logoblog

Cari

Tutup Iklan

Carlos, Bule Spanyol Yang Peduli Anak Dompu

Carlos, Bule Spanyol Yang Peduli Anak Dompu

Dompu, - Carlos Ferrandiz, adalah seorang pengacara di Kota Barcelona Spanyol, dia Pertama kali menginjak Kabupaten Dompu NTB pada tahun 2007

Sosok Inspiratif

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
11 Mei, 2018 12:15:21
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 2040 Kali

Dompu, - Carlos Ferrandiz, adalah seorang pengacara di Kota Barcelona Spanyol, dia Pertama kali menginjak Kabupaten Dompu NTB pada tahun 2007 lalu, dia berniat untuk melakukan kegiatan sufring di pantai Lakey sebagai rangkaian kegiatan liburannya. 

Sebelumnya dia berlibur di Pulau Bali, karena keinginannya  untuk merasakan sensasi ombak kidal yang terkenal di pulau Sumbawa, akhirnya dia memutuskan untuk datang ke Pantai Lakey yang berada di Desa Hu'u, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu. 

Carlos bercerita, pada saat itu dia dihampiri oleh seorang anak kecil yang tinggal tidak jauh dari pantai Lakey (Dusun Nanga Doro, Desa Hu'u) dan menyapanya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Betapa kagetnya Carlos mendengar anak kecil yang tinggal di pantai yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing yang tidak bisa berbahasa inggris. 

Merasa prihatin dengan kondisi anak tersebut, Carlos akhirnya mengajak anak tersebut untuk belajar bahasa inggris darinya dan disarankan agar mengajak anak-anak yang lain. 

Keesokkan harinya, Carlos bertemu dengan warga setempat sekitar 150 an dan diajarkan bahasa inggris. Waktu itu, Carlos hanya bermodalkan Kamus Bahasa Inggris-Indonesia karena dia belum bisa berbahasa Indonesia. Dan dimulai lah proses belajar mengajar bahasa inggris. 

Selama tiga tahun aktifitas itu berlangsung dan banyak anak-anak yang bisa berbahasa inggris. Selama itu, Carlos mempelajari kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Dia melihat banyak warga yang hidup dibawah garis kemiskinan, tingginya angka tidak sekolah, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan tidak adanya infrastruktur kesehatan. 

Oleh karena itu, Carlos pulang kembali ke negara asalnya dan bertemu dengan teman-teman yang membidangi kerjsama lalu diceritakan lah kondisi masyarakat yang ada di Pantai Lakey. Disitu dia dapat banyak ilmu tentang kerjasama dalam bidang sosial. 

Pada tahun 2010 dia kembali ke Dompu membawa sebuah lembaga bernama Harapan Project. Lembaga ini digunakan untuk membantu masyarakat miskin, buta huruf atau sejenisnya. 

Dia memutuskan untuk meninggalkan keluarga, istri dan anak terlebih pekerjaannya sebagai seorang pengacara hanya untuk membantu dan mengabdikan diri demi masa depan anak-anak pesisir yang ada di Dompu. 

Lewat lembaga ini, hingga tahun 2018 sudah ribuan anak yang berhasil di didiknya dan sudah fasih berbahasa inggris, membawa, menulis serta menghitung. Selain itu, sudah  ratusan lebih orang yang berhasil diobati penyakitnya dan terdapat 300 san orang telah di operasi penyakitnya.  

 

Baca Juga :


"Sudah tidak bisa dihitung lagi anak-anak yang saya ajari sejak tahun 2007 lalu. Mereka pasti senang ketika saya datang mengajari mereka seperti hari ini," Kata Carlos saat ditemui di Nanga Doro tempat dia mengajar pada Kamis (11/05/2018). 

Atas dedikasinya itu, Carlos berhasil masuk sebagai salah satu nominator bidang Pahlawan Kemanusian di dalam acara Kick Andy Heroes 2018 dan meraih penghargaan. 

Meski mendapatkan penghargaan, Carlos menganggap dirinya bukanlah pahlawan untuk manusia terlebih, dia hanyalah orang asing yang cuma ingin berbagi dengan orang yang membutuhkan masa depan cerah. 

"Saya bukanlah pahlawan kemanusiaan, banyak orang Indonesia yang sudah bertahun-tahun lamanya bekerja seperti saya. Tapi saya di pilih dalam acara itu," ucap Carlos dengan fasihnya dalam berbahasa Indonesia. 

Apa yang dilakukan Carlos, tidak terlepas dari didikkan orangtua nya yang sejak kecil diajarkan untuk melakukan perbuatan baik dan membantu orang yang tidak mampu dengan membagi kebahagiaan dan keceriaan. Menghargai apa yang benar-benar penting dalam hidup, kesehatan, cinta, persahabatan, kebahagiaan, dan selalu menghargai apa yang  dimiliki.

"Sejak kecil sejak umur 6 tahun, orang tua saya telah menanamkan dalam diri saya pentingnya membantu orang lain, untuk membantu pekerjaan kemanusiaan, terutama di dapur umum dan rumah-rumah dari cacat fisik dan mental. Oleh karena itu, saya berpikir bahwa saya berhutang misi kemanusiaan ini sebagian besar untuk orang tua saya," ceritanya. 

Saat ini, Carlos tengah membangun gedung sekolah sendiri yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Lakey. Anggaran pembangun gedung itu dia peroleh dari negaranya lewat acara-acara sosial yang dia gelar pada saat pulang ke Spayol sekali tiga bulan dalam setahun. 

Selain itu, dia sangat membutuhkan adanya relawan yang mau membantunya dalam mengajari anak-anak yang ada di sekitar Pantai Lakey. Jika ada yang ingin menjadi relawannya, Carlos berpesan agar menghubunginya melalui akun media sosialnya di Instagram @harapanproject Fanpage Facebook @harapanproject dan website www.harapanproject.org ()



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan