logoblog

Cari

Tutup Iklan

Wayan Swastika Penyuluh Inovatif dari BPP Narmada

Wayan Swastika Penyuluh Inovatif dari BPP Narmada

Seorang penyuluh secara umum baik pertanian, perikanan, kehutanan maupun perkebunan haruslah tetap berinovasi sekaligus berimprovisasi. Hal ini perlu dilakukan selain sebagai

Sosok Inspiratif

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
29 November, 2016 16:28:25
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 7857 Kali

Seorang penyuluh secara umum baik pertanian, perikanan, kehutanan maupun perkebunan haruslah tetap berinovasi sekaligus berimprovisasi. Hal ini perlu dilakukan selain sebagai bentuk pembelajaran dan contoh positif yang harus dikembangkan dan diteruskan kepada kelompok tani binaannya, juga merupakan nilai tambah bagi karier seorang penyuluh.

Penyuluh Kehutanan Madya BPP Narmada, Lombok Barat, Wayan Swastika terbilang penyuluh kreatif dan inovatif. Media ini ketika berkunjung ke rumahnya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Narmada, Lombok Barat suasananya menjadi riuh nan ramai. Pasalnya 1000-an ayam pedaging dipeliharanya dalam kandang yang cukup rapi dan bersih. Belum lagi di kebunnya yang seluas 5 are, ia memlihara ayam serupa dengan jumlah 2000-an ekor.

Yang menarik dari usaha ternak yang ditekuni penyuluh yang cukup ramah ini adalah pemanfaatan limbah ternak untuk mpembuatan pupuk kompos atau pupuk bokashi dengan aplikasi cairan pupuk organic EM. Ia berinisiatif untuk membuat pupuk organik ini karena terinspirasi oleh keberhasilan rekan-rekan penyuluh lainnya terhadap pembinaan pembuatan pupuk organik aplikasi EM kepada sejumlah kelompok tani dan ternak yang ada di wilayah BPP Narmada.

Kesuksesan aplikasi EM ini yang menginisiasinya untuk membuat pupuk kompos sendiri. Secara kebetulan Wayan Swastika memlihara ayam pedaging. Ketimbang kotorannya dibuang percuma iapun membuat pupuk kompos dengan bahan-bahan sisa kotoran ayam dimaksud, lalu dicampur dengan tanah gembur, sekam dan sampah dedaunan yang sudah kering.

Proses pembuatan pupuk kompos aplikasi EM ini langsung dimasukkan dalam karung dan diendapkan beberapa lamanya di dalam karung. Tidak lebih dari 9 karung yang sudah dihasilkan dari pembuatan pupuk ini. “Rencananya akan saya gunakan untuk pemupukan pada tanaman sayur-mayur yang akan saya siapkan di lahan ini. Ya paling tidak bisa untuk konsumsi sendiri. Karena mengkonsumsi tanaman sayur-mayur untuk keluarga dari hasil pemupukan secara organik sangat baik untuk kesehatan. Kita dianjurkan untuk kembali kea lam,” kata Wayan.

Wayan juga berkomitmen untuk memperbaiki mutu dan kualitas produksi ternak ayam pedagingnya sehingga mampu meningkatkan volume dan kualitas daging dengan aplikasi EM ternak. Ia mengaku tingkat usaha ternak sangat terbantu dan meningkat setelah menggunakan EM. Disamping itu juga bau limbah kotoran ternak yang tidak sedap bisa dielimir oleh EM ternak ini. (H. Wardi)

Wayan Swastika Penyuluh Inovatif dari BPP Narmada

 

 

Baca Juga :


Seorang penyuluh secara umum baik pertanian, perikanan, kehutanan maupun perkebunan haruslah tetap berinovasi sekaligus berimprovisasi. Hal ini perlu dilakukan selain sebagai bentuk pembelajaran dan contoh positif yang harus dikembangkan dan diteruskan kepada kelompok tani binaannya, juga merupakan nilai tambah bagi karier seorang penyuluh.

Penyuluh Kehutanan Madya BPP Narmada, Lombok Barat, Wayan Swastika terbilang penyuluh kreatif dan inovatif. Media ini ketika berkunjung ke rumahnya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Narmada, Lombok Barat suasananya menjadi riuh nan ramai. Pasalnya 1000-an ayam pedaging dipeliharanya dalam kandang yang cukup rapi dan bersih. Belum lagi di kebunnya yang seluas 5 are, ia memlihara ayam serupa dengan jumlah 2000-an ekor.

Yang menarik dari usaha ternak yang ditekuni penyuluh yang cukup ramah ini adalah pemanfaatan limbah ternak untuk mpembuatan pupuk kompos atau pupuk bokashi dengan aplikasi cairan pupuk organic EM. Ia berinisiatif untuk membuat pupuk organik ini karena terinspirasi oleh keberhasilan rekan-rekan penyuluh lainnya terhadap pembinaan pembuatan pupuk organik aplikasi EM kepada sejumlah kelompok tani dan ternak yang ada di wilayah BPP Narmada.

Kesuksesan aplikasi EM ini yang menginisiasinya untuk membuat pupuk kompos sendiri. Secara kebetulan Wayan Swastika memlihara ayam pedaging. Ketimbang kotorannya dibuang percuma iapun membuat pupuk kompos dengan bahan-bahan sisa kotoran ayam dimaksud, lalu dicampur dengan tanah gembur, sekam dan sampah dedaunan yang sudah kering.

Proses pembuatan pupuk kompos aplikasi EM ini langsung dimasukkan dalam karung dan diendapkan beberapa lamanya di dalam karung. Tidak lebih dari 9 karung yang sudah dihasilkan dari pembuatan pupuk ini. “Rencananya akan saya gunakan untuk pemupukan pada tanaman sayur-mayur yang akan saya siapkan di lahan ini. Ya paling tidak bisa untuk konsumsi sendiri. Karena mengkonsumsi tanaman sayur-mayur untuk keluarga dari hasil pemupukan secara organik sangat baik untuk kesehatan. Kita dianjurkan untuk kembali kea lam,” kata Wayan.

Wayan juga berkomitmen untuk memperbaiki mutu dan kualitas produksi ternak ayam pedagingnya sehingga mampu meningkatkan volume dan kualitas daging dengan aplikasi EM ternak. Ia mengaku tingkat usaha ternak sangat terbantu dan meningkat setelah menggunakan EM. Disamping itu juga bau limbah kotoran ternak yang tidak sedap bisa dielimir oleh EM ternak ini. (wardi)



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan