logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pendidikan, Menjawab Tantangan Hidup

Pendidikan, Menjawab Tantangan Hidup

Melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi adalah salah satu titik persoalan bagi generasi bangsa yang tingkat ekonomi kelurganya tergolong rendah. Dari  berbagai

Sosok Inspiratif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
31 Oktober, 2018 20:16:37
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 3791 Kali

Melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi adalah salah satu titik persoalan bagi generasi bangsa yang tingkat ekonomi kelurganya tergolong rendah. Dari  berbagai pengamatan yang ada, ada banyak generasi penerus bangsa di Negara Indonesia yang memiliki tingkat intelektual yang lumayan bagus. Mereka memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun rata-rata mereka dikandaskan oleh persoalan biaya. Meskipun pemerintah dan berbagai pihak swasta melapangkan dada untuk mengeluarkan bidik misi untuk bebas biaya atau SPP, namun terkendala dalam suatu syarat-syarat tertentu. Tapi, suatu kata-kata bijak yang berkembang semenjak dulu hingga sekarang, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Salah seorang yang mengindahkan kata-kata bijak itu adalah Turhan Iskadar, seorang mahasiswa Politeknik Pariwisata Mataram pada program studi Tata Hidang (F&B), semester 3.(tiga).

Lahir dalam kondisi ekonomi keluarga yang mapan, Turhan tidak pernah merasa dimanjakan oleh pihak keluarga. Semenjak kecil, ia banyak mendapat didikan yang baik dari ke dua orang tuanya. Penanaman nilai-nilai kepribadian, termasuk berprilaku sopan, pengenalan tata krarma yang ada di lingkungan sekitar, dan pemahaman nilai-nilai keagamaan adalah suatu bentuk transformasi budaya yang terjadi pada diri Turhan.

Latihan kemandirian bagi seorang Turhan juga terbentuk sejak ia masih kecil. “Dari kecil saya diharuskan oleh orang tua untuk belajar merapikan alat permainan, bahkan sejak duduk kelas 3 SD, saya harus merapikan tempat tidur sendiri, bahkan membersihkan halaman rumah. Terlebih ketika pulang sekolah saya diajar dan dibiasakan untuk mencuci pakaian seragam sekolah yang sudah kotor dan bau keringat,” tutur Turhan mengenang masa kecilnya.

“Betapa berharganya didikan orang tua pada diri saya, sehingga saya bisa seperti ini yang tidak mau tergantung pada orang lain,” tutur Turhan.

Seiring dengan fase pertumbuhan dan perkebangan pribadi Turhan, ia pun semakin ditempa untuk belajar dalam mengatur pola hidup. Termasuk uang saku yang diberikan agar tidak cepat dihabiskan, bahkan ada yang bisa dimasukkan di dalam celengan. Demikian juga dengan menghargai waktu, selain mengerjakan tugas dari guru, ia pun senantiasa membantu orang tua di rumah, dan juga tetap menyediakan waktu untuk bergaul dengan lingkungan masyarakat, termasuk bergaul dengan teman sebaya.

Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat adalah tempat seorang Turhan menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman.Sifat kedewasaan pun tegambar pada setiap gerak dan langkahnya dalam mengahadapi hidup. Selepas SMA pada tahun 2017, ia kembali berpikir untuk mencari titik terang dalam mengahadapi tantangan hidup. “ Saya harus bisa mencari uang sendiri. Saya harus meringankan beban orang tua,” kenang Turhan.

Berangkat dari kekuatan hati, dan atas restu dari orang tua, Turhan melanghkahkan kaki ke jalur bisnis. Ia pun meniti karier sebagai pengusaha kuliner sea food di Center kuliner yang terletak di Jalan Maja Pahit Mataram.

Usaha kuliner Turhan banyak digemari oleh pelanggan.”Semenjak saya buka usaha kuliner sea food, saya tidak meminta lagi uang pada orang tua. Bahkan Alhamdulillah, saya bisa memberi uang kepada ibu saya, walaupun tidak seberapa,” tutur Turhan.  

Dalam hal pendidikan, Turhan tak ingin tertinggal. “ Meskipun saya sukses di dunia bisnis kuliner, saya tetap mencintai pendidikan. Dengan pendidikan, wawasan atau pola pikir kita akan lebih berkembang. Apalagi di zaman sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi semakin maju pesat. Untuk menghadapi tantangan teknolgi dan hasil pemikiran para Imuan yang serba canggih, ya sebagai manusia kita harus mampu memahami, menfilternya, dan mengikutinya yang didukung oleh pendidikan.,” tuturnya.

 

Baca Juga :


Biaya pendidikan di jenjang tinggi adalah lumayan tinggi.Turhan mengakui bahwa biaya pendidikan di tempat ia kuliah adalah lumayan tinggi. Namun bagi seorang Turhan, ia pun tetap tegar dalam menghadapi tantangan hidup yang telah dihadapi. Ia pun akhirnya mengembangkan usahanya demi untuk menutupi sebagian biaya kuliah. Ia pun membuka sebuah kuliner minuman, yaitu berupa  Dum Thai Tea yang terletak di Jalan Pemuda, atau tepatnya di areal Indomart Gomong..

Dum Thai Thea adalah sejenis minuman teh. Jenis kuliner minuman ini masih langkah di Mataram. “Hanya ada dua usaha minuman seperti ini, yaitu milik saya dan satu lagi, yaitu di sekitar Jalan Air Langga,” tuturnya.

Produk Dum Thai Thea adalah kombinasi teh hijau dari jepang dengan susu kental manis dan es. Menurut Turhan, Green Tea adalah minuman sehat yang sedang berkebang di berbagai negara. Teh hijau susu ini terkadang di campur dengan black pearl, atau pun dengan green pearl biar lebih sensai. Bahan campuran tersebut merupakan bulatan kenyal yang berbahan tapioka yang sering di campur ke dalam minuman susu dingin.

Sebenarnya, usaha Dum Thai Tea adalah milik Fendy asal Kota Malang. Tapi karena pasca gempa yang melanda pulau Lombok, Fendy pun tidak berani tinggal di Mataram-Lombok lagi. Akhirnya usaha kuliner miunuman teh hijau tersebut berpindah ke tangan Turhan, dan dijual seharga 3 (tiga) juta rupiah, yang semestinya 15 (lima belas) juta rupiah.

Usaha Dum Thai Tea tersebut yang terletak di Gomong, kini semakin maju. Turhan yang kini sebagai pemilik usaha Dum Thai Tea berencana akan mengembangkan jenis minuman teh hijau itu dengan mengkombinasikan dengan strawberry, atau rasa khas Lombok.

Dari gambaran cerita di atas dapat disimpulkan bahwa melalui dasar pendidikan yang kuat pada lingkungan keluarga, yang juga didukung dengan pendidikan di sekolah dan lingkungan masyarakat, seorang anak akan memiliki pola pikir yang matang. Terlebih jika pembentukan kewirausahaan atau kemandirian dibiasakan pada anak, sehingga kelak anak tersebut ketika sudah menginjakkan kaki pada usia dewasa, ia pun tak akan pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup seperti di zaman tekonologi moderen. Ia pun dapat menjawab dengan baik berbagai perkembangan dan tantangan hidup yang ada. Intinya, jiwa kemandirian dan keperibadian yang baik melalui lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah akan membantu anak dalam menghadapi berbagai persoalan-persoalan hidup ketika berusia dewasa, termasuk kelanjutan pendidikan di jenjang tinggi. []



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan