logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ciao Aziz! Oleh-oleh dari Itali

Ciao Aziz! Oleh-oleh dari Itali

Mataram –Bernama lengkap Muhammad Aziz Putra Akbar, siswa kelas XII IPA SMAN 5 Mataram kelahiran 7 September 1998 ini dua bulan

Sosok Inspiratif

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
13 Oktober, 2017 09:13:15
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 6005 Kali

Mataram –Bernama lengkap Muhammad Aziz Putra Akbar, siswa kelas XII IPA SMAN 5 Mataram kelahiran 7 September 1998 ini dua bulan yang lalu baru saja pulang dari Itali. Ia seharusnya telah lulus SMA dan sekarang berada di bangku kuliah bersama teman-temannya, tetapi karena mengikuti program pertukaran pelajar di Itali selama setahun,ia baru akan menyelesaikan pendidikannya tahun ini.

“Kita itu ibarat ketapel yang ditarik mundur dulu baru dilepas untuk meloncat lebih jauh,” ujar Aziz.

Putra pasangan Ali Akbar Ibrahim dan Sri Lestari Darmawati ini mendapatkan banyak sekali pengalaman beharga selama masa seleksi sampai berhasil terpilih mengikuti program pertukaran pelajar ini. Berawal dari sounding yang dilakukan Yayasan Bina Antar budaya di Smala, Aziz pada awalnya pesimis untuk mengikuti program ini. Tetapi karena dorongan kuat dari Ibunya, ia pun akhirnya membeli formulir pendaftaran.

Aziz tak pernah menyangka bisa lolos setiap tahap seleksi, dari seleksi administrasi, tes tulis yang terdiri dari tes Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Umum, wawancara, dan penyelesaian dinamika kelompok. Hingga akhirnya ia memilih program AFS dan berangkat ke Itali.

Selama di Itali, Aziz tinggal bersama kedua orang tua angkatnya Irene Poddi dan Livio Melis, di sebuah desa terpencil di kepulauan Sardinia Itali. Desa tersebut dihuni oleh sekitar 4500 penduduk saja. Selama awal-awal menetap di sana, Aziz mengalami culture shock baik soal cuaca yang sangat dingin maupun bahasa, karena tak seorangpun bisa berbahasa Inggris disana.

 

Baca Juga :


“Culture shock yang paling terasa adalah cuaca. Musim dinginnya dingin sekali. Saya sampai hibernasi. Orang-orang disana juga jarang ada yang bisa bahasa Inggris, di sekolah saja hanya guru bahasa inggris yang bisa berbahasa inggris. Jadi saya harus belajar ekstra untuk bisa bahasa Itali. Untungnya ada google translate,” tutur Aziz.

Selama mengikuti program pertukaran pelajar, Aziz mengaku banyak sekali belajar mengenai perbedaan. Perbedaan budaya, masyarakat, dan system pendidikannya menurut Aziz sangat berbeda dengan di Indonesia sehingga ia jadi bisa lebih menghargai perbedaan.

“Saya juga jadi lebih talk active dari sebelumnya, bisa berkomunikasi dengan orang lebih baik. Karena disana kalau saya tidak memulai percakapan dengan orang saya akan merasa kesepian, dari situlah saya belajar untk lebih komunikatif,” ungkapnya di akhir wawancara. (nov)



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan