logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lombok-Sumbawa Menjadi Setting Novel Tere Liye

 Lombok-Sumbawa Menjadi Setting Novel Tere Liye

Pesona Khazanah Ramadhan Islamic Center NTB di Mataram  semakin seru. Salah satu acara bergensi dalam momen ini adalah “Meet & Greet

Sosok Inspiratif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
19 Juni, 2017 00:51:38
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 6555 Kali

Pesona Khazanah Ramadhan Islamic Center NTB di Mataram  semakin seru. Salah satu acara bergensi dalam momen ini adalah “Meet & Greet “ yang bertempat di Ballroom. Setelah Penulis kenamaan Indonesia, Habiburahman El Shirazy  menyambangi  Islamic Center NTB  pada Minggu, 11 Juni 2017 di Balroom, Tere Liye menyusul pada Ahad (18/6) dalam bedah buku “novel”. Ruangan Balroom dipadati oleh  anak-anak muda NTB. Mereka antusias mengikuti penampilan Tere Liye lewat bedah buku “novel” dengan gaya bahasa yang familier di atas panggung.

 

Penulis novel yang terlahir di Sumatera pada 21 Mei 1979 ini telah menerbitkan sedikitnya 27 novel. Pada acara “Meet & Greet “ ini, ia mengaku kalau Pulau Lombok begitu spesial baginya. Ia pun  juga mengatakan kalau dirinya sudah kesekian kalinya datang di Lombok.

Dalam bedah buku novel yang bergelar di Balroom Islamic Center NTB, Tere Liye menceritakan kalau ada sejumlah karya miliknya yang berlokasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, seperti Sunset Bersama Rosie di Lombok dan Tentang Kamu yang pengambilan settingnya di Pulau Bungin, Sumbawa.

Penulis yang juga merupakan jebolan fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengaku kalau dirinya telah menjelajahi destinasi wisata maupun mengenal bentuk budaya yang ada di Pulau Seribu Masjid ini. Pada tahun 2005, ia pernah menjelajah di Pantai Senggigi, Tiga Gili di Lombok Utara, hingga mendaki Gunung Rinjani. Inilah yang membuat kekuatannya mampu untuk menjadikan lokasi Pulau Lombok sebagai setting cerita di dalam karya fiksinya.

Bicara tentang karya sastra, seorang Tere Liye mengakui bahwa dunia kepenulisan yang ia jalani adalah jenis fiksi,,, meskipun ia berlatar belakang pendidikan ekonomi. Ia pun beralasan bahwa menekuni dunia tulisan fiksi adalah ingin mengajak dan sekaligus memberikan alternatif bacaan bagi masyarakat.

 

Baca Juga :


Kunci menulis bagi seorang Tere Liye adalah perbanyak latihan. Ia pun mengambil contoh pada ibu rumah tangga di dapur, lantaran kebiasaan memasak akhirnya menjadi terampil. Jadi bagi seorang penulis yang selalu membiasakan diri menulis, tentu akan menjadi seorang penulis yang muda untuk berimajinasi yang kemudian dituankan dalam bentuk tulisan.

Dari forum, sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang pengunjung “Saya sering menulis novel, tapi ketika belum selesai berhenti lagi, dan ketika ada ide baru yang menarik saya tulis lagi namun tidak terselesaikan juga. Bagaimana caranya agar kita bisa tetap menyelesaikan tulisan yang kita buat.” Tanya seorang pengunjung. Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Tere bahwa kuncinya adalah motivasi. Walaupun tulisan itu kita telah menganggap kurang bagus tapi tetap digigit, dalam arti lanjutkan. Karena yang menilai tulisan kita adalah pembaca. Ia pun akhirnya mencontohkan dirinya kalau ada sebuah tulisannya yang dianggap kurang bagus, ia tetap berusaha untuk menyelesaikannya, namun justru tulisan itulah yang meledak dan  banyak yang menyenanginya.

Tere Liye juga menegaskan bahwa novel itu juga butut riset. “Misalnya ketika saya harus menulis tentang keberangkatan orang-orang ke tanah suci dengan menggunakan kapal laut pada tahun 1939. Sementara saya belum lahir waktu itu. Olehnya, harus mengumpulkan berbagai referensi yang terkait dengan tulisan dan atau gambar kapal di tahun 1939 yang lalu kemudian saya memasukkan cerita ke dalam kapal itu,” ungkap Tere dengan serius.

Selain itu, Tere Liye mengatakan bahwa dari 27 karya yang dikeluarkan itu tidak monoton dalam satu jenis (genre) novel. Ia pun meulis beberapa novel ke dalam  ragam genre yakni novel roman seperti Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" yang terinspiradi oleh Buta Hamka. Selain itu, untuk genre anak-anak dan keluarga seperti Hapalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah, demikian juga dengan  novel bergenre fantasi berjudul Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang. () -01



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan