logoblog

Cari

Karena Ibu

Karena Ibu

Dibalik kalimat "Cleaning Service" ada sejuta keberkahan yang tuhan titipkan pada orang yang menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan. Kehalalanya tak pernah

Sosok Inspiratif

Suparman
Oleh Suparman
13 Desember, 2018 23:48:08
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 2295 Kali

Dibalik kalimat "Cleaning Service" ada sejuta keberkahan yang tuhan titipkan pada orang yang menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan. Kehalalanya tak pernah diragukan dari gemerlapnya gedung-gedung mewah yang semakin nampak cemerlang dengan lantai-lantai yang super bersih.

Belum lagi kalau sempat berkunjung di dalam toilet mall yang menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan bau tidak sedap, diubah menjadi tempat yang paling aman dan bersih sehingga pengunjung merasakan kenyamanan tak terbatas.

Semua itu tidak terlepas dari usaha yang dilakukan oleh orang-orang yang berprofesi sebagai "Cleaning Service" tiap hari selalu siap siaga menjaga kebersihan walaupun itu tanggung jawab dirinya. 

Adalah Mardianto (20) yang berasal dari Kelurahan Punia Kota Mataram Provinsi NTB. Tiap hari menyambut pengunjung dengan senyum ramah walau kedatangan mereka hanya sekedar menyisakan bau tidak sedap dan pergi dengan keadaan lega dan aman.

Menjadi Cleaning Service tak menyurutkan semangatnya untuk melakukan yang terbaik di mata pengunjung dan atasannya. Selama sembilan bulan menjadi Cleaning Service di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Kota Mataram dan ia begitu mencintai pekerjaannya.

"Rasa minder dan malu selalu menghampiri, karena ingin membahagiakan seorang ibu, apapun pasti saya lakukan. Selama itu halal dan diridhoi oleh Allah SWT, Kenapa harus malu jadi Cleaning Service asalkan tetap sabar dan ikhlas," ungkap Mardianto saat ditemuai di ruang kerjanya di LEM, Mataram (11/12).

Sebenarnya penulis baru saja menyetor cairan yang mengganggu dalam perut. Karena melihat ia semangat membersihkan tanpa berkata-kata dengan ucapan "permisi mas" membuat penulis merasa peduli dengan sopan santunya, walupun tak bisa memberikan apa-apa. Tapi penulis ingin menjadi relawan suara lewat tulisan sederhana ini.

 

Baca Juga :


Mardianto hanya mendapatkan Upah Minimum Regional (UMR) sebesar Rp 1.800.000 per bulannya dari pekerjaan yang dilakoni. Meski dengan jumlah yang cukup belum tentu semua orang tertarik dengan posisi ini. Tak hanya itu, saat bertugas ia selalu diawasi oleh leader di setiap langkah tanggung jawabnya. Selama kurung waktu tiga tahun ia harus tetap tegar menjalani tugas sebagai Cleaning Service untuk merangkap ke tahap leardership.

Jenjang karir tak mesti berjalan mulus untuk menggapai ke tahap berikutnya. Mardianto yang cita-cita jadi anggota TNI harus berhenti tatkala ayah meninggal saat ia di bangku SMA dan kini ia harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan ibu seorang diri sekaligus menjadi tulang punggung bagi keluarga.

Di umur yang relatif muda, ia mengakui tak pernah minder dalam menjalankan tugasnya sebagai pembersih. Seorang anak yang ditinggal mati oleh sang ayah memiliki cita-cita mulia untuk membahagiaan ibunya.

"Cita-cita saya sangat sederhana yaitu ingin membahagiakan seorang ibu," imbuhnya bersahaja. 

Dari gaji yang diperoleh, selalu disisipkan untuk masa depannya. Menurutnya, ibu yang selalu mengingatkan pada diri Mardianto "jangan pernah mengeluh di mana pun posisi dan dalam keadaan apapun" kalimat-kalimat ini selalu ibu ingatkan pada dirinya. karena nasehat itu ia selalu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. (Man)



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan