logoblog

Cari

Tutup Iklan

Si Badok Dari Gang Potlot

Si Badok Dari Gang Potlot

Perempatan jalan jurusan Pemenang Barat ke Pelabuhan Bangsal jika hendak menyeberang ke kawasan tiga Gili di Lombok Utara Selasa (17/7) mendadak

Sosok Inspiratif

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
18 Juli, 2018 08:09:11
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 1649 Kali

Perempatan jalan jurusan Pemenang Barat ke Pelabuhan Bangsal jika hendak menyeberang ke kawasan tiga Gili di Lombok Utara Selasa (17/7) mendadak ramai. Pantauan KM Rinjani menyebutkan berbagai jenis kendaraan roda empat dari berbagai lembaga pemerintah , TNI/Polri dan swasta parkir berderet memanjang. Belum lagi sepeda motor terparkir di halaman rumah-rumah penduduk di Dusun Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Urara (KLU), Nusa Tenggara Barat.

          Gang kecil yang lebih pas disebut gang potlot berjarak 200 meter dari tepi jalan untuk masuk ke rumah Lalu Muhammad Zohri saat itu dipadati hilir mudik personil TNI dari Korem 162 WB NTB dan mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Lombok Tengah terlibat merenovasi rumah Zohri.

          Cerita suram Zohri yang belakangan disebut anak ajaib dari Lombok sewaktu kecil memang penuh onak dan duri. Semenjak kelas 2 SD ia sudah ditinggal ayahnya L. Ahmad Yani yang kesehariannya seorang nelayan dan buruh tani. Tak lama berselang ibunya Baiq Saerah meninggal kemudian. “Praktis saat itu kami keluarga sangat terpukul. Keperluan sehari-hari mau tidak mau kami harus tanggung untuk menyambung hidup bagi kedua adik-adik kami,” kata Baiq Fazilla kakak tertua L. Muhmmad Zohri  di Lombok Utara, Selasa (17/7/2018).

          Sepeninggal kedua orangtuanya, Zohri makin merasakan kehidupan ekonominya makin terpuruk. Ia hanya bergantung dari kakaknya, meski seadanya. Urusan sekolah Zohri jadi morat-marit. Meski saat sekolah di SDN 1 Pemenang hingga ke SMPN 2 Pemenang, Zohri sering jalan kaki sejauh satu hingga dua kilometer. “Sayangnya Zohri tak pernah mengenakan sepatu. Dia sering ke sekolah tanpa alas kaki apalagi sepatu. Ya kita juga maklumi karena mau apalagi, keadaanlah yang membuat dia seperti itu,” Musaaf, Paman Zohri menambahkan.

          Tekanan ekonomi yang makin menghimpit apalagi sejak ditinggal kedua orangtuanya, merembet juga ke urusan sekolah. Sejak sekolah SD Negeri 2 Pemenang hingga masuk SMPN 1 Pemenang, Zohri jarang bersekolah. “Seminggu masuk, malah dua minggu tak pernah masuk lagi. Justru gurunya sering mencarinya di rumah untuk masuk sekolah. Namun Zohri tak pernah melupakan kebiasaannya setiap pulang sekolah memasuki sore hari dia selalu lari di Pantai Bangsal,” ujar Musaaf.

          Tipikal Zohri dihadapan teman-teman sebayanya maupun di lingkungan rumahnya merupakan bocah pendiam tak banyak bicara. Kalaupun bicara hanya seperlunya saja. Karena saking diamnya warga sekitar sering memanggilnya dengan sebutan si Badok. Badok merupakan panggilan familiar bagi Zohri oleh orang-orang kampung. “Kalau panggil dia Badok baru cepat nyahut. Jadi dia paling cepat noleh kalau dipangil Badok, ketimbang nama aslinya,” cerita Musaaf.

 

Baca Juga :


          Zohri oleh warga sekitarnya tidak menampik jika Zohri memang nakal. Namun menurut warga Zohri nakal karena masih kecil. “Namun bukan berarti nakalnya Zohri dalam hal negatif. Misalnya Zohri suka ngejar ayam atau anjing yang meresahkan warga,” sambung Musaaf.

          Talenta Zohri pada lari terlihat sejak duduk di bangku SMP. Yang terbersit dalam pikiran Zohri hanya ingin menjadi pemain bola karena suka pada si kulit bundar ini. Namun atas saran gurunya Rosida ia sering diikutkan dalam lomba cabang atletik dan selalu juara. Melihat prestasinya itu Zohri selepas SMP ditawari  tinggal di Pusat Pendidikan Latihan Pemuda (PPLP) Dinas Pemuda Olahraga NTB untuk mengembangkan bakatnya sekaligus digembleng pelatih yang sudah disiapkan. Ia bahkan diminta melanjutkan sekolahnya di SMAN 2 Mataram dan saat ini dia sudah kelas III.

          Semenjak itulah Zohri banyak menyabet prestasi bergengsi baik nasional maupun internasional pada cabang sprinter ini. “Banyak prestasi dan perolehan medali emas yang diperoleh Zohri. Namun orang banyak yang tak tahu, karena memang Zohri dan kakaknya tak suka bercerita. Barulah ketika sebagai juara dunia di Finlandia ini, nama Zohri terkenal dari daerah hingga nasional dan dunia,” kata Musaaf. (Wardi)



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan