemana yang ingin di laluinya, dan Alhamdulillah hingga saat ini beliau termasuk menjadi seorang relawan demokrasi KPU yang basis Disabilitas. 

Siapa yang tidak kenal dengan beliau ini. Beliau juga mengenal banyak pemerintah daerah,  anggota legislati,  pemerintah kabupaten pun juga dikenalnya.  Beliau juga sering berbincang bincang dengan petinggi petinggi. Bukan masalah tentang memperkenalkan bahwa dia termasuk sebagia penyandang disabilitas, Namun beliau berjuang untuk bagaimana menjadikan dirinya untuk tidak dikucilkan gara gara penyakitnya.  Dia bersama komunitasnya juga sangat luar biasa loo.  
Komunitas penyandang disabilitas ini sudah banyak yang mengenalnya, bahkan mereka sering melakukan acara bulanan untuk tetep menjaga tali silaturrahim antara sesama.  Acara bulanan ini adalah acara yasinan bersama penyandang disabilitas termasuk juga Pak adi ini selalu eksis dalam komunitasnya. 

Setelah KPU melakukan rekrutmen relawan Demokrasi kemarin 11 basis yang termasuk didalam relawan demokrasi ini harus melakukan sosialisasi di setiap tiap tempat, basis Disabilitas juga tergolongkan kedalam basis tersebut,  dan alhamdulillah juga Pak adi ini merupakan salah satu orang kelompok di Basis disabilitas.  Setiap basis yang tergolong memiliki 5 orang dalam satu basis, berarti 55 orang relawan demokrasi akan mensosialisasikan pentingnya pemilu serentak 2019 ini. 

Basis Disabilitas dengan 5 orang ini yaitu Ardi, yusuf azami,  firman,  dan salah satunya adalah Pak adi ini.  Bayangkan saja bahwa dalam 3 bulan ini akan mensosialisasikan pentingnya pemilu di setiap daerah Lombok Tengah.  

Ardi yang sebagai ketua kelompok basis disabilitas ini pernah menayakan tentang capek atau tidaknya berjalan kepada pak adi, "kalau masalah jalan ya tentunya pasti capek,  namun kita harus berjuang demi keluarga",ujar pak adi.  Seolah olah kami tidak rela membiarkan pak adi bekerja namun karena beliau juga termasuk dalam relawan harus berani ambil resiko. 

 

Baca Juga :


Selama satu bulan berjalan mensosialisakan pentingnya pemilu 2019 ini, pak adi kelihatannya tidak pernah lelah, namun kami yang sebagai temannya juga tidak ingin melihatnya terlalu kelelahan, karena kita juga tahu bahwa apa yang beliau rasakan ketika berjalan dengan tongkatnya.  

Memang yang namanya perjuangan harus sungguh sungguh,  apalagi memperjuangkan dengan melihat seorang keluarga atau orang tua pekerjaan apapun pasti terasa ringan kita kerjakan. Sama halnya dengan pak adi yang harus menafkahi seorang istri dan satu orang anak yang kini duduk di bangku kelas 6 SD.  

untungnya juga iya tuhan itu adil,  yang namanya orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.  Saya lihat juga pak Adi termasuk orang pintar, dia selalu eksis dalam segala hal Pemilhan Umun,  baik tingkat Dusun hingga paling tinggi, Beliau selalu ikut nimbrung sebagai anggota kpps untuk memberikannya pengalaman.  Memang patut kita contohi orang seperti ini, jangan gara gara memiliki penyakit terus merasa hidupnya tidak baikk.  Percayalah bahwa tuhan itu selalu adil dalam hal apapun. 

Hidup memang harus diperjuangkan, jangan sampai kita dipencundangi oleh dunia kita sendiri. Perlu kita belajar dari sosok pak adi ini, meskipun beliau tidak normal seperti kitaa namun perjuangannya jauh lebih besar dari kita yang tidak memiliki kesakitan seperti beliau.  Masa kita yang sebagai orang normal harus kalah dengan orang yang terkena penyandang disabilitas.  Kita juga harus berjuang demi masa depan kita, agar hidup kita lebih cerah kedepannya.



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. Firman PurnaWirawan

    Firman PurnaWirawan

    05 Maret, 2019

    Pak adi memang perlu menjadi contoh bang. Meskipun beliau termasuk penyandang disabilitas tali kerjanya luar biasa. Saya temannya di relawan demokrasi melihatnya tak pernah lelah


  • burex muridmacel

    burex muridmacel

    28 Februari, 2019

    sukses slalu pak adi atas perjuangannya


    1. Firman PurnaWirawan

      Firman PurnaWirawan

      05 Maret, 2019

      Heee iyaa bang. Pak adi memang saya lihat bijaksana juga. On time juga bang. Tak pernah lelah meskipun dia termasuk tuna daksa


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan