logoblog

Cari

Ajarkan Keikhlasan Tanpa Meratapi Kehilangan

Ajarkan Keikhlasan Tanpa Meratapi Kehilangan

Jika tak lagi menemani dikala kesendirian. Mungkin hati tak sanggup menerima arti dari  kehilangan. Ingin jiwa selalu bersama tatkala sepi datang

Sosok Inspiratif

Suparman
Oleh Suparman
23 November, 2018 09:57:33
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 3638 Kali

Jika tak lagi menemani dikala kesendirian. Mungkin hati tak sanggup menerima arti dari  kehilangan. Ingin jiwa selalu bersama tatkala sepi datang menyapa. Harapan bersama untuk selamanya telah dibatasi oleh ketetapan langit. Namun Kasih sayang masih tetap abadi walau langit akan runtuh.

Kehangatan berharap selalu disamping, menemani dalam kesunyian jiwa mengusap air mata mengalir membasahi pipi. Perpisahan selalu meninggalkan bekas yang memilukan, menjadikan hari-hari terasa sunyi dalam sanubari kerinduan. Taman-taman tak lagi ditumbuhi bunga serta kumbang-kumbang tak sudi menari lagi yang memperdengarkan syair keindahan. Kesabaran menjadi garda terdepan membentengi rasa ketidakikhlasan menerima.

Ibu......tatkala semua datang menghampiri kebersamaan ini, gelisah mulai mengguncang nurani dan air mata mulai membentuk samudra nan luas "Ajarkan kami tentang keikhlasan tanpa meratapi kehilangan." Meneriman dengan sabar tanpa ada tangisan yang meratapi.

Tuhan menciptakan semua perumpamaan dalam satu paket, tak pernah tertukar oleh ruang dan waktu. Pertemuan selalu di akhiri oleh kata perpisahan meskipun  beribu pertanyaan datang menghampiri. 

Julukan "Malaikat tak bersayap" telah disematkan pada seorang ibu, karena hati lembutnya telah mengajarkan budi pekerti yang komplit. Kemuliaannya telah mengungguli seorang ayah, bukan berarti kebaikan tak selalu diberikan.

 

Baca Juga :


Kecantikan terkikis waktu yang terus berputar. Rapuh, lesu dan lemas sudah nampak keriput dari cantiknya dulu. Ribuan bahkan jutaan doa telah diperdengarkan di lapisan langit ke tujuh yang mengantarkan kepada langkah perjuangan seorang anak.

Kini tanda-tanda kehilangan mulai mengganggu ketenangan. Hanya bisa memberikan yang terbaik buat kebahagiaanya, mencoba membalas secuil jasa-jasanya walau semua tak mampu terbalaskan. 

Berbakti kepada mereka telah diajarkan oleh norma-norma agama. Meskipun tak dapat menjadi anak-anak sholeh yang membanggakan. Menjadi durhaka akan menghalangi semua keridhoinya dari seruan alam. (Man)



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan