logoblog

Cari

Tutup Iklan

Asror Zawawi, dari Tilawah sampai Musik Sasak

Asror Zawawi, dari Tilawah sampai Musik Sasak

Sosok Asror Zawawi mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga para penikmat musik sasak. Selain piawai dalam bernyanyi, pria yang

Sosok Inspiratif

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
09 April, 2018 07:28:37
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 867 Kali

Sosok Asror Zawawi mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga para penikmat musik Sasak. Selain piawai dalam bernyanyi, pria yang akrab disapa Asror itu juga piawai dalam menciptakan lagu bergenre religi. Berbagai penghargaan baik di tingkat lokal maupun nasional pernah diraihnya.

Pria muda berusia 28 tahun asal Kekait Gunung Sari ini sangat lekat di hati masyarakat Sasak. Sebagai pria multitalenta, ia tidak hanya memiliki suara merdu, namun juga memiliki segudang prestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Tidak hanya piawai dalam dunia tarik suara,  Asror juga ahli dalam menciptakan syair serta lagu-lagu Sasak bertemakan religi. Pria yang saat ini berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Mataram ini, juga ahli dalam membaca alquran dengan tilawah.

"Saya pernah ikut berbagai lomba tilawah dan alhamdulillah selalu meraih juara," ungkap Asror sambil tersenyum.

Asror pernah mengikuti berbagai lomba musabaqah tilawatil qur'an tingkat nasional mewakili Provinsi NTB. Dari tahun 2005 hingga 2016 selalu meraih juara, di antaranya MTQ Mahasiswa di Aceh pada tahun 2009, MTQ Nasional di Makassar tahun 2010, MTQ Nasional di Ambon tahun 2011, dan MTQ Nasional di Riau tahun 2016. Dari kegemarannya ber-tilawah inilah tercetus ide untuk menggeluti dunia tarik suara berawal dari musik Sasak dengan genre religi.

Meski musik Sasak kerap dipandang sebelah mata, namun Asror tetap bangga bisa berkarya dan berkarir di dunia musik Sasak. Terlebih saat ini, musik Sasak telah melambungkan namanya sehingga banyak produser ternama melirik karya- karyanya.

Selain memiliki segudang prestasi. Asror juga sangat peduli terhadap dunia seni, khususnya seni musik islami atau religi seperti kasidah dan tarian islami. Sekitar 400 orang remaja se-Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram  berhasil dibina bahkan telah banyak mengikuti ajang lomba musik religi tingkat nasional, di antaranya zikir zaman dan kasidah.
 

"Ada sekitar 400 orang yang sudah saya bina, tergabung dalam komunitas Pengembangan Studi Alquran (PSQ) Kota Mataram dan Lombok Barat," imbuhnya.

Ke depannya Asror berharap, para pemuda Sasak dapat lebih mencintai musik daerah sendiri dengan tidak membeli kaset atau vcd bajakan, karena akan merugikan para kreator musik daerah terutama musik Sasak. (Luk).



 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan