logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ekonomi Lemah Bukan Halangan

Ekonomi Lemah Bukan Halangan

Masrin adalah salah satu anak muda yang gigih dalam menimba ilmu. Di umur yang ke 28 tahun Masrin berhasil menyelesaikan program

Sosok Inspiratif

Hamjah Diha
Oleh Hamjah Diha
22 Agustus, 2017 08:47:36
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 12129 Kali

Masrin adalah salah satu anak muda yang gigih dalam menimba ilmu. Di umur yang ke 28 tahun Masrin berhasil menyelesaikan program Doktor di bidang pendidikan bahasa dengan predikat cumlaude. Meskipun kondisi ekonomi keluarganya (orang tua) yang kurang mampu, namun tidak sedikitpun mengurangi semangatnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni program Doktor.

Pemuda asal kabapten Bima kecamatan Soromandi itu berhasil menyelesaikan program magister (S2) dan program Doktornya (S3) dalam waktu yang singkat. Dia berhasil menyelesaikan program Doktor dalam waktu 2,5 tahun,  walaupun kondisi ekonomi keluarganya (orang tua) yang lemah. Baginya, keterbatasan ekonomi, bukanlah kendala utama dalam menimba ilmu, namun yang menjadi kendala adalah kurangnya semangat dalam belajar. “Asal punya semangat yang tinggi untuk belajar saja”. Ungkapnya.

Perjalanan Masrin dalam menimba ilmu sangatlah rumit. Dalam menimba ilmu, dia sudah makan asam-garam. Susah-senang baginya sudah biasa. Dan bahkan di awal ke Jakarta, Masrin tidak memiliki tempat tinggal yang jelas. “Awal tiba di jakarta, saya tidak memiliki tempat tinggal, terpaksa saya tidur di mesjid kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) selama 9 hari”. Ujarnya.

Kisah pahit yang di alami Masrin dalam menimba ilmu tidak berhenti sampai di situ. Ternyata kisah itu berlanjut ketika dia menjalankan proses kuliah. Dalam proses perkuliahan, Masrin hampir terancam di drop out (DO) karena telat membayar kuliah. “Saya hampir di DO karena tidak memiliki uang untuk bayar kuliah”. Lanjutnya.

 

Baca Juga :


Sebetulnya tidak ada dalam banyangannya untuk melanjutkan program Doktor tersebut karena semua keluarga tidak ada yang setuju dengan alasan ekonomi. Namun karena modal nekat akhirnya dia memberanikan diri untuk daftar. “Saya daftar di UNJ itu pinjam uang teman, dan alhamdullah lulus”. Ungkap Doktor termuda itu.

Saya ikut kuliah tanpa daftar ulang karena di UNJ pada saat itu tidak terlalu ketat seperti sekarang ini. Lanjutnya. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan