logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ikhlas Beramal Sebab Dendam

Ikhlas Beramal Sebab Dendam

KM. Sukamulia – Pada umumnya, dendam adalah hal yang tidak baik dan bahkan bersifat dendam itu sangatlah dilarang oleh Yang Maha

Sosok Inspiratif

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
24 November, 2017 22:23:05
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 7232 Kali

KM. Sukamulia – Pada umumnya, dendam adalah hal yang tidak baik dan bahkan bersifat dendam itu sangatlah dilarang oleh Yang Maha Kuasa, namun ada kalanya dendam itu boleh dan dapat menimbulkan kebaikan. Salah satu contoh dendam yang menimbulkan kebaikan adalah dendam yang dimiliki oleh sosok yang satu ini. Dendam terhadap Bahasa Inggris dan orang-orang yang pelit berbagi ilmu menyebabkan ia termotivasi dan gigih belajar sehingga ia menguasai Bahasa Inggris. Setelah merasa mampu, ia-pun mengabdikan ilmu yang ia miliki dengan iklas dan tanpa pamerih kepada siapa saja yang berkeinginan bisa berbahasa Inggris. Hal itu-lah yang dilakukan oleh Sahlim untuk membalas dendam-nya.

Sosok yang satu ini memiliki cerita yang sangat beda dengan sosok lainnya yang pernah saya tulis dan publikasikan di Halaman Kampung Media NTB. Sahlim, demikianlah nama laki-laki yang sejak tahun 2012 mengabdikan dirinya sebagai guru mata pelajaran Bahasa Inggris di MTs Maraqitta’limat Lenggorong Desa Sambik Elen dan SMK NW Kokok Putik Desa Bilok petung Kecamatan Bayan.

Sahlim lahir di Sukamulia pada tanggal 31 Desember 1990. Ia menempuh pendidikan dasarnya di SDN 10 Pohgading. Tamat SD, ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Pringgabaya dan menempuh pendidikan menengah atas di SMK Negeri 1 Selong dengan juruan Teknik Otomotif. Ia menyelesaikan pendidikannya di SMK pada tahun 2009.

Tamat dari SMK Negeri 1 Selong, ia memilih untuk melamar pekerjaan di Bandara Internasional Lombok yang waktu itu sedang membuka peluang kerja bagi siapa saja yang dianggap kompetetif sebagai pekerja di sana. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk lulus sebagai pekerja di Bandara Internasional adalah memiliki kualifikasi atau kemampuan berbahasa Inggris.

Untuk memenuhi persyaratan itu, ia harus belajar Bahasa Inggirs sebab selama duduk di bangku SMK ia tidak begitu memperhatikan pelajaran Bahasa Inggris dan sebab itulah keterampilan berbahasa Inggrisnya sangatlah minim. Menyadari hal itu, ia-pun berusaha mencari tutor/guru sebagai tempatnya belajar berbahasa Inggris, sayangnya waktu untu belajar guna memenuhi persyaratan tersebut cukup singkat (hanya satu bulan).

Sahlim berusaha belajar vocabulari sendiri namun itu tidak cukup untuk membuatnya bisa berbahasa Inggris. Menyadari hal itu, ia meminta bantuan salah seorang tetangganya yang mahir berbahasa Inggris untuk mengajar dan membimbingnya. Sayangnya, tidak mau membantunya. Berkali-kali ia bertandang ke rumah tetangganya tersebut, namun tetap saja ia tidak mau membagi ilmunya kepada Sahlim. Hal itu membuat-nya putus asa dan yakin bahwa dirinya tidak akan bisa diterima sebagai salah seorang pekerja di Bandara Internasional Lombok.

Waktu tes kualifikasi Bahasa Inggris-pun tiba, Sahlim-pun mengikuti tes dengan kemampuan berbahasa Inggris yang seadanya dan hari itu-pun ia gugur yang artinya harapannya untuk menjadi pekerja di BIL sudah terpotong. Ketidak lulusannya itu membuatnya frustasi dan terpuruk. Sejak saat itu ia sangat dendam terhadap Bahasa Inggris dan dendam pula terhadap orang-orang yang pelit berbagi ilmu dengan sesama.

 Dendam itu-lah membawa Sahlim terdampar di Bayan Lombok Utara. Setelah peristiwa itu, Sahlim malu kepada teman-teman bermainnya yang ada di kampung halamannya (Sukamulia) sehingga ia berlari ke Bayan. Di sana, ia tinggal bersama kakak-nya (Asri) yang waktu itu bermukim di perumahan SDN 1 Sambik Elen Kecamatan Bayan. Di sana ia mengungkapkan keluh kesahnya kepada kakak-nya, terkait dengan dendam-nya.

Kakak-nya (Asri) kemudian merekomendasikannya untuk melanjutkan pendidikan (berkuliah) di kelas jauh STKIP Hamzanwadi Selong yang waktu itu membua perkuliahan di SMP Negeri 1 Bayan. Kelas jauh itu hanya membuka dua program studi, yakni Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Mengetahui hal itu, Sahlim tidak mau kuliah di sana sebab ia ingin kuliah dengan mengambil program studi Pendidikan Bahasa Inggris agar supaya ia dapat membayar dendam yang sempat membuatnya frustasi.

Mendengar pernyataan adik-nya, Asri berkonsultasi dengan Bambang Sukoco (alm) yang merupakan rekan kerja-nya merintis dan mengajar di MTs Maraqitta’limat Lenggorong. Bambang Sukoco kemudian mencari informasi mengenai Kampus di wilayah Kabupaten Lombok Utara yang membuka program studi Pendidikan Bahasa Inggris sebab waktu itu Sahlim hanya ingin melanjutkan studi-nya jika ada perkuliahan yang membuka program Bahasa Inggris di sekitaran Lombok Utara.

Bambang Sukoco (alm) dan Asri kemudian mendapatkan informasi bahwa di Lombok Utara ada Lembaga Pendidikan (kampus) yang membuka Program Studi yang diinginkan oleh Sahlim. Lembaga Pendidikan tersebut adalah STKIP Hidayaturrahman NW Menggala yang dikelola oleh Haji Najmul Akhyar (Bupati KLU saat ini). Mereka merekomendasikan Sahlim untuk kuliah di sana dan itu diterimanya sehingga mulai pada awal tahun akademik 2009/2010, Sahlim mengikuti perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di sekolah tinggi yang dikelola dibawah naungan Ponpes Hidayaturrahman NW Menggala.

Sahlim betul-betul dendam terhadap Bahasa Inggris sehingga ia betul-betul tekun belajar menguasai bahasa itu. Di sela-sela kuliah-nya, ia sering bermain ke Gili Trawangan dengan tujuan untuk menambah pengalaman berbahasa dan berkomunikasi dengan warga asing (wisatawan asing). Hal itu menyebabkan-nya cakap berbahasa dan berkomunikasi menggunakan bahasa dunia tersebut. Satu tahun menempuh pendidikan di STKIP Hidayaturrahman NW Menggala Kecamatan pemenang Lombok Utara, kemampuan berbahasa Inggris-nya sudah lumayan. Lebih-lebih di ponpes tersebut memang digalakkan pembelajaran bahasa Inggris dengan menjadwalkan setiap santri berkomunikasi dengan bahasa dunia itu.

Sejak duduk di bangku smester VI, Sahlim mulai mengabdikan kemampuan berbahasa Inggris-nya dengan mengajar di sekolah rintisan kakak-nya (Asri). Awal tahun pelajaran 2013/2014, Sahlim mulai meniti karir sebagai guru honorer yang mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di MTs Maraqitta’limat Lenggorong dan SMK NW Kokok Putik. Ia ikhlas mengisi jam mengajar-nya dengan penuh tanggung jawab yang meskipun Kampus-nya sangat jauh jarak-nya dengan kedua sekolah tempat-nya mengajar.

Pada bulan Agustus 2013, Sahlim mulau aksi balas dendam-nya atas orang-orang yang pelit berbagi ilmu kepada sesama dengan membuka Lembaga Kursus yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan dan Penelitian Al-Assagaf Kokok Putik Desa Bilok Petung yang merupakan lembaga rintisan saudara-nya (Asri). Lembaga Kursus Bahasa Inggris itu dinamakan Smart School Course.

Sahlim betul-betul membalas dendam-nya melalui Smart School Course yang ia dirikan dengan menyelenggarakan Belajar Bahasa Inggris Geratis kepada siapa saja yang berkeinginan untuk bisa berbahasa Inggris. Kegiatan pembelajaran Smart School Course dilaksanakan pada sore dan malam hari. Kegiatan pembelajarannya difokuskan di MTs Maraqitta’limat Lenggorong. Pada sore hari, ia memberikan kursus geratis kepada peserta didik MTs Maraqitta’limat Lenggorong dan SMK NW Kokok Putik, sedang pada malam harinya untuk peserta kursus yang berasal dari kalangan umum (dari luar dua sekolah tadai).