logoblog

Cari

Cari Uang Jajan di Sisa Jagung

Cari Uang Jajan di Sisa Jagung

Setelah para petani  telah selesai memetik jagungnya dan telah mengumpulkan disatu tempat untuk dikupas dan dilakukan penggilingan atau perontokkan jagung, maka

Sosok Inspiratif

KM, Woja/Saneo
Oleh KM, Woja/Saneo
11 Mei, 2015 16:44:21
Sosok Inspiratif
Komentar: 0
Dibaca: 10692 Kali

Setelah para petani  telah selesai memetik jagungnya dan telah mengumpulkan disatu tempat untuk dikupas dan dilakukan penggilingan atau perontokkan jagung, maka giliran anak-anak yang masih duduk dibangku SD untuk mengais-ngais sisa jagung yang telah dipetik oleh pemiliknya.

Kebiasaan tersebut dilakukan oleh sekolompok anak-anak kecil yang ada di Desa Saneo hampir setiap hari,  Novi salah seorang anak yang masih duduk dibangku kelas 2 SD setiap pulang sekolahnya,  Novi dan beberapa temannya selalu pergi keladang orang untuk mengais jagung sisa petikkan pemiliknya. Pekerjaan itu Novi dan teman-teman lakukan karena untuk mencari uang jajan dan kebutuhan sekolahnya.

Kalau dilihat, pendapatan mereka dalam satu harinya tak seberapa, karena dalam satu kilo jagung dihargakan dengan harga Rp 1.000 s/d Rp 1500 perkilo. Novi dan temannya hanya mampu mendapatkan hasil pencarian jagung sisa panen masing-masing  5 kilo dan kalau tidak ada hanya mampu mendapatkan 2 kilo saja. Pekerjaan ini tidaklah mudah dilakukan untuk anak-anak kecil yang masih duduk  dibangku Sekolah Dasar seperti mereka, namun karena sudah menjadi kebiasaan dan sebagai ajang rekreaksi. Setelah mengais-ngais keliling dan mengumpulkan dalan karung kecil yang mereka bawa baru itu mereka merontokannya dengan menggunakan jari-jari mungil mereka. Tak heran jika jari-jari  mungil yang seharusnya dielus berubah menjadi bengkak karena keseringan merontokan jagung.

Pekerjaan yang tak seharusnya dilakukan oleh mereka itu ternyata menyimpan hal terindah yang menurut mereka dapat menghibur diri mereka masing-masing. Selain untuk bertemu dengan teman-teman dan menjadikan ajang untuk rekreaksi, pekerjaan itu mereka gunakan untuk mengisi waktu setelah bersekolah.

 

Baca Juga :


Hampir setiap hari mereka lakukan pekerjaan tersebut, meskipun sempat diralang oleh orang tua mereka, anak-anak itu tetap melakukannya. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan