logoblog

Cari

Tutup Iklan

Warga Kampung Media Jadi Marbot Online

Warga Kampung Media Jadi Marbot Online

Kampung Media Adalah Inspirasi, Muatan fositif dari gelombang Aura yang dipancarkannya terus menggema mengisi setiap ruangan Kosong kehidupan Warga Kampung, Mulai

Sosok Inspiratif

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
07 Oktober, 2017 14:17:04
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 6069 Kali

Kampung Media Adalah Inspirasi, Muatan fositif dari gelombang Aura yang dipancarkannya terus menggema mengisi setiap ruangan Kosong kehidupan Warga Kampung, Mulai dari Pedagang sayur hingga Pejabat Eselon tak luput dari Arusnya yang inspirasional, yakni tentang perjalanan kisah kehidupan semua warga dari setiap profesi kemanusiaan senantiasa di liput dan di kabarkan secara hangat, hingga tak ayal Kampung media menjadi komoditas komunikasi Publik yang sangat di gandrungi di NTB bahkan Nasional, tak semua kita yang tidak mengetahui itu.

Jejaring sosial yang menjadi Tranding Page dari tahun pertama pemerintahan Gubernur NTB Zainul Majdi terus meninggi hingga menjadi pesn langit yang tidak pernah sepi pengunjung bahkan jumlah anggotanya tiap tahun bertambah. salah satu dari anggotanya adalah Chairil Anwar. seorang jurnalis yang di beri Gelar oleh teman-temnnya sebagi Marbot online karena kegemarannya Menulis. Sebagai Seorang Sarjana Lulusan Fakultas Hukum Islam 2007 Beliau mulai meniti karier dalam dunia tulis menulis dan  telah berkali-kali keluar masuk situs dan web kepenulisan, disamping itu Lelaki pengarang ini dalam perjalanan akademiknya terbilang lebih dari cukup: karena disamping kegigihannya dalam menekuni dunia pengabdian sebagai guru Chairil Anwar juga tergolong cukup sibuk dengan tugas-tugas lain, seperti menjadi Marbot disalah satu masjid di Kecamatan Sakra barat Kabupaten Lombok Timur..

Dalam kesempatan yang singkat kegemaran Menulis juga Merupan Anugrah tersendiri bagi Lelaki Kelahiran tahun 1984 ini. disela sela tugas dinasnya sebagai marbot hamper setiap ada waktu kosong selalu di isinya dengan menulis mulai dari kabar seputar lingkungan hingga berita-berita politik,criminal hingga berdakwah, Bukan masalah Profesinya yang luar biasa tetapi nuansa spiritualitas yang mengikat. Dia menulis pada awalnya untuk konsumsi sendiri, untuk menghormati gurunya yang memiliki etos bekerja luar biasa, dan karena itu dia ingin mengabadikan kekagumannya pada sang guru.

Sampai suatu waktu dia mendengar kabar tentang Kesempatan untuk menulis dari teman-teman kerjanya di madrasah diwilayah rensing dan memulai menekuti dunia Jejaring Sosial Kampung Media. Kemudian dia menuliskan Beberapa Judul Artikel yang klemudia disharring melalui Facebook, dan dibagi-bagikan kepada teman-temannya.

Apa yang menarik dari pengalaman Chairil Anwar untuk kita Hayati?

Pertama, dalam menulis memang ada lorong rahasia yang nyaris tidak dapat diprediksikan oleh siapa pun. Sebuah Artikel Sederhana yang tidak direncakan untuk diterbitkan, akhirnya tercium secara tidak langsung, dan melalui cara yang tidak langsung pula. Tetapi, ketika Tangan Panjang Tuhan menjulur dalam bentang tempat dan ruang yang tak terbatas oleh waktu, apa pun dalam sejarah hidup dapat tercipta. Apalagi, manakala suci hati yang mengalir dalam kepenulisan menjadi ruh di dalamnya, bukan ajaib ketika Tuhannya menemukannya dalam angguk yang mengagumkan.

 

Baca Juga :


Kedua, bekal berpikir dan kemampuan akademik tampaknya berandil juga dalam kesuksesan seseorang dalam menulis. siapa pun akan mengakui. Kemauan ,Ketulusan dan Keuletan dalam melakoni sebuah Panggilan jiwa adalah modal yang besar yang dititpkan oleh allah SWT untuk dikembangkan. Pengalaman ini, diakui atau tidak, meneguhkan apa pesan Budi Darma yang mengatakan bahwa kemampuan menulis erat kaitannya dengan kemampuan akademik (berpikir) seseorang. Kegagalan berpikir dengan sendirinya, akan menghambat kelancaran ?berkomunikasi? dalam karya untuk sampai pada pembaca dan tentunya berkaitan pula dengan kejeniusan tampilan dalam karya.

Permasalahannya adalah mengapa banyak orang pandai di Indonesia yang tidak mampu menulis? Sebuah otokritik yang menarik untuk dipikir ulang. Barangkali, memang kita percaya pada ungkapan banyak tokoh dunia, bahwa profesi apa pun sesungguhnya keberhasilannya ditentukan oleh faktor etos dan motivasi kerja yang dapat menjadi 99 persen. Einstein mengatakan, 99 persen hasil yang kita peroleh karena kerja keras, bukan takdir, apalagi bakat yang secara mitologis selalu menjadi hutan sembunyi atas kemalasan kita. Jika Anda ingin mewujudkan mimpi besar dalam hidup ini tidak ada cara lain kecua kerja keras.

Ketiga, kekuatan impresi seseorang suatu waktu dapat menjadi bom investasi yang tidak ternilai. Sebagaimana saya pernah menulis tentang Status Sebagai Marbot bukan halangan menjadi Jurnalis. Ketulusan Seorang guru, menginspirasikan sang murid untuk memberikan kado dan kenangan indah padanya. Di luar dugaan kenangan itu menjadi muara dan sungai finansial yang tidak akan kering sepanjang hayat.  []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan