logoblog

Cari

Tutup Iklan

Membangun Usaha dari Tugas

Membangun Usaha dari Tugas

KM. Sukamulia – Tidak banyak guru yang bisa memanfaatkan dan mengembangkan tugas mengajarnya menjadi usaha kreatif yang dapat meningkatkan ekonominya. Sebagian

Sosok Inspiratif

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
14 November, 2017 23:20:58
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 7751 Kali

KM. Sukamulia –Tidak banyak guru yang bisa memanfaatkan dan mengembangkan tugas mengajarnya menjadi usaha kreatif yang dapat meningkatkan ekonominya. Sebagian besar guru hanya mengerjakan tugas mengajarnya untuk kepentingan menyelesaikan tugas dan tidak berusaha untuk mengaplikasikan tugas mengajarnya itu dalam kehidupan sehari-hari, apalagi untuk menjadikannya usaha kreatif yang dapat menunjang ekonominya.

Berbeda dengan Desi Sri Sandy, S. Pd yang termotivasi belajar karena diberkan tugas mengajar yang bukan merupakan basicnya dan kemudian mengembangkan tugas mengajarnya itu menjadi usaha kreatif yang dapat memberikan pendapatan yang dapat menunjang kehidupan ekonomi keluarganya.

Guru madrasah bernama lengkap Desi Sri Sandy, S. Pd ini dilahirkan di Dasan Agung pada tanggal 25 Desember 1985. Ia besar dan menempuh pendidikan dasar hingga pendidikan Menengah Atas-nya di kota kelahirannya itu. Ia menempuh dan mendapatkan ijasah Sekolah Dasar di SDN 5 Dasan Agung Mataram. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SLTPN 13 Mataram dan melanjutkan lagi di MAN 2 Mataram. Tidak lama setelah selesai SMA, ia dinikahi oleh kekasih-nya yang merupakan salah seorang warga Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan.

Setelah menikah, Desi meniti karir bersama suaminya. Kini ia bukan anak kota lagi, di tempat barunya yang merupakan bagian dari daerah terpencil itu, Desi harus hidup sederhana dengan segala usaha untuk membantu suaminya mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Di daerah terpencil itu, Desi Sri Sandy meniti karir sebagai seorang guru honorer di madrasah yang baru dirintis di sekitaran desan tempat ia hidup bersama suaminya. Desi Sri Sandy adalah salah seorang guru yang memulai karir mengajarnya di MTs Maraqitta’limat Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia mulai meniti karir sebagai seorang guru honorer pada tahun 2007 (awal berdirinya MTs Maraqitta’limat Lenggorong).

Waktu itu, ia memulai karir mengajarnya dengan modal ijasah yang didapatkan dari MAN 2 Mataram. Di madrasah tersebut ia diberikan tugas sebagai guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Pada tahun yang sama, ia juga masuk mengajar di MTs Sifaunnufus NW Sambik Elen dan di madrasah itu-pun ia ditugaskan sebagai guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Desi merupakan guru yang gigih dan disiplin sehingga ia disayangi oleh pengurus madrasah tempatnya mengabdikan ilmunya. Melihat kegigihan itu, pengelola MTs Maraqitta’limat Lenggorong menyarankannya untuk melanjutkan pendidikan ke jejang Perguruan Tinggi dan ia-pun semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikannya. Tahun 2012, ia-pun di wisuda di STKIP Hamzanwadi Selong dengan gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia.

Setelah menamatkan pendidikan S1-nya, Desi semakin termotivasi untuk meneruskan karirnya sebagai seorang guru. Sejak itu, ia mulai diberikan tugas sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Maraqitta’limat Lenggorong. Tahun 2013, Wakil Kepala Madrasah MTs Lenggorong (Asri, S. Pd) memberikannya tugas mengajar yang tidak sesuai dengan basic-nya, yakni sebagi guru Mata Pelajaran KTK dengan bidang keterampilan Tata Boga. Awalnya, ia menolak tugas itu, sebab ia merasa tidak mampu dan tidak memiliki keterampilan dalam masalah moga. Namun, setelah diberikan motivasi dan saran oleh si Wakil Kepala Madrasah tadi, ia-pun siap mengemban tugas itu.

Untuk melaksanakan tugasnya sebagai Guru Mata Pelajaran KTK, Desi harus belajar banyak mengenai boga. Dengan gigih, ia belajar dengan mengumpulkan buku-buku resep kuliner. Selain banyak membaca buku, ia juga belajar banyak dari internet sehingga ia semakin percaya diri melaksanakan tugasnya sebagai Guru KTK bidang Tata Boga. Selama mengajar sebagai guru KTK bidang Tata Boga, ia senantiasa mengajak peserta didik-nya peraktik membuat berbagai jenis kuliner tradisional dan modern, baik yang berbentuk kue kering, kue basah, minuman dan berbagai menu makanan.

Setelah dua tahun mengemban tugas sebagai guru KTK bidang Tata Boga, ia merasa mahir dalam bidang boga sehingga ia mengembangkan keterampilan yang ia miliki atas dasar tugas itu untuk menjadi sebuah usaha kreatif yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan dari honor mengajar-nya. Tahun 2015, sosok yang dilahirkan di Dasan Agung pada tanggal 25 Desember 1985 ini memulai karirnya sebagai pengusaha kecil dalam bidang boga. Pelan-pelan ia mengembangkan usaha itu sebagai industri kecil dengan membuka cattring yang menerima pesanan dari orang-orang yang membutuhkan jasa catring-nya.

Sebagai seorang pengusaha kecil dalam bidang boga, Desi aktif mempublikasikan dan mempromosikan usaha-nya melalui media sosial (facebook) sehingga catring-nya semakin di kenal oleh khalayak. Pelan namun pasti, usaha yang di awali dari tanggung jawab mengajar itu-pun semakin berkembang dan alhamdulillah usaha tersebut memberikan pendapatan yang lumayan besar bagi sosok guru yang dilahirkan dan dibesarkan di Kota Mataram itu. Sejak pertengahan tahun 2015, ia banyak mendapatkan pesanan dari sekolah-sekolah dan kantoran yang ada di sekitaran wilayah Desa Sambik Elen dan Desa Loloan Kecamatan Bayan. Hingga saat ini, usaha Catring yang di buka oleh guru madrasah terpencil itu semakin banyak mendapatkan pesanan bahkan kini ia kerap mendapatkan pesanan dari wilayah Lombok Timur dan seputaran Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Usaha Catring yang di buka dan di kelola oleh Desi Sri Sandy menyediakan berbagai jenis kue basah dan kue kering (termasuk kue tar), nasi kotak dan sebagainya. Dari usaha catring ini, Desi semakin di kenal oleh warga sehingga ia dipercaya semakin dipercaya untuk mengelola usaha KW Tunas Karya yang merupakan usaha Kelompok Wanita Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan. Yach… memang, sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kegigihan itu akan diberikan balasan yang baik oleh Yang Maha Kuasa, contohnya Desi Sri Sandy yang ikhlas dan gigih mengemban tugas sebagai guru honorer yang animonya mendapatkan gaji yang kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun atas keikhlasan dan kegigihannya, Yang Kuasa menujukkannya jalan lain untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari honor mengajarnya dan jalan yang ditunjukkan oleh Yang Kuasa itu adalah usaha yang awalnya ia geluti untuk memenuhi tugas mengajarnya sebagai guru Mata Pelajaran KTK bidang Boga.

Kini, usaha Cetering KW Tunas Karya yang dikembangkan oleh Desi semakin maju dan tentunya itu adalah salah satu cara-nya membantu sang suami tercinta dalam mencari rizki guna mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka. Perlu diketahui bahwa Desi Sri Sandy terdampar di Desa Perbatasan (Sambike Elen) karena pernikahannya dengan Sukril Hamdi (warga Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan) dan dari pernikahannya itu mereka sudah mendapatkan dua orang anak yang keduanya sudah duduk dibangku Sekolah Dasar.

 

Baca Juga :


Pada awal penikahannya hingga tahun 2013, keluarga kecil Desi Sri Sandy merupakan keluarga yang agak susah dalam masalah ekonomi. Namun atas kegigihan mereka, kini keluarga mereka sukses dan tergolong mampu dalam bidang ekonomi dan kesusksesan ekonomi keluarga mereka juga tidak lepas daru usaha sang Ibu Rumah Tangga (Desi) dalam mengerjakan berbagai usaha.

Selain sebagai guru dan pengusaha boga, Desi Sri Sandy juga mengisi hidupnya dengan aktif sebagai Sekertaris PKK Pokja III Desa Sambik Elen yang mengurus masalah sandang, pangan, dan papan sejak tahun 2007 dan Kader Posyandu Sambik Elen II dan Kader KB Desa Sambik elen sejak tahun 2013 sampai sekarang.

Desi juga aktif melakukan kegiatan budidaya tanaman Holtikultukultur di pekarangan rumahnya. Kegiatan budidaya tanaman Holtikultura itu dimulai pada 2015. Di pekarangan rumahnya, Ia mengembangkan berbagai macam tanaman, seperti, (1) apotik hidup yang terdiri dari tanaman obat-obatan), (2) warung hidup yang terdiri dari berbagai jenis tanaman sayur, (3) lumbung hidup yang terdiri dari berbagai jenis tanaman ubi-umbian dan (4) Tanaman Hias yang terdiri berbagai jenis bunga.

Kegiatan budidaya tanaman yang dilakukan di pekarangan rumah-nya itu menjadi inspirasi bagi warga sekitarnya sehingga sejak tahun 2016 hingga kini warga Dusun Sambik Elen banyak yang melakukan budidaya tanaman sayur dan pangan di pekarangan rumah mereka. Keaktifan Desi dalam bidang itu membuatnya semakin dipercaya sebagai pengurus Kelompok Wanita Desa Sambik Elen dan pekarangan rumah-nya dijadikan sebagai lahan percontohan dalam usaha budidaya tanaman Holtikultura.

Usaha kreatif mengembangkan tanaman Holtikultura di pekarangan rumah yang di geluti Desi Sri Sandy pernah mendapatkan kunjungan dari Dinas Pertanian KLU pada tahun 2015 dan Dinas Pertanian Prov NTB 2016.

Selama menggeluti usaha budidaya tanaman Holtikultura di pekarangan rumah-nya, Desi pernah membawa Kelompok Wanita Desa Sambik Elen sebagai; (1) Juara I Lomba Hatinya PKK Tingkat Kecamatan Bayan pada tahun 2015, (2) Juara I Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun 2015 dan (3) Juara III Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2016. Atas prestasi itu, maka pada tahun 2015 Desi dikirim mengikuti kegiatan studi banding ke Kota Bandung mewakili Kelompok KWT Desa Sambik Elen.

Perlu juga diketahui bahwa saat ini (tahun 2017), Desi Sri Sandy aktif mengajar di MTs Maraqitta’limat Lenggorong dengan tugas sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan KTK Bidang Boga dengan beban mengajar 14 jam pelajaran dalam seminggu, di MTs Miftahussuar NW Loloan sebagai guru Sejarah Kebudayaan Islam dengan beban mengajar 6 Jam Pelajaran dalam seminggu dan di MTs Sifaunnufus NW Sambik Elen sebagai guru Bahasa Indonesia dengan beban mengajar 8 Jam Pelajaran dalam seminggu. Luarbiasanya, Desi dapat mengatur waktunya dengan sedemikian sehingga ia senantiasa dapat melaksanakan tugas mengajar-nya dengan baik tanpa harus mengorbankan kegiatan-nya yang lain.

Guru madrasah yang bermoto “Berkarya Sebab Hobi”, ini memang sosok yang kreatif dan gigih serta ulet dalam bekerja. Ia mengawali kegiatan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan budidaya tanaman Holtikultura sebab ia mengemban tugas sebagai pengurs Kelompok Wanita Desa Sambik Elen yang mengelola masalah sandang, pangan dan papan. Tugas juga yang membuatnya termotivasi untuk belajar membudidayakan tanaman Holtikultura yang merupakan salah satu program PKK Desa Sambik Elen. Ia semakin termotivasi mengembangkan kegiatan tersebut sebagai hobi setelah melihat hasil kerjanya yang ternyata dilirik dan menjadi sumber inspirasi bagi warga sekitarnya dan kegiatannya itu juga dijadikan sebagai sampel penilaian Lomba Desa oleh tim penilai Lomba Desa Sambik Elen yang ahirnya membawanya mengikuti berbagai lomba dalam bidang tersebut dan itu juga yang membuatnya membawa Kelompok Wanita Desa Sambik Elen mendapatkan juara hingga tingkat provinsi.

Dari berbagai kreatif yang ia lakukan itu, kini Desi Sri Sandy bersama suaminya membuka layanan BRI Link yang juga merupakan salah satu usaha untuk menambah pendapatan keluarga mereka. Yach, perempuan yang satu ini cukup luar biasa dengan segala kreatifitas dan kegigihannya dalam mengerjakan tugas dan usahanya. Ia betul-betul memanfaatkan waktu dan tenaganya dengan semaksimal mungkin, hari-harinya dipenuhi oleh kegiatan yang memberi danpak positif bagi perekonomian keluarga-nya.

Jika kita memperhatikan perjalanan karir sosok guru Madrasah Terpencil yang satu ini maka jelaslah bahwa semua yang ia lakukan diawali dari tugas. Ia mulai belajar boga yang ahirnya dijadikan sebagai usaha catring sebab ia ditugaskan mengampu mata pelajaran KTK bidang Tata Boga di MTs Maraqitta’limat Lenggorong. Ia juga melaksanakan dan mengembangkan budidaya tanaman Holtikultura di pekarangan rumah-nya sebab tugasnya sebagai pengelola PKK Desa Sambik Elen, yakni sebagai pengurus bagian sandang, pangan dan papan. Tugas itu kemudian dijadikan sebagai hobi yang ditekuni dan ahirnya atas dasar menjalankan tugas tersebut ia bisa membawa Kelompok Wanita Desa Sambik Elen mendapatkan juara hingga tingkat provinsi.

Semoga kisah ini bisa kita jadikan sebagai inspirasi dan mengikuti jejak-nya dengan mencintai tugas apa saja yang kita punya. Kiranya kita dapat mengerjakan tugas kita dengan sebaik mungkin, mencintai dan mengembangkannya sebagai usaha yang dapat menjadi sumber kebaikan bagi didi kita sendiri dan lebih-lebih bagi orang lain. Semoga pula Yang Maha Kuasa memberikan kita jalan kebaikan sehingga kita mendapatkan keselamatan dari dunia hingga akhir masa.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan