logoblog

Cari

Tutup Iklan

Makarim, Orang NTB Jadi Ketua Komisi HAM di PBB

Makarim, Orang NTB Jadi Ketua Komisi HAM di PBB

Di hadapan ribuan warga Nusa Tenggara Barat yang memadati area puncak peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Nusa Tenggara Barat yang ke

Sosok Inspiratif

Hamjah Diha
Oleh Hamjah Diha
20 Desember, 2017 07:52:16
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 11110 Kali

Di hadapan ribuan warga Nusa Tenggara Barat yang memadati area puncak peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Nusa Tenggara Barat yang ke 59,  di lapangan eks Bandara Selaparan, Ahad (17/12), Gubernur NTB (TGB. Muhammad Zainul Majdi) mengalungkan penghargaaan kepada putra terbaik yang telah berkhidmat untuk NTB. Salah satu yang dikalungkan penghargaan tersebut adalah Makarim Wibisono Semringah. Pria kelahiran 8 Mei 1947 itu, duduk berdampingan dengan orang-orang hebat yang dimiliki oleh NTB dan para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Wajar saja TGB sapaan Gubernur NTB memilih Makarim untuk dikalungkan sebuah penghargaan, karena ternyata Makarim memiliki segundang prestasi yang membanggakan bagi warga NTB. Di tahun 2005, Makarim pernah menjabat sebagai ketua Komisi HAM PBB. Jabatan ketua Komisi HAM di PBB merupakan suatu kebanggaan bagi Makarim dan warga NTB pada umumnya, kenapa tidak?, karena satu-satunya orang Asia yang bisa menduduki posisi strategis di PBB pada tahun itu adalah dia. Dia menjadi ketua komisi HAM di PBB pada saat itu.

Kala itu, orang Asia dipandang sebelah mata karena pelanggaran HAM terbanyak terjadi di negara-negara Asia. Pandangan itulah yang ingin dirubah oleh Makarim. Makarim ingin membuktikan kepada dunia bahwa negara-negara Asia khususnya Indonesia tidaklah seperti opini yang beredar di negara-negara lain (Negara non Asia). Usaha Makarim untuk mengubah pandangan dunia tentang pandangan skeptis itu berhasil. Itu terbukti dengan memimpin Komisi HAM di PBB.

Tidak hanya itu prestasi yang berhasil diraih oleh Makarim, ternyata sebelumnya tepatnya di tahun 2000, Almuni FISIPOL UGM itu pernah menjadi Ketua Majelis Perdamaian Dunia dan Antar Agama dan Dialog antar Peradaban PBB di New York. Di tahun 2004 – 2007, Makarim juga pernah menjadi Duta besar RI untuk PBB.

Segudang prestasi yang bertaraf Internasional yang ia raih. Semua jabatan yang diemban itu merupakan buah kerja keras nya, sebab untuk menuju ke jabatan itu, baginya bukanlah perkara mudah, untuk mencapai itu semuanya butuh kerja keras. “Tapi saya bersyukur semua itu merupakan usaha keras sendiri,” ungkapnya

 

Baca Juga :


Yang paling penting untuk menjadi diplomat apalagi di komisi HAM adalah kejujuran dan usaha keras. Jika itu merupakan fakta, maka mau tidak mau harus di ungkapkan secara jujur sesuai dengan fakta yang ada. Mungkin hal itu juga, Makarim terinspirasi dari potongan hadis yang berbunyi “katakanlah yang benar walaupun kebenaran itu pahit." Baginya tidak ada sedikitpun kejujuran itu di sembunyikan, itulah yang membuat orang percaya padanya. “Karena apa yang saya laporkan itu sesuai dengan fakta,” tuturnya



 
Hamjah Diha

Hamjah Diha

Adalah warga kampung Diha-Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. https://hamjahdiha.or.id dan https://hamjahdihafoundation.blogspot.co.id

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan