logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ali Pemuda Kampung Yang Inspirasi

Ali Pemuda Kampung Yang Inspirasi

Hari kian berlanjut, kebutuhan hidup terus menumbuh. Keterbatasan ide menjadi persoalan, kemampuan mengambil peluang menjadi tatangan. Dan kini pemuda kreatif asal

Sosok Inspiratif

KM. NEWS
Oleh KM. NEWS
09 Desember, 2016 03:19:22
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 13628 Kali

Hari kian berlanjut, kebutuhan hidup terus menumbuh. Keterbatasan ide menjadi persoalan, kemampuan mengambil peluang menjadi tatangan. Dan kini pemuda kreatif asal lingkungan Desa Candi Kec Madapangga Kab Bima mencobah membuktikan diri untuk mengambil kesempatan ditengah hiruk-pikuk ketakutan kita untuk menghadapi persaingan masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sedang ada dimata.

Budiman Aliansyah adalah lelaki sederhana, kelahiran Bima 13 Desember 1992 ini membuka usaha sablon sampingan. Usaha yang sedang dikembangkan ini hanya fokus pada sablon baju oblong dan topi. Pesanan pun fariasi, namun yang mendominasi adalah kata-kata inspirasi/ motivasi Bima-Dompu yang menyimpan banyak makna tentang arti kehidupan. Idenya datang dari pangilan jiwa, atas keterbatas keluarga ia mencobah mencari celah untuk mengurangi beban yang diderita. Namun rasanya tak semudah yang dibayangkan, ia sering merasa ketakutan untuk berbisnis, di satu sisi karna modal tak mendukung, jaringan belum ada, dan kepercayaan orang lain juga belum terarah. Semuanya ia berangkat dari awal, dari keterbatas wawasan dan pemahaman. Hanya saja yang membuat ia bertahan adalah nilai kemandirian hidup.

Ali adalah nama sapaan, anak ke tiga dari Ibu yana dan Bapak yusuf. Ia kuliah di Stmik Bumigora mengambil jurusan Teknik Informatika. Sebelumnya Ali tidak pernah terbayang untuk masuk di perguruan tinggi komputer, ia sama sekali tidak pernah mengetahui, apa dan bagaiamana cara memakai komputer bahkan buta pada internet. Apa lagi media informasi.

Pengetahuan tentang internet sangat minim, Ali hanya mengetahui media sosial facebook dan Video audio Youtube. Selain itu hambar. Menakutkan baginya. Cara memanfaatkan facebook pun tidak tahu, baginya facebook adalah media interaksi untuk teman-teman diluar daerah, mendekatkan yang jauh. Memudahkan silaturahmi antar sesama, menanyakan keadaan kondisi tentang kebaikan dan kesusahan.  

Bahkan hening, dunia tak seperti yang ia ketahui tentang bagaimana cara mencari rezki dengan kekuatan sendiri. Tak ingin mengangap bahwa semuanya harus bergantung penuh pada orang tua dan keluarga. Ia terus memompa panji-panji kesadaran, mengasah potensi, melatih kecerdasan, dan membina waktu seefektif mungkin untuk menghasilakan hal-hal yang bermanfaat. Hari-harinya selalu berada didepan layar monitor, mencari beberapa kata-kata mutiara untuk membakitkan motivasi diri dari tokoh-tokoh besar, kadang membaca buku dan browsing artikel inspirasi.

Selain itu, di depan internet ia terus browsing tentang multimedia. Yaitu Desaig. Karna dari awal ia suka dengan seni keindahan. Sejak itu mulai mengetahui Software CorelDraw dan Photoshop. Melatih desaig dengan cara-cara sederhana, mulai dari membuat nama, Id Card, Cover, Spanduk, dan apa saja ia terus bermain dengan imajinasi.     

 

Baca Juga :


Untuk menjawab keresahan diri, tatapan matanya penuh dengan harapan besar. Mulai bangkit dari keterpurukan dan ketertinggalan, ia terus belajar tak pernah henti bahkan tak pernah menyia-nyiakan waktu berlalu tanpa arti".  

Sehingga kini, facebook menjadi andalah utama bagi usahanya. Memanfatkan media sosial untuk berjualan online, hasilnya pun fantastik. Perbulan bisa mencapai 500.000 - 800.000 Ribu Rupiah meraih keuntungan. Biaya kehidupan tidak lagi menunggu kiriman dari orang tua, saat ini ia sedang menabung mencobah belajar untuk membiayai kuliahnya sendiri. Sebetulnya tak ada yang istimewah darinya. Ia hanya orang kampung biasa yang sedang menaiki tangga secara perlahan-lahan namun pasti.

Semua tentu butuh proses. "Nilai ke egoisan dan gengsi dilupakan dulu, mari sejenak menatap jiwa, bercermin diri, terus bersabar. Percayalah bahwa proses tidak pernah menghianati hasil" terangnya. Bisnis ini sebetulnya hanya selingan waktu, agar tidak hanya kuliah, pulang, tidur. Namun ada sesuatu hal yang bisa menghasilkan uang tambahan. Yang tidak setiap saat duduk diam menunggu kiriman dari keluarga. () -03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan