logoblog

Cari

Dari Hobi Menjadi Rupiah

Dari Hobi Menjadi Rupiah

Persaingan yang cukup ketat dalam dunia bisnis tidak bisa dipungkiri. Hal ini kerap membuat para pengusaha harus siap memutar otak mencari

Sosok Inspiratif

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
15 Februari, 2019 21:59:20
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 7735 Kali

Persaingan yang cukup ketat dalam dunia bisnis tidak bisa dipungkiri. Hal ini kerap membuat para pengusaha harus siap memutar otak mencari inovasi baru bagaimana agar bisnis yang dijalankan bisa tetap eksis.

Salah satu bisnis yang kini mulai banyak bermunculan dan cukup digandrungi dikalangan para penggemar franchise adalah bisnis Thai Tea. Varian teh asal negeri gajah putih Thailand ini mulai ngehits dan banyak dijadikan ladang bisnis. 

Era Agustina Y menjadi satu dari sekian banyak pengusaha muda di NTB yang cukup sukses menjalankan bisnisnya. Meski tergolong pemula, namun Era sapaan akrab gadis kelahiran Mataram 22 Agustus 1991 tersebut sudah berhasil memperkenalkan brand usahanya sendiri. 

Usaha yang berawal dari hobi ini sudah cukup familiar dikalangan penggemar thai tea. Thook Thai tea adalah brand yang disematkan Era. Brand yang ia ciptakan sendiri ini bukan tanpa makna. Thook dalam bahasa Thailand artinya murah, jadi Thook thai tea adalah teh Thailand yang murah. 

Gadis yang berprofesi sebagai dosen salah satu Universitas di Yogyakarta ini menuturkan, awal mula munculnya ide berjualan thai tea adalah berawal dari hobi. 

"Karena suka sekali minum thai tea, terus melihat antusiasme masyarakat terhadap thai tea itu sendiri, saya jadi berpikir untuk menjual produk berkualitas dengan harga yang murah. Kebetulan juga di Mataram yang banyak saya temui kualitas baik tapi harga tinggi. Nah, ini yang buat saya tergerak berjualan thai tea dengan harga murah,"Ujarnya Jumat (17/02).

Selain hobi, juga karena melihat permasalahan ekonomi global saat ini yang membuat orang semakin sulit mendapatkan lapangan pekerjaan,"Sementara kita butuh uang untuk kebutuhan, jadi tidak ada cara lain selain create money dengan berwirausaha," lanjut gadis yang telah menyelesaikan studi S2 Ekonomi Bisnis di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada 2018 lalu.

Dalam berbisnis bukan tidak mungkin akan berhadapan dengan kegagalan. Pasang surut dalam dunia usaha sangatlah wajar. Hal ini juga pernah dialami Era ketika ia memilih untuk terjun dalam dunia bisnis. Beberapa usaha pernah digelutinya seperti berjualan pulsa, salad buah, laundry dan rumah kos.

"Pernah gagal dulu waktu buka usaha laundry. Karena kan itu butuh tenaga ekstra jadi kurang bisa handle, cuma bertahan sebentar terus tutup. Jual pulsa juga karena kurang ada passion jualan barang atau hal seperti itu jadi stop juga," imbuhnya.

Meski pernah gagal namun tidak lantas membuat semangat Era luntur untuk kembali menekuni dunia bisnis. Buktinya, usaha thai tea yang ia geluti saat ini cukup dikenal masyarakat. Terlebih dengan brand yang mudah diingat. Bahkan saat ini sudah ada pelanggan tetap. Hal inilah yang terus memicu semangat Era untuk semakin meningkatkan kualitas usahanya. 

"Kita sudah punya pelanggan tetap yang selalu beli. Bahkan respon beberapa pembeli sangat baik, misalnya enak ya padahal murah, ini buat kita lebih semangat," ucapnya.

Selain itu, beberapa kendala yang dihadapi Era selama membuka usaha thook thai tea nya adalah merasa kesulitan untuk membangun brand image sendiri. Karena sebelum Thook sudah banyak sekali usaha thai tea yang bermunculan khususnya di Mataram.

 

Baca Juga :


"Agak susah awalnya untuk membangun brand image sendiri sehingga bisa cukup dikenal seperti sekarang. Jadi harus kerja ekstra sabar,"terangnya. 

Bermodal kerja keras tersebut membuat usahanya semakin dikenal luas. Kini Era sudah memiliki beberapa karyawan."Saya bersyukur karena respon masyarakat selama saya buka sangat baik. Belum ada keluhan yang berarti terutama soal rasa, karena memang tujuan awalnya menjual produk murah dengan kualitas yang baik,"jelasnya.

Dalam memulai bisnis lanjut Era, intinya adalah jangan takut untuk mencoba. Karena jika tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita temui. Tetap konsisten dengan kualitas serta berbeda dari yang lain. 

"Perhatikan entah itu dari aspek harga, rasa dan packaging," ujarnya.

Selain itu, memulai sebuah bisnis tidak harus bermula dari modal yang besar dan tempat yang mewah. Mulai dari lapak kecil pun juga bisa. Hal ini untuk mengantisipasi stres atau pusing dengan persoalan modal misalnya sewa ruko buat usaha, ternyata pemasukan belum bisa mengcover biaya modal, itu kadang yang membuat orang menjadi stres. 

"Karena saya bermula dari modal yang tidak cukup besar, jadi pengelolaan bisnis juga tidak stres. Misal, kalo kita dari modal besar, pasti puter otak bagaimana agar modalnya cepat kembali. ya mungkin dengan cara mengurangi kualitas rasa, harga produk di mahalkan, dan lainnya. Jadi karena modal saya tidak terlalu besar, bersukurnya hal-hal seperti itu tidak terjadi pada bisnis thai tea saya ini,"tukasnya. 

Perlahan tapi pasti. Bermodal ketekunan. Dalam sehari keuntungan yang didapat dari thook thai tea tersebut berkisar antara 250 hingga 500 ribu rupiah. Sementara untuk keuntungan perbulannya bisa mencapai 6 juta rupiah."Karena usaha itu cash flownya tidak tetap atau berubah-ubah. Jadi kita tidak bisa memastikan pemasukan hari ini akan sama dengan pemasukan besok. Kadang situasional saja, kalau hari libur anak kuliahan malah minim pendapatan," jelasnya.

Thook thai tea tersedia dalam berbagai varian rasa seperti original thai tea, green thai tea, black tea dan milo thai tea. "Masing- masing varian memiliki penikmatnya tersendiri. Tapi yang paling laris original thai tea, green thai tea, sama milo thai tea," tambahnya lagi.

Bagi para penggemar thai tea, thook thai tea bisa menjadi alternatif pilihan. Satu gelas thook thai tea dibandrol dengan harga yang cukup murah. Mulai dari 5 ribu hingga 15 ribu rupiah. Buka mulai pukul 5 sore hingga 8 malam di jalan Panjitilar negara Kekalik Mataram. (Luk- tim media).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan