logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tri Rismaharini Jadi Inspirasi 100 Saintis Perempuan Indonesia

Tri Rismaharini Jadi Inspirasi 100 Saintis Perempuan Indonesia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hadir sebagai tamu kehormatan dari First Congress Organization for Woman in Science in the Developing World

Sosok Inspiratif

Tapak Rinjani
Oleh Tapak Rinjani
20 Juli, 2018 08:42:43
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 2686 Kali

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hadir sebagai tamu kehormatan dari First Congress Organization for Woman in Science in the Developing World (OWSD) Indonesia National Chapter yang merupakan bagian dari kegiatan International Seminar of Chemistry (ISoC) 2018 yang digelar Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (19/7).

Kehadiran orang nomor satu di Surabaya ini seakan menepis anggapan dalam bahasan tersebut di atas dengan menunjukan kontribusi besar yang telah dihasilkan Tri Rismaharini secara langsung kepada dunia.

OWSD Indonesia National Chapter merupakan organisasi nonprofit di bawah UNESCO yang mewadahi para saintis perempuan Indonesia untuk dapat berkontribusi lebih kepada bangsa dan negara. Pada kesempatan ini, wali kota yang akrab disapa Risma ini mengatakan, sebagai wali kota perempuan pertama di Surabaya tidak mudah baginya menjalankan peranan tersebut.

Menurutnya, sebagai seorang perempuan dan sebagai pemimpin dari sebuah kota terbesar kedua di Indonesia, tantangan terbesarnya adalah menutup pusat perdagangan perempuan terbesar se-Asia yaitu Gang Dolly. “Saya mulai (melakukan upaya penutupan, red) tahun 2012, dan hampir setiap bulan saya bekerjasama dengan aparat kepolisian perlahan-lahan membebaskan wilayah tersebut (dari prostitusi, red),” ujar ibunya arek-arek Suroboyo tersebut, di Surabaya, Kamis (19/7).

Ia juga mengungkapkan  ada permasalahan baru yang akan muncul setelah lokalisasi tersebut  ditutup. Dijelaskannya permasalahan tersebut adalah hilangnya mata pencaharian bagi masyarakat di sekitar Gang Dolly. Oleh karenanya, ia membuat sebuah terobosan baru dengan menyulap wajah kelam eks lokalisasi Dolly berganti menjadi salah satu Sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) Surabaya. Di Sentra UKM tersebut, perempuan diberdayakan untuk membuka usaha di berbagai bidang untuk membantu menstabilkan perekonomian keluarga.

 

Baca Juga :


Ditanya oleh salah satu peserta dalam kongres OWSD soal pemasaran produk UKM mereka, Risma menuturkan, bahwa produk dari para perempuan di eks lokalisasi Dolly ini sudah mendunia. Salah satunya adalah hampir 30 persen barang oleh-oleh haji dan umroh di Timur Tengah adalah buatan Surabaya.

“Pada tanggal 25-27 Juli nanti saya juga akan meresmikan pembukaan outlet UKM di kota Liverpool, Inggris. Wali Kota Liverpool membantu kita untuk memasarkan produk di sana,” tutur perempuan yang juga alumnus Arsitektur ITS ini. ()



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan