logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pemuda Gondrong Terima Anugerah Pemuda Pelopor Nasional dari Presiden

Pemuda Gondrong Terima Anugerah Pemuda Pelopor Nasional dari Presiden

KM LENGGE,- “Jangan Menilai Seseorang dari Tampilan Luarnya Saja” kira-kira begitulah bunyi sebuah pepatah yang sering kita dengar. Tapi ada benarnya

Sosok Inspiratif

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
16 November, 2017 13:02:04
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 18173 Kali

KM LENGGE,-

“Jangan Menilai Seseorang dari Tampilan Luarnya Saja”

Kira-kira begitulah bunyi sebuah pepatah yang sering kita dengar. Tapi ada benarnya juga, pepatah ini, tidak semua orang terlihat seperti penampilannya. Sebuah Mutiata terbentuk saat sebutir pasir yang memasuki tubuh seekor tiram atau kerang di dasar lautan. Kemudian berproses, kita tidak tau kerang terlihat jelek dan amis tapi di dalam tubuhnya tersimpan Mutiara, kilauan cahaya dan keindahan yang begitu menawan.

Kurang lebih begitulah kalau kita melihat sosok pria tinggi, berbadan tegap dan gondrong ini. Pria satu ini terkenal di kalangan penggiar media sosial, aktivis, dan relawan kemanuasian. Lelaki manis yang biasa si sapa Bung Rangga ini malah melintas dijagat dunia sosial, kemanusian, dan pengembangan pemberdayaan masyarakat.

Kalau anda belum mengenal Pria satu ini, pandangan pertama anda adalah terlihat pendiam, misterius dan sadis. Tapi kalau anda sudah mengenal dari dekat sosoknya begitu kalem, ramah dan asik untuk diajak membahas dan berdiskusi tema apapun.

Yach, bagi kita orang Timur yang masih memegang teguh adab ketimuran, berambut gondrong itu identik dengan hal-hal yang negatif. Gondrong itu, identik dgn kesangaran, serampangan, hidup kacau, premanisme dan berhaluan metalic, kalaupun dia mahasiswa yach langsung di cap Pecinta Alam ataupun kerap dianggap 'Maba' (Mahasiswa Abadi). Kalau pun positif, identiknya cuman satu, kalau gondrong mungkin saja Buser atau intel.

Sejak pertama kali memiliki rambut Gondrong tahun 2002 yang lalu, hingga saat ini, Rangga tetap berusaha mematahkan stigma diskriminatif itu. Di daerah-daerah pelajar, Gondrong lebih identik dengan seniman, musisi, dan atau para Pekerja seni pada umumnya. Di Bima, hal ini belum berlaku umum.

Gondrong itu tak selamanya demikian, gondrong itu kini di gandrungi oleh para Peneliti. Meski jarang ter-ekspos, tetapi sudah banyak Peneliti yang berambut Gondrong juga. Pemuda berambut Gondrong juga mulai terlihat sebagai Volunter (Relawan) Kemanusiaan. Sehingga paradigma negatif berambut Gondrong itu mulai terkikis.

Pria Gondrong  ini pun pada hari Kamis sampai dengan hari Minggu 16-19 November 2017, bertempat di hotel Swissbell Hotel Damun Palangkaraya Kalimantan Tengan di undang secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa,  Pembanguna Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Republik Indonesia untuk mengikuti kegiatan gerakan kedaulatan pangan dan energy melalui program unggulan daerah.

 

Baca Juga :


Julhaidin yang akrab di sapa Rangga ini sebagi pelopor penggerak untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan penetapan program aksi dibidang kedaulatan pangan, kedaulatan energy, lingkungan hidup dan pariwisata.

Penganugerahan Pemuda Pelopor Ketahanan Pangan Nasional Kategori Pemuda Pelopor Pengembangan Produk Lokal menjadi Produk Unggulan Daerah, dari Presiden RI, diwakilkan oleh 3 utusan Kabupaten Bima yaitu, Ariyansah dari Desa Soro Kecamatan Lambu, Julhaidin dari Kecamatan Mpunda Kota Bima dan Hermansyah dari desa Labuan Kenangan kecamatan Tambora.

Ketiga pemuda Duta Kabupaten Bima ini mewakili,  Pemuda Pelopor Pariwisata Kategori Pengembangan Objek Pariwisata Berbasis Komunitas, dan Hermansyah dari desa Labuan Kenangan kecamatan Tambora. Ada 150 Pemuda Pelopor yg diundang berdasarkan hasil Seleksi Nasional oleh Bappenas thn 2016/2017 ini. Hasil konfirmasi Panitia pusat, bahwa 150 Pemuda Pelopor Nasional yang terpilih ini hasil dari 4 tahap seleksi dari 15.000 peserta se-Indonesia yang terjaring.

Dua dari Ketiga pemuda Duta Kabupaten Bima ini , ternyata Ariansyah ini juga Gondrong. Dua orang pemuda duta Pemuda Pelopor yang mewakili Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari utusan Kabuapten Bima adalah Pria Gondrong.

Mungkin, akan banyak Pemuda-pemuda Gondrong lainnya yang akan ada di tempat acara itu. Gondrong itu Kreatif meski tidak semua Pemuda Kreatif itu Gondrong. Gondrong itu Inovatif, meski tidak semua inovator adalah Gondrong. Gondrong itu Produktif, meski tidak semua hal produktif dihasilkan dari Pemuda berambut Gondrong.....

Jadi intinya Gondrong itu speciality, Meski Gondrong jangan Takut untuk Kreatif, Inovatif dan Komunikatif. Selamat dan Sukses untuk Bung Rangga dan bung Ariyansah semoga menjadi toko pemuda inspiratif bagi Pemuda-pemuda gondrong dan tidak gondrong lainya. (Sumber Rangga Babuju) Efan



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan