logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bakri, Pedagang Makanan Pinggir Jalan Yang Sukses

Bakri, Pedagang Makanan Pinggir Jalan Yang Sukses

Mungkin anda beranggapan bahwa memulai usaha kerja harus bermodal banyak. Bisa jadi anda memiliki modal yang lumayan banyak tetapi masih bingung

Sosok Inspiratif

ANDI MULYAN
Oleh ANDI MULYAN
09 Juli, 2018 19:12:23
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 1224 Kali

Mungkin anda beranggapan bahwa memulai usaha kerja harus bermodal banyak. Bisa jadi anda memiliki modal yang lumayan banyak tetapi masih bingung untuk membuka usaha apa dan memulainya dari mana? Menurut informasi dari beberapa pedagang makanan pinggir jalan yang ada di Kota Mataram bahwa membuka sebuah usaha kerja amatlah mudah, yang penting anda mempunyai tekad yang kuat, banyak bertanya tentang alur bisnis, dan  usaha itu akan di bawa ke mana. Hanya dengan modal Rp.500.000 hingga 1 juta rupiah, Insya Allah anda sudah bisa membuka sebuah usaha bisnis, misalnya bisnis kuliner makanan di pinggir jalan.

Memulai usaha bisnis makanan di pinggir jalan, pastinya seorang calon pedagang harus memiliki izin tempat terlebih dahulu. Izin dagang di pinggir jalan cukup pada pihak yang terkait, seperti pada Pak RT, pemilik rumah atau gedung yang ada di belakang, atau pemeritah setempat. Jadi, sebelum ada izin jangan terburu-buru membuka lapak jualan sebab tanpa izin nanti anda bertemu dengan hal-hal yang merugikan anda.

Bila anda akan memulai suatu usaha bisnis, terutama di bidang kuliner makanan, sebaiknya anda pelajari kondisi setempat. Anda harus tahu selera warga masyarakat sekitar, dan juga tingkat perekonomian masyarakat sekitar.

Jika misalnya anda ingin membuka usaha makanan jadi (lauk-pauk) di pinggir jalan, berarti anda harus tahu bahwa siapa yang menjadi konsumen anda. Saya berikan gambaran contoh di Kota Mataram, yaitu tepatnya di Jalan Air langga. Di sepanjang jalan Air Langga ditemukan sebuah  pedagang makanan jadi (lauk-pauk). Usaha kuliner makanan jadi (lauk-pauk) ini adalah milik Bakri.

Usaha kuliner makanan jadi (lauk-pauk) milik Bakri memiliki lokasi yang tergolong strategis karena persisnya di jalan raya. Di sepanjang jalan ini pun juga jarang ditemukan kuliner makanan jadi seperti milik Bakri. Jadi persaingan kurang.

Daya tarik konsumen terhadap suatu usaha juga perlu. Usaha bisnis kuliner milik Bakri lumayan disenangi oleh pengunjung atau konsumen. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang antri menunggu giliran untuk memilih dan membeli makanan di tempat Bakri.

Ragam makanan yang banyak adalah salah satu daya tarik konsumen. Namun selera konsumen tetap harus diperhatikan. Selain itu, kesehatan atau kebersihan harus tetap terjaga. Hal lain adalah kejujuran dan keramah-tamahan terhadap konsumen. Kesemua komponen daya tarik tersebut tidak jauh dari keseharian hidup Bakri dalam melayani konsumen.

 

Baca Juga :


Bila dihitung jenis makanan jadi atau lauk-pauk yang disiapkan oleh Bakri adalah lebih 30 jenis. Secara umum, jenis masakan yang dijual oleh Bakri adalah masakan ikan laut, ikan air tawar, ayam, telur, udang, cumi, siput, daging, tahu, tempe, mi, aneka macam sayur, dan lain-lain. Jelasnya, sajian masakan makanan jadi (lauk-pauk) milik Bakri sangat beragam sehingga disenangi oleh pengunjung. Selain itu, ia pun juga tetap menyiapkan nasi bungkus bagi pelanggan.

Masalah harga sangat terjangkau jika kita berkunjung di tempat dagangan milik Bakri. Dari harga 3000 rupiah hingga 10.000 rupiah adalah harga tergolong murah untuk ukuran masyarakat di Kota Mataram.  

Usaha kuliner makanan jadi (lauk-pauk) milik Bakri telah dirintis sejak puluhan tahun yang silam. Ia pun merintis bersama ibunya dengan modal awal yang tidak terlalu banyak. “Seingat saya, ibu saya hanya punya modal awal sekitar 500 ribu pada waktu itu, pada puluhan tahun yang lalu,” ujar Bakri sembari melayani para konsumen.

“Awalnya sih gak rame mas, tapi lama-lama tambah banyak pengunjung,” ujar Bakri sembari memasukkan makanan ke dalam kantong plastik. Seperti itulah bahasa Bakri ketika ditanya tentang perkembangan dan peningkatan usaha kuliner yang sedang digelutinya.

Melihat kemajuan usaha kuliner makanan milik Bakri, sangat tidak layak jika ia hanya berdua dengan ibunya dalam hal pengelolaan. Dari pengamatan yang ada, ia pun dibantu oleh beberapa karyawan. Apalagi usaha kuliner makanan jadi (lauk-pauk) milik Bakri dibuka dari jam 5 sore hingga jam 5 subuh.”Gak mungkin sih mas saya kerja sendiri dengan begitu banyaknya pembeli. Ada sih teman-teman yang bantuin,” ujar Bakri kalau dirinya tidak bekerja sendiri dalam menjalankan usaha bisnis kuliner makanan yang ramai dikunjungi oleh orang.

“Ibu saya juga gak masak sendiri, itu di dalam dibantu ama orang-orang,” lanjut Bakri menjelaskan sembari menunjuk ke belakang, yaitu ke sebuah rumah pribadi, tempat ibunya menyelasaikan semua jenis masakan.

Bicara tentang penghasilan, Bakri hanya tersenyum. Tapi bila kita melihat jenis masakan makanan yang begitu banyak serta pelanggang yang tak henti-hentinya antri menunggu giliran untuk membeli, sudah barang tentu tingkat penghasilan Bakri dalam mengelola usaha kuliner makanan jadi (lauk-pauk) di pinggir jalan tergolong sukses.

Perjuangan seorang Bakri dalam mengelola bisnis kuliner makanan jadi (lauk-pauk) di pinggir jalan adalah suatu cermin kehidupan sosial bagi masyarakat. Selain ia menjadi sosok yang merintis karier dari bawah hingga sukses, ia pun turut membantu orang-orang yang berada pada kelas ekonomi menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan makan. Termasuk warga sekitar yang tinggal di kos, entah itu yang dilakoni oleh mahasiswa, karyawan, dan atau pun penduduk pendatang yang sedang mencari kerja.



 
ANDI MULYAN

ANDI MULYAN

Andi Mulyan, Tinggal di Kota Mataram Bintang : Aries Hobby : Musik Dangdut dan Menulis

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan