logoblog

Cari

PNS Yang Tak Malu Nyabit Rumput

 PNS Yang Tak Malu Nyabit Rumput

(foto Ilustrasi) Kampung-Media.com— Untuk menemukan sosok sederhana tanpa rasa gengsi sangat sulit di tengah pandangan hidup masyarakat kekinian yang serba materialistik,

Sosok Inspiratif

KM. Wadupa-a
Oleh KM. Wadupa-a
12 Februari, 2019 21:04:18
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 3400 Kali

(foto Ilustrasi)

Kampung-Media.com— Untuk menemukan sosok sederhana tanpa rasa gengsi sangat sulit di tengah pandangan hidup masyarakat kekinian yang serba materialistik, selalu mengukur kesuksesan dengan jabatan tinggi, label organisasi yang banyak, pendidikan tinggi, material berlimpah, punya mobil, rumah bagus dan serba hedonis. Namun sosok langka itu ada di Dusun Nanga Lere Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

Namanya Pak Mulyadin, orang-orang di kampung Bajo akrab memanggilnya dengan nama demikian. Ia lebih dikenal lagi Pak Mul Pol PP. Itu karena sejak awal diangkat sebagai PNS, Pak Mulyadin memang sudah bertugas sebagai Polisi Pamong Praja. Ketika itu Kabupaten Bima dipimpin oleh Drs H Zainul Arifin. Tugasnya menjaga keamanan kantor Bupati Bima dan sesekali turun ke sejumlah kecamatan.

Seiring waktu Mulyadin dimutasi dan diangkat sebagai Kepala Seksi Trantib Kecamatan Soromandi ketika Kabupaten Bima dipimpin oleh almarhum H Fery Zulkarnain ST, Bupati Bima yang menjadi kepala daerah hingga akhir tahun 2014 lalu.

“Dulu di Desa Bajo saya sering melatih anak-anak desa untuk ikut beladiri Black Panther. Kebetulan saat kuliah di Makassar saya aktif di Menwa dan bela diri Black Panther. Rupanya saat kunjungan Bapak Bupati H Zainul melewati Desa Bajo suka melihat latihan itu. Saya dipanggil hingga akhirnya saya masuk bekerja sebagai Pol PP di daerah,” ujar pria bertitel Sarjana Agama ini.

Sebelum menjadi PNS di Kabupaten Bima, bapak tiga anak ini pernah bekerja di Papua sebagai tenaga di Bandara provinsi setempat. Beberapa daerah di Ujung Timur Indonesia itu sudah pernah dijelajahinya. Bahkan naik pesawat Hercules milik TNI merupakan pengalaman yang berulang-ulang dirasakannya ketika bekerja di sana.

“Di sana waktu itu harga barang serba mahal. Apalagi harga semen sangat mahal. Banyak orang Bima yang bekerja di sana termasuk saya, hingga akhirnya saya memutuskan kembali ke Bima dan alhmadulillah sampai menjadi PNS,” katanya.

Selama menjadi PNS, Mulyadin tak hanya fokus bekerja di kantor. Waktu luangnya di rumah dimanfaatkan untuk menggeluti sejumlah usaha seperti beternak ayam kampung, bebek peking. Tahun 2014 ketika banyak warga di Bima memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya lele, ia juga ikut memelihara lele di pekarangan rumahnya, walaupun hanya sukses untuk konsumsi keluarga.

Saat Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Barat tahun 2013 lalu dan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 lalu, pria ini mendapat tugas sebagai Kepala Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Soromandi. Di tengah kesibukan tugas utamanya sebagai Kepala Seksi Trantib Kecamatan Soromandi dan sebagai Kepala Sekretariat Panwaslu Kecamatan Soromandi, ia selalu menyempatkan diri menggeluti berbagai aktivitas lain. Salah satu yang paling digelutinya adalah beternak ayam kampung dan bebek peking. Bahkan ia mendapatkan kiriman dari juniornya mahasiswa di Makassar.

“Alhamdulilah untuk hasil bebek peking itu bisa sampai satu juta lebih dalam sebulan. Sambil pakai mesin penetas telur untuk ayam dan bebek,” katanya.

 

Baca Juga :


Seiring waktu, Mulyadin juga beternak kambing. Maka sering pula ia pergi menyabit rumput di sawah dan mengangkutnya dengan sepeda motor kemudian memikulnya di kadang.  “Prinsip saya tidak ada rasa malu untuk hal-hal positif, ngapai malu dan gengsi. Itu juga diajarkan orang tua kepada saya dan saudara-saudara saya,” katanya.

Di tengah kesibukan rutinitasnya sebagai PNS yang memiliki jabatan, Mulyadin juga sering terlibat kegiatan sosial. Ia juga meluangkan waktu membantu istrinya yang terkadang membuat kue kering yang dijual saat lebaran. Dengan kendaraan bemo tua hasil modifikasi pick up bekas yang dibelinya, sesekali ia mengantar warga yang butuh tumpangan seperti ibu PKK yang hendak ikut kegiatan di kantor Pemda Bima di Lingkungan Godo Dadibou Woha Kabupaten Bima.

Sejak tahun 2018, Mulyadin memiliki usaha baru yaitu sarang burung walet di lantai dua rumahnya yang belum dimanfaatkannya. Ihwal hadirnya gerombolan burung walet di lantai dua rumahnya tanpa disadari dan tanpa disangka-sangkanya. Rumahnya yang berada tepat di belakang Lapangan Sepak Bola Nanga Lere  Dusun Nanga Lere Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima jaraknya lebih kurang 250 meter dari tepi laut Teluk Bima.

“Alhamdulillah saya tidak sangka burung walet datang hinggap, baru beberapa bulan sudah ada 20 sarang dan sekarang semakin banyak. Mungkin itu rejeki dari Allah,” ucapnya.

Pola hidup sederhana meskipun sudah menjadi PNS yang menjadi kebiasaan hidup Mulyadin rupanya mengalir dari gaya hidup orangtuanya HM Ali, warga Bajo pensiunan PNS guru yang pernah menjabat kepala sekolah di Kecamatan Donggo. Bahkan dulu hampir setiap hari, tiap sore HM Ali, orang tua Mulyadin selalu menyempatkan waktu menyabit rumput di sawah untuk pakan ternak. Jabatan yang melekat seabgai Kepala Sekolah dan PNS tak membuatnya malu bekerja sampingan menyambit rumput dan mengangkutnya menggunakan kendaraan roda dua, melewati ruas jalan provinsi yang lalu lintasnya ramai masyarakat.

Mulyadin mengaku bersyukur atas anugrah tuhan atas kesempatan menjadi PNS dan memiliki badan bugar untuk dapat beraktivitas dan beribadah. Menjelang usia paruh bayah ia betah dan bersyukur dapat bertugas di kampung sendiir.

“Apapun nikmat itu harus kita syukuri besar atau kecilnya,” ujar pria asli Desa Kala Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ini. (R-KMWP)



 
KM. Wadupa-a

KM. Wadupa-a

Koordinator: FACHRUNNAS Email : kampungmediawadupaa@gmail.com Komunitas Jurnalisme Warga. Menyuguhkan Informasi seputaran Soromandi dan Wilayah Sekitar.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan