logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kekait Berseri, Bermanfaat Dari Sampah

Kekait Berseri, Bermanfaat Dari Sampah

Izul, biasa dia disapa di kampung halamannya, pria yang sudah mempunya dua anak ini memiliki nama asli Faizul Bayani, dia berdomisili

Sosok Inspiratif

Ali Marwansyah
Oleh Ali Marwansyah
28 September, 2018 05:51:05
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 5559 Kali

Izul, biasa dia disapa di kampung halamannya, pria yang sudah mempunya dua anak ini memiliki nama asli Faizul Bayani, dia berdomisili di Desa Kekait Dusun Kekait Puncang, Kecamatan Gunungsari. Lombok Barat. Pak izul adalah pendiri Bank Sampah Kekait Berseri.

Saya (penulis) sudah 2 tahun terakhir ini mengenal Bapak yang ramah ini, yang memiliki semangat belajar yang tinggi dan motivasi yang tinggi untuk menebar manfaat kepada lingkungan sekitarnya. Saya tahu betul bagaimana Pak Izul belajar dengan semangat. Bidang yang ditekuni pak izul ini bisa dikatakan bidang yang tidak di minati oleh sebagian besar orang, karena harus bergelut dengan sampah. Mendengar kata sampah pasti terbersit dipikiran kita suatu hal yang kotor dan bau. Namun ditangan Pak Izul, sampah bisa berubah menjadi hal/produk yang bermanfaat. Bagaimana kisahnya? Kenapa Pak Izul ingin bergerak pada bidang ini?.

Pak Izul awalnya adalah seorang BPD di Desanya, menjadi seorang BPD tentunya pak izul mengamati permasalahan yang ada di Desanya. Dan salah satu permasalahan besar adalah masalah sampah. Sampah yang berserakan di lingkungan, di sungai, hal ini menjadi bahan pikir pak izul bagaimana agar masalah sampah ini bisa teratasi. Dan bersama-sama dengan anggota masyarakat di sekitarnya sekitar tahun 2016 Pak Izul membuat sebuah kelompok yang bernama Bina Salam, awalnya kelompok ini focus pada pengolahan sampah organic/sampah dapur menjadi pupuk organic yang bernilai jual.

Waktu itu Pak Izul dan kawan-kawan di Kelompok Bina Salam selalu kebanjiran orderan pupuk organik yang di kirim hamper ke semua kabupaten di Pulau Lombok. Dalam menjalankan kelompoknya Pak Paizul dan kawan-kawan tidak sendiri tapi juga selalu berkoordinasi dan menjadi binaan Bank Sampah NTBM yang merupakan mitra CSR PLN NTB. Seiring berjalannya waktu, Pak izul ingin mengembangkan manajemen Bank Sampahnya agar lebih luas cakupannya, tidak hanya sebatas pengolahan pupuk saja, tetapi juga bagaimana agar Bank Sampah yang dia bangun bisa mengedukasi masyarakat sekitar. Dan akhirnya pak Izul membuat Bank Sampah Kekait Berseri dan kelompok Bina Salam dibiarkan jalan secara mandiri pada pengelolaan pupuk organiknya.

Pak Izul mendirikan Bank Sampah Kekait Berseri pada tahun 2017 dimulai dengan menyewa lahan. Bank Sampah Kekait Berseri semakin hari semakin terus berbenah, program-program yang di bagikan juga tidak hanya sebatas pengumpulan dan pengolahan sampah, namun juga beberapa program edukatif, di Lokasi Bank Sampah Kekait Berseri banyak anak-anak, masyarakat, kalangan akademisi kampus dan wisatawan asing dari luar negeri pun ada yang belajar di Bank Sampah Kekait Berseri. Bahkan tak jarang Pak Izul diundang menjadi pembicara / fasilitator untuk program penanggulangan sampah oleh Instansi tertentu.

 

Baca Juga :


Oh iya,,, yang menarik juga dari produk Bank Sampah Kekait Berseri adalah Pengolahan sampah plastic menjadi tas, karpet, ekobrick yang memiliki nilai jual ekonomis, dan pengolahan sampah organik menjadi Kompos Takakura. Masyarakat disekitaran Bank Sampah Kekait Berseri sekarang tidak susah lagi kalau mau membuang sampah, pak izul mengedukasi masyarakat untuk ikut juga menjadi bagian Bank Sampah kekait Berseri misalnya dengan mengajak masyarakat memilah mana sampah organik dan sampak an-organik, dan mengajarkan masyarakat sekitar untuk membuat kerajinan seperti tas, dompet dari sampah plastik, selain bisa dijual juga bisa langsung dipakai sendiri oleh masyarakat. Keberadaan Bank Sampah Kekait Berseri ini sangat dirasakan manfaatkan oleh masyarakat sekitar di Desa Kekait Dusun Kekait Puncang.

Sekarang Pak Izul sedang kembali berbenah di Bank Sampah Kekait Berseri untuk membangun kembali Bank Sampah tersebut setelah terjadi Bencana Gempa Bumi yang melanda Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu.



 
Ali Marwansyah

Ali Marwansyah

Alamat: Desa Meninting, Dusun Montong Buwuh, Kecamatan Batulayar. Passion: Jurnalis Freelance Hp/WA: 085205964220 email: ali.marwansyah@gmail.com

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan