logoblog

Cari

Tutup Iklan

Prof. Dr. Soedjono, Dokter Pertama Lombok Timur

Prof. Dr. Soedjono, Dokter Pertama Lombok Timur

Dokter Soedjono adalah salah satu nama abadi di Lombok. Pada masyarakat Mataram, dr Soedjono dikenal sebagai nama dari salah satu jalan

Sosok Inspiratif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
27 April, 2018 16:40:42
Sosok Inspiratif
Komentar: 4
Dibaca: 19040 Kali

Dokter Soedjono adalah salah satu nama abadi di Lombok. Pada masyarakat Mataram, dr Soedjono dikenal sebagai nama dari salah satu jalan utama, yakni di Lingkar Selatan. Demikian juga pada masyarakat Lombok Timur, dr Soejono  dikenal sebagai nama dari Rumah Sakit Umum Selong yang terletak di Jalan Prof.  M. Yamin. Nama ini juga menjadi salah satu nama wisma yang terletak di Desa Wisata Tete Batu Lombok Timur. Pasalnya, dr Soedjono adalah salah satu dokter yang sungguh luar biasa perjuangannya dalam mengabdikan diri pada masyarakat Lombok, khusunya di bidang kesehatan. Atas dedikasi yang cukup tinggi, ia pun mendapat julukan dokter paling berjasa di Pulau Lombok.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, 17 Agustus 1945, masyarakat Lombok pernah mengalami musibah penyakit kolera. Pada sat itu, di tahun 1910, Prof. Dr. Soedjono adalah dokter pertama yang diutus oleh pemerintah colonial Belanda di Pulau Lombok untuk memberantas penyakit kolera. Sebagai sosok yang paling berjasa di bidang kesehatan masyarakat, ia pun akhirnya dikenang sepanjang masa.

Bergelar dokter, Soedjono pertama kali bertugas di Lombok Timur yaitu pada tahun 1910.Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Lombok, pria yang dilahirkan di Karang Anyar Kebumen, jawa Tengah ini merasa nyaman dan bangga ditugaskan di tanah Lombok.

Pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, ia pun cukup mengenyam pengalaman. Sekitar tahun 1914, ia pun dipindah-tugaskan ke Denpasar-Bali. Entah karena apa, Soedjono pun kembali dipulangkan ke Tanah Lombok untuk melanjutkan pengabdiannya di masyarakat. Bahkan di tahun 1918, pria yang merupakan jebolan Stovia Djakarta 1904 dikirim ke Magetan, namun pada tahun 1920, nasib yang meminta kembali ke Tanah Lombok.

 

Baca Juga :


Berkat pengalaman dan keahlian Soedjono di dunia medis yang sungguh luar biasa, membuat kemampuannya diakui oleh pihak penjajah pada waktu itu. Ia pun diangkat sebagai dokter Hindia Belanda (Indiche Arts) di tahun 1921.

Memperjelas informasi tentang catatan sejarah Soedjono di rumah kediaman Soedjono Tetet Batu bahwa persediaan obat-obatan di tahun periode 1900-an tentu sangat terbatas. Soedjono yang sebagai dokter pertama di Lombok Timur, tentu hal itu adalah suatu tantangan. Namun tantangan itu justru merupakan sebuah proses untuk lebih mengembangkan pemikirannya dalam menghadapi sejumlah pasien.Ia pun akhirnya mencoba kembali belajar pada lingkungan alam dan tidak segan berkonsultasi  pada masyarakat, khususnya pada warga masyarakat yang banyak memahami masalah pengobatan tradisional.

Kolaborasi antara ilmu kedokteran dan pengobatan tradisional menjadikan Sodjono semakin tangguh dalam mengabdikan diri pada masyarakat Lombok. Wajar saja jika Soedjono bukan hanya dikenal sebagai dokter, melainkan juga sebagai sosok yang bisa menerapkan pengobatan tradisional, bahkan dianggap juga sebagai dukun.

Menggali ilmu dari masyarakat adalah salah satu langkah pengembangan keilmuan bagi diri Soedjono. Sebagai sosok inspiratif yang banyak mengabdikan diri pada masyarakat Lombok, ia pun juga banyak mempelajari ramuan obat tradisional berupa herbal. Strategi belajar di masyarakat tersebut dilakukan demi untuk membantu masyarakat di tengah keterbatasan obat-obatan di masa hidupnya. Namun semua tugas sosial yang dibebankan pada dirinya mampu ditangani dengan baik. Inilah yang membuat dirinya selalu dikenang sepanjang masa.

Terlepas dari cerita singkat tentang Soedjono dalam mengemban tugas sosialnya di tengah masyarakat Lombok, sebuah wisma yang terletak di Desa Wisata Tete Batu adalah milik pribadinya. Wisma ini adalah pengembangan bangunan dari rumah pribadi Soedjono semasa hidupnya di Lombok Timur. Untuk mengenang jasa-jasanya sebagai dokter pertama di Lombok Timur, yang banyak membantu masyarakat khususnya di bidang kesehatan, wisama itu diberi nama Wisam Soedjono. Wisama ini terletak di kaki Gunung Rinjani, dan di seputaran wisma ini tak jarang dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan lokal.



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    20 Mei, 2018

    Bekerja dengan hati akan menghasilkan sesuatu yang terbaik.


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    20 Mei, 2018

    Tak ada rotan, akar pun jadi.....itulah Soedjono ketika kekurangan obat dalam menangani pasien-pasiennya, beliau kolaborasikan keilmuannya dengan ramuan tradsional, dengan ilmu lain yang dipelajari dari Masyarakat Lombok sendiri.


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    20 Mei, 2018

    Sungguh besar jasahxa Soedjono di Lombok....beliau berjuang sekuat tenaga dan pikiran untuk menyelamatkan nyawa Masyarakat Lombok di zaman dulu.


  • ANDI MULYAN

    ANDI MULYAN

    29 April, 2018

    Menulis sebaiknya di Ward dulu....sering hilang data kalau langsung di form isian artikel...padahal sudah dikirimm, tiba-tiba muncul beranda.....


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan