logoblog

Cari

Bertahan Hidup dengan Gambus

Bertahan Hidup dengan Gambus

KM. Sukamulia – “Ahlan”, demikianlah nama sosok yang akan kami ceritakan kali ini. Ahlan adalah seorang warga Dusun Ketapang Desa Pringgabaya

Sosok Inspiratif

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
17 Juni, 2016 01:15:29
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 14057 Kali

KM. Sukamulia – “Ahlan”, demikianlah nama sosok yang akan kami ceritakan kali ini. Ahlan adalah seorang warga Dusun Ketapang Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, beliau adalah seorang penyandang tunanetra (kebutaan). Namun demikian, beliau tidak pernah berputusa asa untuk mendapatkan rizki dengan kemampuan yang ia miliki. Dengan bermodal Gambus dan suara seadaanya, ia berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada dasarnya, Ahlan adalah manusia normal. Sejak kecil Ahlan memiliki pisik dan panca indera yang lengkap, namun karena kecelakaan kerja maka ia harus kehilangan pengelihatannya. Mengenai hal itu, kepada kami Ahlan bercerita bahwa ia mengalami kecelakaan kerja pada saat bekerja sebagai seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Di Malaysia ia bekerja buruh di sebuah perusahaan yang mengelola usaha budidaya tanaman papaya. Ketika ia melakukan pekerjaannya sebagai buruh di peruasahaan itulah matanya terkena racun pada saat menyemrot tamana papaya dan hal itulah yang kemudian membuatnya kehilangan pengelihatannya.

Saya pergi ke Malaysia pada awal tahun 2014, di sana saya bekerja di perkebunan papaya. Setiap harinya saya dan kawan-kawan menyemprot pepaya dengan menggunakan obat (insektisida) yang bernama Sipin, obat itu cukup keras sehingga saat bekerja kami harus menggunakan masker dan kacamata sebagai pengaman. Karena bos (toke) kami sering marah ketika melihat kami menggunakan peralatan pengaman tersebut, kami-pun tidak berani lagi menggunakan pengaman saat bekerja. Singkat cerita, pada tanggal sekitaran bulan April 2015 kami menyemprot tanaman papaya dengan obat Sipin dan saat itu kami tidak menggunakan alat pengaman seperti masker dan kacamata, nah saat itulah saya dan beberapa orang teman saya keracunan, tetapi hanya saya yang paling parah. Katanya sich mata saya terinpeksi oleh racun yang kami semprotkan bersama air. Nah sejak itulah pengelihatan saya hilang”, papar Ahlan saat kami wawancarai di sela-sela kesibukannya memainkan gambus-nya ketika mengamen di depan SDN 10 Pohgading.

“Hal yang paling memperihatinkan adalah bos kami tidak mau bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang menimpa kami yang padahal waktu itu saya adalah TKI resmi dan memiliki surat-surat yang lengkap, seperti paspor dan IC. Ketika bos kami mengetahui bahwa saya mengalami iritasi mata yang parah, ia malah menyuruh saya pulang ke kampung halaman dan itu-pun tanpa dibiayai. Syukurnya ada teman saya yang mau membawa saya pulang dan alhamdulillah setelah sampai di kampung halaman saya bisa sehat”, sambung laki-laki berusia 38 tahun itu sebelum mulai lagi memainkan gambus-nya.

Usai menyanyikan dua lagu bernada sendu, laki-laki yang kini hidup sebatang kara itu melanjutkan ceritanya, “Beberapa bulan saya menyandang kebutaan ini, istri saya minta cerai karena saya dianggap tidak akan bisa lagi menghidupi. Saya sadar akan kebutaan yang saya alami dan dengan perasaan yang begitu sedih dan haru saya harus mengabulkan permohonannya, sejak itu saya hidup sendiri. Bahkan saudara-saudara sayapun sepertinya menjauhi saya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Di sanalah saya mulai berpikir untuk keluar mencari rizki dengan kemampuan yang saya miliki sejak masih remaja, yaitu bermain gambus”, tegasnya.

Setelah memberikan keterangan itu, Ahlan kembali memainkan gambusnya di tengah kerumunan anak-anak yang sepertinya sangat heran melihat sosok ini memainkan gambusnya sambil menyanyikan lagu-lagu sasak yang bernada haru. Melihat hal itu, beberapa orang warga Dusun Sukamulia datang memberinya sedekah berupa beras dan uang. Sebagai ungkapan terimakasihnya, ahlan selalu mendoakan setiap orang yang datang memberinya sedekah. Hal itu adalah pemandangan yang begitu mengharukan.

Rasanya kami belum puas mendengar seluk beluk sehingga sosok ini bekerja sebagai seorang pengamen dengan kondisi kebutaan yang ia alami. Hal itu membuat kami terus mengorek keterangan dari mulut sang tunanetra. Namun, ia adalah orang yang suka berbagi dan ia-pun bercerita bahwa ia mulai mengamen dengan gambus yang memang ia miliki sejak masih remaja itu.

Sosok laki-laki separuh baya ini juga bercerita bahwa setelah ia ditinggalkan oleh istrinya, ia hanya ditemani oleh Ruslan (temannya sejak masi remaja). Dan Ruslan-lah yang setia membawanya ke sana ke mari untuk mencari rizki guna mempertahankan hidupnya.

 

Baca Juga :


Untuk mempertahankan hidup, setiap harinya Ahlan dibawa pergi mengamen oleh sahabat karibnya yang bernama Ruslan itu. Ruslan hanya bertugas memboncengnya saat pergi mengamen. Ia juga menghabiskan waktunya bersama Ahlan sebab Ruslan juga seorang duda yang ditinggal pergi oleh istrinya. Kini dua orang laki-laki separuh baya ini hidup bersama, mereka berbagi dalam suka. Dengan bermodal gambus tua, Ahlan dan sahabatnya (Ruslan) dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya, itulah yang membuat mereka tetap bertahan hidup dengan semangat yang kuat. Hal yang menarik dari sosok Ahlan adalah ia selalu bersyukur dan tidak pernah mengeluh atas kekurangan yang ia miliki, ia juga tidak menyesali atau menyalahkan siapapun atas musibah yang menimpanya sehingga ia hidup seperti sekarang ini.

Kisah hidup Ahlan dan sahabat karibnya ini kiranya sangat berkesan bagi kami dan sebab itulah kami menulisnya. Yack semoga saja kisah hidup Ahlan dan sahabatnya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, dimana manusia ini diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tuhan telah menggariskan takdir kita masing-masing dan untuk itu kita tidak harus mengeluh jika kita hidup dalam kekurangan. Kita juga harus senantiasa mensyukuri segenap nikmat Allah, baik nikmat yang kecil ataupun yang besar sebab jika kita renungkan, sungguh setiap detik Allah mengaruniakan nikmat yang tiada tara bagi kita semua.

Satu lagi hal yang dapat kita jadikan renungan dari kisah hidup sosok yang kami ceritakan pada artikel kali ini, yaitu sahabat itu sungguh penting artinya di dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, janganlah sekali-kali kita menyia-nyiakan sahabat. Carilah sahabat sebanyak mungkin sebab merekalah yang akan mengerti kita dalam segala keadaan, sebagaimana Ruslan yang senantiasa setia menemani Ahlan.

Okeh, warga dan pencinta Kampung Media yang kami banggakan. Demikian segelumit kisah inpirasi yang dapat kami ceritakan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan. Terimakasih atas kunjungannya. Dan salam dari kampung.

_By. Asri The Gila_ () -01



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan