logoblog

Cari

Tutup Iklan

Energik Dan Perduli Terhadap Sesama

Energik Dan Perduli Terhadap Sesama

KM. Sukamulia – Pemuda adalah tumpuan harapan bangsa, demikianlah kalimat yang sering kita dengar dan baca mengenai pemuda. Kalimat itulah yang

Sosok Inspiratif

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
13 Oktober, 2018 22:44:26
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 2686 Kali

KM. Sukamulia – Pemuda adalah tumpuan harapan bangsa, demikianlah kalimat yang sering kita dengar dan baca mengenai pemuda. Kalimat itulah yang menjadi pendorong semangat berkarya seorang pemuda desa yang lahir dan di besarkan di lereng Rinjani ini. Hajrul Azmi, demikianlah nama pemuda tersebut. Ia adalah sosok pemuda yang energik dalam berkarya dan perduli terhadap nasip sesam. Meski hidup di tengah-tengah keluarga yang hidup seadanya, namun ia senantiasa berjuang membangun kehidupan diri dan masyarakatnya, lebih-lebih pasca bencana 7.0 SR yang membuat warga desanya hidup dalam keterpurukan.

Hajrul Azmi adalah sosok seorang pemuda yang energik dalam membangun kehidupan diri dan masyarakatnya. Ia sangat perduli terhadap kepentingan sesama. Terbukti, di tengah kedukaan pasca gempa 7.0 SR yang menyisakan duka bagi masyarakat terdampak gempa di sekitaran Kecamatan Sembalun, Hajrul Azmi berusaha membantu korban terdampak gempa yang meskipun ia sendiri adalah bagian dari korban gempa di Desa Sajang Kecamatan Sembalun.

Di tengah kedukaan keluarga dan warga sekitarnya, ia berusaha menjadi relawan untuk membantu sesama. Untuk membantu warganya, Hajrul Azmi menjalin kerjasama dengan komunitas relawan dari Malaysia (MAPIM) yang membawa program misi kemanusiaan. Ia menjalin kerjasama dengan MAPIM sejak tanggal 1 Agustus 2018. Melalui jaringan kerjasama itu, sosok pemuda energik dan peduli itu menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa di sekitaran Kecamatan Sembalun.

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan berupa Higini KIT (alat kebersihan), Sembako, Tandon Air, Rumah Senyum, Rumah Kasih dan penyaluran hewan kurban. Hingga saat ini, ia sudah membuatkan warga masyarakat Kecamatan Sembalun 16 unit Rumah Senyum dengan dana 4,5 juta/unit dan satu unit Rumh Kasih dengan biaya 8,5/unit. MIPIM dan Hajrul Azmi berencana akan membuat 1.000 unit Rumah Kasih untuk warga terdampak gempa di wilayah Kecamatan Sembalun.

Pada perayaan Hari Raya Kurban lalu, Hajrul Azmi menjalin kerjasama dengan EZQURBAN yang juga merupakan komunitas relawan kemanuisaan dari Malaysia. Melalui kerjasama itu, ia menyalurkan bantuan hewan kurban sejumlah 350 ekor kambing untuk masyarakat Kecamatan Sembalun. demikianlah bukti keperdulian sosok pemuda yang akrab dipanggil Zemex itu. Keperduliannya bukan hanya muncul pada saat momen gempa Lombok saja, namun sebelum itu-pun ia memang sudah menunjukkan jiwa pedulinya kepada masyarakat.

Pemuda yang dilahirkan di Bawak Nao pada tanggal 12 Desember 1991 ini mulai menunjukkan keperdulian sosilanya sejak ia tamat dari Madrasah Aliyah. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia hampir tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi yang disebabkan oleh keadaan ekonomi orang tuanya yang memang tergolong kurang mampu. Namun semangat juangnya tidak terhenti sampai di sana. Ia tidak terpaku pada keadaan. Sejak itu, ia mengabdikan hidup sebagai pelatih pramuka di hampir semua sekolah yang ada di wilayah kecamatan Sembalun.

Melalui kegiatan keperamukaan, ia terus berjuang di dunia pendidikan dan mengamalkan ilmu agamanya di TPA Al-Ikhlas Dusun Bawak Nao Lauq. Hajrul Azmi pernah menjadi pelatih pramuka di SMP Terbuka 1 Sembalun, SMPN 1 Sembalun, SDN 4 Sembalun Lawang, SDN 2 Sajang, SDN 2 Sembalun Bumbung, SDN 3 Sembalun Bumbung, MTs Maraqitta’limat Sembalun Bumbung, SMK Maraqitta’limat Sembalun Bumbung, MTs NW Pansor Gunung, MI Al-Amin, SMAN 1 Sembalun, SDN 3 Sembalun Bumbung, MTs Maraqitta’limat Bilok Petung, MI Maraqitta’limat Bilok Petung, SMP Satap Satu Sembalun, SMK NW Kokok Putik, SDN 3 Bilok Petung, SMA NW Syfa’unnufus dan MTs Maraqitta’limat Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan. Selama menjadi pelatih pramuka di Kecamatan Sembalun, ia pernah membawa Kecamatan Sembalun sebagai juara II Jambore Cabang Tingkat Kabupaten Lombok Timur.

Setelah mengabdikan diri sebagai pelatih pramuka, pada tahun 2010 ia melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan berbagai upaya, ia dapat menamatkan pendidikan tingginya yang sempat terputus sebelum mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hajrul Azmi, menamatkan pendidikan tingginya pada tahun 2016 di STKIP Hamzar KLU dengan gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Sosok pemuda energik ini mulai mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik (guru) pada tahaun 2009 di MI Maraqitta’limat Bilok Petung. Pada tahun 2010 ia masuk sebagai salah seorang tenaga pendidik (guru) di SMK NW Bilok Petung dan MTs Maraqitta’limat Lenggorong dan pada tahun 2012 ia direkrut sebagai guru di SMA Syfaun’nufus NW Sambik Elen kecamatan Bayan dan saat ini ia masih aktif sebagai tenaga pengajar (guru) di SMK NW Kokok Putik Bilok Petung.

Keperdulian Hajrul Azmi kepada mayarakat sekitarnya bukan hanya pada dunia pendidikan, namun ia juga memiliki keperdulian dalam aspek sosial keagamaan dan ekonomi. Atas keperduliaannya pada aspek sosial keagamaan, pada tahun 2017 ia mendapatkan penghargaan sebagai Sosok Inspirasi dalam Bidang Sosial Keagamaan dari Kampung Media NTB yang bernaung di bawah Dinas Kominfo Provinsi NTB.

 

Baca Juga :


Keperduliannya dalam bidang ekonomi dibuktikan dengan membangun usaha kreatif pengolahan kopi. Melalui kegiatan ini Hajrul Azmi membangun kelompok usaha yang bernama Kelompok Tani Bumi Lestari. Kelompok Tani tersebut diajak untuk berusaha mengolah kopi lokal masyarakat Desa Sajang dan ia-pun memproduk “Kopi Tujak” yang saat ini sudah dijual luas ke sukuruh wilayah nusantara bahkan hingga ke luar negeri (Malaysia, Inggris dan Jerman). Usaha “Kopi Tujak” berkembang dengan baik dan setidaknya melalui usaha itu, ia mampu membuat lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya dan tentunya itu berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi mereka.

Hajrul Azmi membangun usaha “Kopi Tujak “ karena ia perihatin kaepada petani kopi di Desa Sajang yang menjual gelondongan kopi dengan harga yang sangat rendah (Rp. 4000/kg) sedangkan setelah melalui pengolahan, kopi mereka dijuan dengan harga yang cukup tinggi. Atas rasa keperhatinan itu, Azmi kemudian mengajak warga sekitar untuk mengolah kopi yang mereka hasilkan. Alhasil, setelah diolah menjadi “Kopi Tujak” yang dikemas 100 gr/saset yang dijual dengan harga Rp. 35.000. dengan demikian, per satu kilo gram Kopi Tujak dijual dengan harga Rp. 350.000. Dari satu kilo gram kopi mentah dapat diproses menjadi 700 gr dengan biaya pengolahan sekitar Rp. 50.000/kg, termasuk ongkos pengolahan  dan pengemasan. Dengan demikian, per satu kilo gram kopi mentah, ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 195.000. Setiap bulannya, mereka mengolah 30 hingga 60 kilo gram kopimentah.

Setelah sukses memperoduksi “Kopi Tujak”, pemuda yang aktif sebagai salah seorang Jurnalisme Warga NTB dengan Blog KM. Sajang Bawak Nao sejak Oktober 2014 itu kemudian membangun usaha baru untuk kelompo tani-nya, yakni “Bakso Bang Memet (BBM). Setidaknya, melalui usaha Bakso Bang Memet itu Azmi dapat membuka lapangan kerja baru bagi dua orang pegawainya. Sehingga bisa dikatakan bahwa Azmi memang benar-benar energik dan peduli atas kehidupan sosial masyarakat sekitarnya.