logoblog

Cari

Pemuda Yatim Dirikan Komunitas Bina Generasi

Pemuda Yatim Dirikan Komunitas Bina Generasi

Disaat pemuda lain sibuk dengan zaman globalisasi yang dihiasi oleh kecanggihan teknologi tak terbatas. Mungkin di antara jutaan pemuda, hanya segelintir

Sosok Inspiratif

Suparman
Oleh Suparman
13 Februari, 2019 00:30:36
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 4080 Kali

Disaat pemuda lain sibuk dengan zaman globalisasi yang dihiasi oleh kecanggihan teknologi tak terbatas. Mungkin di antara jutaan pemuda, hanya segelintir orang yang memiliki rasa kepeduliaan sesama, terutama  mengajarkan anak-anak tanpa mengharapkan imbalan apapun. Merangkul tanpa harus membiarkan, mengajarkan tanpa berharap upah dan mendidik tak berharap di anggap sebagai seorang pendidik.

Melihat anak-anak yang mulai terpengaruhi oleh pergaulan bebas, perjudian yang merajalela bahkan pemakain obat-obat terlarang, membuat ia tercengang untuk bertindak, tanpa harus melakukan kekerasan atau tindakan yang merugikan orang lain. Meskipun usaha untuk menghentikan tak selalu berjalan mulus.

Atas dasar itulah, Jonifrianto (24)  seorang pemuda yatim asal Desa O'o Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendirikan sebuah komunitas "Rumah Belajar Bina Generasi" yang dibantu oleh beberapa sahabatnya sejak tahun 2016 lalu. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam semester VII di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Dompu. Ia selalu menghabiskan waktu bersama anak-anak binaannya.

Pemuda tegar dengan jiwa sosial peduli generasi itu, tetap menjadi pangkuan bagi anak-anak binaannya. Walaupun sang ayah lebih dulu menghadap Sang Pencipta sejak Enam tahun silam. Niat baiknya merintis rumah belajar ini, merupakan usaha yang dilakukan untuk membina karakter, perilaku, akhlak yang baik serta mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum lainnya. Seperti belajar Iqro, al-Qur'an, pemahaman dasar Islam, dan mengajarkan tentang bahasa Inggris.

"Karena dengan demikian, kami bisa mengawasi mereka agar tetap dalam koridor yang baik," ungkap Jon sapaan akrabnya pemuda itu saat dikonfirmasi melalui WhatApp, Selasa (12/2).

Selain itu, Ia menjelaskan bahwa Komunitas Rumah Belajar BINA GENERASI ini, didirikan atas dasar kesadaran sebagai pemuda untuk mengambil bagian dalam membina generasi. Di pertengahan tahun 2016 perjudian semakin merajalela yang menghebohkan warga desa. Bahkan kasus itu menjalar pada kasus pencurian. 

"Yang kami lihat, Tak sedikit pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA terlibat juga dalam kasus tersebut. Jika mereka kalah dalam permainan judi, pasti akan memudahkan aksi pencurian. Walaupun saya dan pemuda karang taruna Desa O'o telah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk membubarkan. Tapi masih saja mereka bermain di tempat lain," jelasnya.

Menurutnya, semangat ini terus ditingkatkan demi menggapai orientasi awal untuk menjaga generasi berikutnya. Perjalanan selama dua tahun lebih, BINA GENERASI telah berhasil mendidik lebih kurang 50 anak-anak desa dengan ragam kisah mengharukan "Karena berkali-kali kami pindah tempat dari suatu tempat ke tempat lain. Kami sangat kewalahan masalah tempat. Sekalipun teras rumah, toko milik tetangga, bahkan ruang tamu rumah saya pribadi kerap kali jadi tempat kami belajar," keluhnya.

Selain di rumah tempat kegiatan belajar mengajar, ia juga mengajak binaannya untuk tetap meramaikan masjid-masjid yang ada di desa dengan kegiatan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran serta sholat wajib lima kali sehari semalam tetap dilakukan.

 

Baca Juga :


"Kami juga tetap mengajak anak-anak sholat di masjid secara berjamaan, usai sholat mereka juga menghafal ayat-ayat pendek," tuturnya.

Tidak hanya sampai sebatas itu, pemuda yang pernah bercita-cita menjadi Akutansi Pemerintahan ini. Mengajarkan anak-anak untuk menjaga lingkungan sekitar dengan mengharuskan membawa 50 botol bekas setiap hari nya. Ia katakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk mengurangi limbah sampah dan menambah nilai ekonomis.

"Sekarang, Alhamdulillah rumah belajar BINA GENERASI kami sudah ada donatur tetap dari warga desa yang dermawan. Sekalipun nilai nya sangat kecil, tapi kami sangat bersukur dengan bantuan yang ada," imbuh Jon.

Kebanggaan dan semangat tetap membara dalam diri anak-anak binaannya. Ia jelaskan, karena sudah banyak kegiatan sosial yg sudah mereka konstribusikan. Mulai dari penggalangan dana untuk saudara yang membutuhkan, juga kegiatan bersih-bersih setiap hari ahad.

Semua yang dilakukan, berusaha untuk memberikan hal-hal bermanfaat bagi orang lain. Tanpa ada fasilitas memadai, tanpa ada anggaran yang mendukung serta sarana dan prasarana lainnya. Harapan untuk membentuk generasi membanggakan berawal dari ruang tamu yang sempit dari rumah milik keluarhanya. Semuanya hanya berharap ridho dari Allah SWT.

Salam kami dari rumah belajar BINA GENERASI. (Man)



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan